Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 83 : Memilih hadiah yang tepat


__ADS_3

Setelah berbelanja bahan masakan, Jesper dan Sara pun pergi ke salah satu store yang menjual pakaian pria.


"Silakan...," ucap para pegawai toko menyambut Sara dan Jesper.


Sara berkeliling dan melihat-lihat apa yang kira-kira cocok ia berikan pada Ryuzen.


"Sara kau bingung?" ujar Jesper melihat Sara yang dari tadi hanya melihat-lihat, namun tak kunjung menentukan pilihan.


"Aku, hanya bingung saja. Sepertinya hampir semua model kemeja, jas, dan dasi yang ada disini, Ryuzen sudah miliki."


"Dasi itu bagaimana?" kata Jesper menunjuk dasi berwarna cukup terang di dekat kaca.


"Kalau itu sepertinya lebih cocok untukmu Jes," sahut Sara


"Oh ya?"


"Ya, pembawaanmu yang hangat dan ramah cocok dengan warna begitu, sedangkan Ryuzen..."


Jesper terlihat penasaran dengan apa yang ingin diucapkan Sara


"Ryuzen tidak suka warna-warna lembut dan terang, dia cenderung menyatu dengan warna-warna bernuansa gelap, ya seperti dirinya yang terlihat dingin, misterius dan sulit di tebak, ya begitulah..." jelas Sara dengan seksama.


"Sepertinya kau sudah paham betul suamimu ya?" Jesper merasa cemburu.

__ADS_1


"Tidak juga, mungkin karena terbiasa tinggal bersama dan sering bertemu, jadi secara tidak sadar jadi paham tentang dia," kelakar Sara.


"Jes, lihat dasi di ujung sana!" Sara menunjuk dasi berwarna navy di seberang matanya. Sara pun langsung menyambangi dasi yang hanya tinggal satu-satunya yang di pajang di sudut itu.


"Aku suka yang ini, ini cocok untuk Ryuzen aku rasa." Sara menyentuh dasi tersebut.


"Nona, tolong bungkuskan aku yang satu ini ya," pinta Sara pada seorang pelayan toko.


"Nona, pilihan anda bagus! Kalau begitu sebentar akan aku bungkuskan untukmu."


"Terima kasih," balas Sara tersenyum pada pegawai tersebut.


~


Di waktu yang sama, Ryuzen yang ditemani oleh Kenzo ternyata juga pergi ke Mall untuk membeli hadiah untuk Sara. Saking jarang sekali Ryuzen pergi berjalan di mall, bukan hal aneh jika banyak mata tertuju pada sosok Ryuzen Han yang kini tengah berjalan di area Mall, dengan segala pesona dan kharisma yang dimiliki CEO Emerald tersebut.


"Eh lihat pria tampan yang sedang berjalan itu, itu CEO Emerald kan? "


"Mana?"


"Wah iya itu dia! Ternyata dia jauh lebih tampan daripada di foto ya??"


"Aduh tidak kusangka ke Mall bisa cuci mata begini."

__ADS_1


"Tampannya... tapi asistennya juga lumayan tampan, boleh lah, kalau tidak dapat Bosnya!"


"Ya ampun dia benar-benar tampan, lihat tubuhnya yang tinggi dan atletis pasti jago di ranjang!"


"Lihat pakaiannya, terlihat sangat ekslusif menempel di tubuhnya"


"Bos, sepertinya kehadiranmu lumayan jadi pusat perhatian ya," ucap Kenzo pada Ryuzen.


"Sudah tidak usah pedulikan mereka, cari toko perhiasan terbaik di sini!" perintah Ryuzen dengan raut wajah dinginnya yang terlukis di wajahnya saat ini. Saat tengah berkeliling mencari perhiasan, tidak sengaja Kenzo malah melihat Sara bersama Jesper di balik kaca toko, dan spontan berujar,


"Bukankah itu nona Sara dan Jesper Lin?"


Mendengar ucapan Kenzo itu, Ryuzen langsung mengatur pandangannya, dan melihat ke arah toko dimana Sara dan Jesper kini berada. Raut wajah Ryuzen mungkin terlihat dingin, namun sorot matanya jelas menunjukan emosi dan rasa tidak suka yang sudah di ubun-ubun.


"Sara kau begitu manis saat berbalas pesan denganku tadi, tapi kenyataannya kau justru terlihat sangat bahagia dengan pria lain di dunia nyata, dan kali ini dengan Jesper Lin. Sara..., apa kau benar-benar sebuah teka-teki yang sulit aku pecahkan?" Ryuzen membatin, melihat Sara bersama Jesper dari balik kaca toko tersebut.


"Sepertinya aku salah bicara deh, harusnya tadi pura-pura tidak lihat saja," pikir Kenzo.


"Tuan! Di sana ada toko perhiasan yang bagus, bagaimana kalau beli disana saja," ujar Kenzo, mencoba mengalihkan perhatian Ryuzen.


"Tidak usah, lebih baik kita kembali ke kantor saja. Dan, tidak usah tanya apa-apa, lakukan saja apa yang ku perintahakan!"


"Baik Tuan muda," kata Kenzo agak kikuk melihat Ryuzen yang sepertinya sedang sangat tidak senang saat itu.

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Like, vote, comment


__ADS_2