Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 70


__ADS_3

Setelah Jason selesai memberikan kesaksiannya, para hakim mulai mengkaji kesaksian yang baru saja diberikan oleh Renji itu. Namun, beberapa pihak beranggapan jika, kesaksian tersebut belum cukup untuk membuktikan jika Sara selaku terdakwa tidak bersalah atas kematian Nyonya Ivy, ditambah kasus kematian perawat yang tertembak di ruangan itu, jelas menunjukkan jika Sara satu-satunya yang bertanggung jawab atas semua kejadian waktu itu. Mengingat hanya ada dirinya berada di ruangan itu dan memegang sebuah pistol. Belum lagi keluarga dari pihak perawat merasa keberatan akan hal tersebut.


"Tidak bisa! Jangan pikir, hanya karena wanita itu adalah menantu keluarga Han, dia bisa membunuh putriku begitu saja dan bebas dari jeratan hukum! Aku belum bisa percaya jika wanita bukan pembunuhnya sebelum ada bukti kuat," ujar seorang ibu yang tidak lain adalah ibu dari perawat yang mati tertembak di ruanga Ivy Han saat itu.


Sara yang awalnya tenang, agaknya kini mulai tertekan. Untungnya Gina dengan cepat mencoba menangkannya dengan berkata, "Sara kau jangan meragukan kemampuanku sebagai pengacara."


Mendengar ucapan itu, Sara jadi sedikit merasa terhibur.


"Iya Gina, aku tahu kau pengacara yang hebat."


Melihat istri Ryuzen dipojokan seperti itu. Biyan Dao yang ternyata juga hadir di pesidangan itu dengan menggunakan blazer dan kacamata hitam itu malah tersenyum licik.


"Kau pikir kesaksian macam itu bisa menyelamatkan istrimu? Jangan mimpi Ryuzen!"


Ryuzen tentnya sadar akan kehadiran Biyan Dao, dirinya kini hanya bisa menyeringai sambil begumam dalam hati.


Kau boleh tertawa dan tersenyum saat ini Biyan. Karena apa? Karena hanya pecundang yang bisa tersenyum bahagia dia awal cerita. Sebab pemenang akan selalu tertawa di akhir cerita. Jadi tertawalah sepuas yang kau bisa sekarang, sebelum pada akhirnya kau akan menangis.


Karena tidak ingin mengulur-ulur waktu, yang mungkin bisa membuat Sara jadi semakin tertekan, Gina langsung saja memberikan bukti berupa pistol yang diberikan oleh Ryuzen. Pistol yang diberikan oleh Jordan kemarin sebagi bukti untuk menyelamatkan Sara di persidangan ini.


"Pistol?"


Sara bingung dengan benda yang diperlihatkan oleh Gina dari dalam sebuah kotak. Pun dengan semua hadirin yang ada disana, mereka bingung dengan pistol yang dijadikan sebagai bukti oleh Gina itu.


"Sepertinya bukti yang pria itu berikan padaku adalah bukti cukup kuat dan bisa menolong Sara. sisanya aku serahkan kepadamu Gina," gumam Ryzuen.


Gina mulai menjelaskan apa maksud dari pistolnya itu.


"Baiklah yang mulia aku akan mulai menjabarkan." Setelah meminta izin pada hakim ketua, Gina pun memulai penjabarannya.


"Jadi, setelah aku meminta hasil dari data forensik pada polisi. Aku menemukan sebuah kejanggalan soal kematian nona perawat saat itu." Jelas Gina.


"Apa maksudmu!" Ujar ibu dari perawat itu nampak marah.


"Nyonya tolong tenang! Ada saatnya anda berbicara nanti. Pengacara Gina silakan anda lanjutkan!" Pinta hakim ketua.


"Dan, setelah aku pelajari semua itu. Aku mendapati sebuah fakta yang sangat jelas."


Fakta apa yang dimaksud oleh Gina?


"Faktanya adalah...., bahwa sebenarnya peluru yang bersarang di jasad mendiang nona perawa itu adalah berbeda dan tidak sama seperti peluru yang ada di dalam pistol yang di genggam oleh Nona Sara saat kejadian itu."


Apa aku akan selamat?


Ryuzen menyeringai.

__ADS_1


Semua orang saling berbisik dan bertanya-tanya.


"Jadi kalian belum paham?"


"Biar kuperjelas, itu artinya, klienku ini alias nona Sara Chen, bukanlah yang membunuh si perawat itu! Karena jelas, pistol yang dia pegang bukanlah pistol yang digunakan untuk menembak nona perawat pada waktu itu. Maka dalam hal ini, sudah jelas jika klienku nyatanya sudah di fitnah!"


Gemuruh bisikan hadirinpun mulai terdengar, Hampir seluruh hadirin dan tentunya penonton yang menyaksikan sidang itu menerima alasan logis dari Gina barusan. Namun satu orang tentu tidak senang sama sekali, dialah Biyan Dao.


Bagaimana bisa hal itu terpikirkan olehnya, Ryuzen kau! Biyan menatap Ryuzen dengan marah dari tempat dirinya berada.


