
Setelah sekitar 45 menit pergi, Kenzo pun akhirnya kembali ke menemui Ryuzen di ruangannya dengan laporannya untuk Ryuzen.
"Bagaimana?" ucap Ryuzen.
"Tuan, portal media yang pertama kali menyebarkan berita tentang anda, tidak mau menurunkan berita itu! Tapi orang yang mengambil foto anda diam-diam sudah aku tangani, dan aku pastikan dia sudah tidak memiliki lagi foto tersebut," jelas Kenzo.
"Begitu ya? Apa nama portal medianya?"
"Heatmagazine, dan seingatku... portal itu sudah hampir collapse beberapa bulan terakhir ini."
"Oke!" ujar Ryuzen yang kemudian langsung menghubung Daniel terkait dana untuk mengakusisi Heatmagazine. Ryuzen juga memerintahkan Morin untuk mengurus semua prosedural peng-akusisi-an penuh Heatmagazine secepatnya.
"Masalah itu portal media sudah beres, tapi bagaimana dengan berita di media sosial?" tanya Kenzo.
"Coba kau cek media sosialmu!" perintah Ryuzen.
Kenzo pun langsung meluncur ke akun media sosial miliknya dan memeriksa kolom trending.
"Tuan, tagar tentang beritamu semakin turun, dan sudah tergeser oleh tagar berita Alin yifei dan boyband X2X, serta tagar #hotelgloriaisglory dan hashtag soal foto ryuzen han ternyata palsu malah semakin naik menghiasi kolom trending. Banyak yang tidak percaya foto-fotomu itu, karena mereka anggap itu hanya keisengan orang yang sedang mencari popularitas!"
"Baguslah, berjalan sesuai perkiraanku!" ujar Ryuzen yang kini berdiri menatap keluar dari kaca gedung Emerald.
"Jadi... kau yang sudah meng-handle itu semua saat aku pergi Tuan?!" ujar Kenzo yang takjub dengan cara Ryuzen menyelesaikan masalah dengan sesingkat itu tanpa pergi dari Ruangannya.
"Aku sengaja meminta Alin dan tim manajemen artisnya untuk membuat berita yang mengacaukan fokus public, dan menyuruh Sofia melakukan promosi untuk hotel Gloria secara tiba-tiba."
"Jadi kau sengaja lakukan itu supaya publik terkecoh dan beritamu perlahan-lahan turun dari trending dan kemudian hilang dengan sendirinya, begitu?!"
"Exactly!" sahut Ryuzen.
"Bos kau memang keren! Wow kau memang cocok di sebut Moriarty era modern! " ujar Kenzo kagum, sambil mengangkat kedua ibu jarinya ke arah Ryuzen.
"Tapi Tuan, biasanya kau cuek sekali dengan pemberitaanmu yang seperti ini, kenapa kali ini kau bereaksi lain, apa karena berkaitan dengan nona Sara?" tanya Kenzo memastikan alasan Ryuzen.
Ryuzen dengan gaya santainya di atas kursi bos miliknya pun menjawab pertanyaan Kenzo tersebut.
"Saat ini luar sana banyak sekali manusia-manusia licik yang mencari kelemahanku, dan mencoba menghancurkanku. Aku tidak ingin mereka sampai mendekati bahkan menyentuh Sara."
"Tapi, bukankah cepat atau lambat semua pasti akan mengetahuinya, dan kau tidak bisa selamanya menutupi hubungan ini dari khalayak ramai."
"Soal itu aku sudah pikirkan, tapi itu ntuk saat ini, biarkan seperti ini adanya sampai aku yakin dirinya menerimaku seutuhnya baru aku akan katakan padanya apa yang harusnya aku katakan!
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, bagaimana persiapan untuk besok? Apa semua yang aku minta sudah kau lakukan?"
"Kalau soal itu, Tuan tidak perlu khawatir, semuanya sudah aku siapkan dengan sempurna tanpa celah!" jawab Kenzo dengan begitu yakin.
" Bagus! Jadi aku hanya perlu datang tepat waktu saja kan," ujar Ryuzen.
"Benar sekali Tuan," balas Kenzo.
"Tuan, nanti malam Lizo..."
"Aku sudah paham, jika tidak salah perhitungan nanti malam sindikat penyelundupan obat-obatan ilegal termasuk Lizo di dalamnya akan melakukan transaksi di distrik 14, tepatnya di gudang yang dulunya bekas kilang anggur yang sudah tidak terpakai lagi," terang Ryuzen.
"Tapi Tuan, bagaimana jika ini semua hanya siasat Lizo? Aku merasa dia seolah sengaja ingin kita untuk menyelidikinya, seperti ada rencana lain yang memang sudah ia rencanakan untukmu." Hal itu benar, namun bukan Ryuzen jika dia tidak punya plan B di setiap tindakannya.
"Kau tenang saja Kenzo, sejak awal sudah kukatakan bukan, dalam permainan ini. Akulah yang pegang kendalinya." Ryuzen menatap tajam ke arah kaca jendela, sorot matanya yang tajam di balut wajah yang tidak bisa di tebak ekspresinya saat ini.
"Seandainya... kau masih bagian dari organisasi itu, mungkin akan lebih mudah untuk melakukan ini semua," kata Kenzo teringat masa lalu dirinya dan Ryuzen.
"Yang lalu tidak akan lagi sama, sekali pun kau sengaja mengulangnya!" balas Ryuzen.
