Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 86 : Kenalan lama


__ADS_3

"Well, Meilin dan Edgar! Sudah lama tidak bertemu ya?" ujar Ryuzen diikuti senyum miringnya.


"Lama tidak berjumpa ya Tuan muda Han?"ย  ucap Edgar terlihat sok akrab.


"Kau mau minum sayang?" ajak Meilin pada Ryuzen sambil menggodanya.


"Heh, maaf saja tapi sejak dulu aku sudah bilang padamu, aku tidak suka dengan wanita yang serba palsu sepertimu," ejek Ryuzen.


"Mulutmu masih saja tajam dan berbisa ya, Tuan muda kebanggaan Black Serpents," ujar Meilin.


Ryuzen hanya tersenyum kecut bertanya, "Tugas apa yang membuat kalian datang kemari?"


"Sepele, mencari buronan kelas rendah!"


Ryuzen bedeham dengan tawa mengejek.


"Tujuh tahun aku meninggalkan organisasi itu dan kalian masih di level yang sama? Selama itu apa kalian kerjanya hanya tidur dan mabuk-mabukan?!"


"Kau tahu tidak, sejak kau meninggalkan Black Serpents tidak ada lagi tontonan seru disana. Aku rindu kekacauan dan pemberontakanmu melawan tuan JH, aku rasa tuan JH merindukanmu juga tuh," ungkap Edgar.


"Cih.., pria tua itu, harusnya sudah waktunya mempersiapkan peti mati dan lahan kuburannya sendiri."


"Ryuzen, kau tidak mau kembali lagi ke Black Serpents kah? Setidaknya main-mainlah ke Anglo, aku muak lihat Orizel bertingkah bagai penguasa di sana," ucap Edgar mengeluh.


"Heh, pecundang itu masih tidak berubah ya? Aku jadi menyesal saat menghajarnya waktu itu, kenapa tidak aku patahkan saja semua rusuk dan sendinya, sekalian," ungkap Ryuzen dengan ekspresi datarnya.


Tiba-tiba ponsel Ryuzen berdering, ia pun mengangkatnya.


"Ada apa?" Ryuzen menjawab panggilan tersebut.


"Oke baiklah, 15 menit lagi aku sampai," ucap Ryuzen yang kemudian mengakhiri percakapannya di telepon.


"Sepertinya kau harus pergi duluan ya Mr.

__ADS_1


Handsome?" celetuk Meilin.


"Oh iya, apa kalian tahu info tentang Biyan Dao?" ucap Ryuzen sebelum meninggalkan bar.


"Hah? Bukankah dia itu pamanmu? Keponakan Yerumi Han kakekmu?"


"Pamanku atau bukan, jawab saja pertanyaanku!" balas Ryuzen menatap tajam.


"Kalau sedang begitu Tuan Ryuzen jadi makin hot deh!" goda Meilin


"Sudahlah, lain kali saja. Aku harus pergi dulu sekarang!" ucap Ryuzen, lalu meninggalkan dua orang tersebut.


"Jangan lupa main-main ke Anglo ya!" Seru Edgar dari jauh.


"Bye.. bye! Mister Handsome, I love you...." ujar Meilin menatap kepergian Ryuzen.


~Salah satu Mall di kota Montegi.


Setelah menjemput Arvin, mereka bertiga (Sara, Gina, Arvin) memutuskan untuk berjalan-jalan dulu ke pusat perbelanjaan. Namun tiba-tiba Sara ingin buang air kecil.


"Yes mami," ucap Arvin.


"Oke," sahut Gina.


Sara pun pergi menuju toilet, sedangkan Arvin dan Gina memutuskan untuk melihat-lihat sekeliling toko-toko yang ada di pusat perbelanjaan tersebut.


"Bibi Gina, aku suka gundam tipe itu, senjata di


tangannya terlihat sangat keren!" ujar Arvin merujuk ke salah satu toko mainan di dekat mereka.


"Ingin kesana?"


Arvin menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Eh, kenapa tidak mau?"


"Tidak usah, nanti saja kalau papiku sudah pulang dari luar negeri. Lagian kalau aku minta belikan saat ini, mana mungkin mamiku menurutinya, iya kan?" ujar Arvin dengan senyum penuh intriknya.


"Heh, cara berpikirmu mirip Tuan Han, tidak salah kalau kau itu benar-benar anaknya," ucap Gina diikuti senyum kecilnya.


"Bibi.., ayo jalanmu jangan lamban seperti mami!" ujar Arvin sambil berlari namun matanya malah tidak melihat ke arah depan.


"Arvin jangan berlari seperti itu, bahaya!" seru Gina memperingatkan Arvin.


"Arvin awas di depanmu!"


*Brukkk...!


Suara Arvin tiba-tiba menabrak seseorang di depannya, dan ia pun terjatuh.


"Sakit...!" rintih Arvin sebentar, lalu bangun dan langsung meminta maaf.


"Maafkan aku Bibi," ucap Arvin membungkuk meminta maaf.


"Setelah membuat semua belanjaanku jatuh berserakan begini, dengan entengnya kau minta maaf? Huh!" seru wanita yang tidak sengaja di tabrak oleh Arvin.


Gina yang menghampirinya pun, kini ikut meminta maaf.


"Nona tolong maafkan keponakanku ya, dia tadi agak ceroboh!"


"Oh... jadi kau juga kenalannya Sara si wanita sialan itu!"


Mendengar nama Sara disebut, Arvin dan Gina langsung berhenti menunduk dan melihat ke arah wanita itu, yang ternyata adalah Tina sepupu Sara.


"Kau kan... wanita jahat yang waktu itu!" Seru Arvin pada Tina.


"Bocah tengkik, kenapa kau tidak benar-benar mati saja sih!" ujar Tina di pikirannya.

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Vote, Like, Comment ๐Ÿ˜˜๐ŸŒท


__ADS_2