Kau pikir kau sedang berhadapan dengan siapa Biyan Dao?


Ryuzen tentu saja nampak begitu senang melihat ekspresi Biyan saat ini.


Tapi tiba-tiba seseorang berujar, "Tunggu dulu! Aku tidak terima alasan itu! Bagaimana kau tahu jika peluru yang bersarang di tubuh putriku itu, bukan sama seperti yang ada pada pistol yang dibawa wanita itu. Pasti ada yang tidak beres," sanggah ibu dari mendiang perawat itu.


"Kau perlu penjelasan lebih? Kalau begitu akan kupanggilkan ahli senjata api untuk menjelaskan semuanya."


Sial! Aku tidak terpikirkan hal ini sebelumnya. Ryuzen merasa kecolongan akan hal yang terjadi saat ini.


"Dan kalaupun dia bukan pembunuh perawat itu. Wanita itu tetap belum terbukti jika bukan dia yang meracuni Nyonya Ivy kan?" Ujar seorang di ruang sidang.


"Persetan kau Biyan Dao!" Ryuzen mulai geram.


Bagaimana keponakan? Mau memuji kepintaranku?


"Tapi, aku sudah membuktikannya lewat kesaksian dokter Jason tadi." Sanggah Gina yang terus berusaha membela Sara.


"Heh! Kesaksian dokter Jason itu tidak valid! Bisa jadi dia dibayar oleh wanita itu bukan? Tidak bisa! Dalam hukum tidak boleh ada tebang pilih!" ujar pihak lawan.


*Ya tidak boleh ada tebang pilih dalam menegakkan hukum di negeri ini!


Kami ingin hukum yang seadil-adilnya*!


Suasana ruangan mulai tidak kondusif. Banyak hadirin yang mulai saling berteriak dan naik pitam. Tapi saat ini, dibanding mengurusi kekacauan yang mulai terjadi, Ryuzen lebih mengkhawatirkan Sara yang ada di kursi pesakitan.


Apa dia baik-baik saja?


"Kenapa malah jadi begini? Dan kepalaku, kenapa kepalaku mendadak merasa pusing, dan napasku, kenapa seperti terasa sesak?" Sara berujar pada dirinya sendiri.


Sara merasa semakin tidak nyaman dengan situasi saat ini.


"Aku- aku..., kepalaku sakit se-"


"Sara!"

__ADS_1


Semuanya mendadak terdiam saat Ryuzen berteriak memanggil Sara yang kini sudah jatuh pingsan. Ryuzen dengan sigap langsung menggedongnya dan berteriak, "Jason! Cepat ikut aku menolong Sara!"


Gina yang khawatir pun akhirnya meminta sidang di tunda untuk beberapa jam. Hakim pun mengabulkan permohonan Gina untuk menunda sidang tersebut.


~~


Dikediaman Gina, Arvin ternyata ikut menonton siaran langsung sidang itu. Putra Ryuzen kini terlihat sangat khawatir pada sang mami, melihat situasi yang tersiarkan di televisi itu.


"Kenapa dengan mamiku? Kenapa sepertinya semua tidak baik-baik saja?" Getar suara Arvin begitu terasa akibat rasa khawatirnya yang semakin memuncak.


"Aku harus menolong mamiku, aku harus mencobanya sekali lagi..., kalau perlu aku akan bersujud di hadapannya demi mami!" Tanpa pikir panjang Arvin langsung bergegas pergi meninggalkan apartemen Gina.


Arvin berlari sekencang mungkin, hingga membuat dirinya terjatuh di atas aspal yang keras.


"Aw sakit sekali!" ujar Arvin yang belum bangkit dari jatuhnya.


"Tidak! Sakit ini tidak sebanding dengan penderitaan mami yang sedang berjuang di pengadilan. Aku harus tetap menemui orang itu, harus!" Arvin pun dengan yakin, kembali bangkit dan berjalan meski dengan kaki terluka.


"Arvin?" Ujar seorang pria tiba-tiba dari dalam mobil yang kini berhenti di sebelahnya.


"Kak Rony?"


"Apa yang-" Rony melihat Arvin yang terluka.


"Kau mau kemana Arvin?"


"Aku- aku mau...."


"Sudahlah cepat naik, akan kuantar kau kemanapun!" Rony menyuruh Arvin masuk ke dalam mobilnya. Setelah Arvin memasuki mobil, Rony pun berniat membawa Arvin ke klinik terdekat untuk mengobati kakinya yang terluka.


"Kak Rony jangan kerumah sakit, aku tidak mau kesana!" Seru Arvin.


"Apa? Lalu kau mau kemana?"


"Aku ingin pergi ke-"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Halo my beloved readers. Terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah mau setia membaca ceritaku ini. Sekali lagi maaf karena tidak bisa update harian. Tapi aku harap kalian masih mau setia membaca ceritaku ini, dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote.


Sekali lagi terima kasih banyak atas apresiasi kakak-kakak, dan teman-teman reader sekalian.


Happy reading fellas and i hope you like it.


For more info follow my ig account @chrysalisha98 thank you.๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2