~Studio pemotretan.
Rony baru saja selesai melakukan sesi pemotretan para model koleksi rancangan Erika Zhang untuk salah satu majalah fashion untuk edisi akhir tahun.
"Terima kasih semua kerja kerasnya...!" ujar Erika yang berdiri di sebelah Rony kepada model-modelnya.
"Terima kasih Nona Zhang!" ujar para model yang satu persatu akhirnya meninggalkan studio menuju ruang ganti.
Rony sendiri masih saja sibuk mengamati hasil jepretannya, dengan seksama.
"Ternyata benar hasil jepretanmu selalu nampak keren, kau benar-benar sudah menjelma sebaga8 fotografer profesional ya Ron!" ujar Erika tiba-tiba.
"Apa yang ingin kau bicarakan denganku sebenarnya?" tanya Rony yang masih sibuk mengamati hasil jepretannya di layar kamera tersebut.
"Bagaimana kalau kita mengobrolnya sambil makan siang bersama?" ajak Erika yang baru saja melihat jam tangannya, ternyata sudah menunjukan waktu jam makan siang.
"Baiklah...." Rony pun menerima ajakan Erika tersebut.
~~
~C-lovely Florist
__ADS_1
"Sepertinya kita harus membuka cabang baru yang letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota, sebab jika lokasi kita kurang strategis, maka akan mempersulit para pelanggan," usul Thomas.
Kali ini Sara dan Thomas tentang rencana mebuka cabang baru florist mereka, tapi tak seserius Thomas, Sara justru terlihat tidak fokus dalam diskusi kali ini. Sejak tadi wanita cantik itu hanya mengangguk dan memainkan pena di tangannya. Thomas yang merasa terganggu melihat Sara yang tidak fokus pun menasehatinya.
"Sara..., aku sudah bilang kau lebih baik cuti saja selama satu minggu, toh tuan Han sudah menyetujuinya kan. Jujur saja aku tidak nyaman membahas pekerjaan denganmu yang seperti sekarang ini, ling lung dan tidak fokus. Aku rasa kau memang butuh liburan deh!" terang Thomas.
Sara mengernyitkan dahinya, menelaah ucapan Thomas yang ia rasa memang ada benarnya. Apalagi dirinya hampir setiap saat selalu saja bekerja dan jarang sekali berlibur. Saat ini mengikuti saran dan nasehat dari Thomas sepertinya hal yang benar.
"Ya... aku rasa, yang kau katakan benar! Aku butuh rileksasi dan memanjakan diri, mungkin mulai besok dan lima hingga enam hari kedepan aku akan cuti. Kau tidak masalah kan, Thomas?"
"Sudahlah Sara sayangku.... kau tidak usah pikirkan soal pekerjaan, lagi pula disini ada Orin, Rina dan pegawai lain yang sudah bisa aku andalkan. Jadi kau fokus saja pada dirimu ya," ucap Thomas yang memahami betul keadaan Sara.
"Terima kasih banyak Thomas... kau yang terbaik!" Sara pun mengembangkan senyum manisnya menghiasi pada wajanya yang cantik rupawan.
~Restoran Orleon
Salad, dua gelas jus buah, dan satu porsi nasi teriyaki sudah tersaji diatas meja tempat dimana Rony dan Erika duduk saat ini.
Sara mulai mengangkat sumpitnya, begitupun dengan Erika yang mulai menyantap Salad sayuran di hadapannya.
"Jadi... apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tukas Rony tanpa basa-basi. Erika menaruh garpunya dan berhenti makan untuk menjawab Rony.
"Aku tahu situasi diantara kau, Ryuzen dan Sara," ucap Erika. Rony pun seketika menghentikan makannya dan meminum jusnya untuk mempercepat proses menelan makanan di dalam mulutnya.
"Apa maksud dari ucapanmu?" tukas Rony dengan wajah cukup serius.
"Oh, ayolah... tidak usah pura-pura tidak tahu begitu. Aku tahu hubunganmu dan Ryuzen saat ini semakin renggang karena wanita pemilik toko bunga itu kan?"
Kenzo menatap Erika dengan ekspresi penasaran.
"Begini, maksudku... posisi kita saat ini adalah sama-sama seperti di permainkan bukan? Dan kau tahu bagaimana diriku dan Ryuzen dulu. Bahkan kami sudah hampir menikah, tapi saat aku kembali aku malah melihat dia bersama wanita lain itu. Jadi aku rasa, kita bisa bekerja sama dalam hal ini."
Rony tidak memberikan reaksi yang terlalu jelas, ia seolah masih ragu dan tak tertarik dengan perkataan Erika barusan. Ia pun hanya mendengus keras.
"Maksudmu... kau ingin aku dan kau bekerja sama supaya Sara dan Ryuzen berpisah, begitu kah?"
"Of course!" balas Erika.
"Oh iya erika, jujur saja aku tidak peduli pada kisahmu dan pamanku. Tapi karena ini menyangkut Sara aku rasa aku bisa sedikit mempertimbangkan ucapanmu barusan. Tapi untuk saat ini aku ingin menenangkan hatiku dulu jadi jangan kau ganggu aku dulu!" tutur Rony yang kemudian kembali melanjutkan makannya.
Erika pun begitu, wanita itu akhirnya melanjutkan makan siangnya dengan wajah seolah sedang menanti kemenangan di hadapannya saat ini.
__ADS_1
๐น๐น๐น
Like, vote, comment.