
Jadi sejak awal laki-laki itu tidak tahu jika ibu tengah mengandung diriku saat itu?
"Sejak saat itu, tuan Jordan seperti kehilangan arah. Ia menjadi pria yang tanpa belas kasih, dan dingin. Bahkan ia merubah Anglo yang awalnya disiapkan untuk ia jadikan tempat tinggalnya bersama nona Laulin, menjadi markas Black serpents. Organisasi yang awalnya sengaja ia buat untuk membantu aparat negara, sejak saat itu pun berubah menjadi organisasi hitam yang bersembunyi dibalik Fondasi awal Black serpents.
"Dan dia dengan tanpa dosa menjadikanku sebagai salah satu alat pembunuhnya kan?" ungkit Ryuzen, mengingat saat pertama kali dirinya dibawa ke Anglo.
Flashback on
Ryuzen yang saat itu masih berusia 10 tahun, kala itu dirinya dibawa oleh salah seorang yang mengaku utusan dari sekolah menuju ke Anglo, saat berada di tengah perjalanan menuju kegiatan summer camp. Ryuzen yang memang tidak merasa curiga apa-apa pun hanya mengikutinya.
Pertama kali Ryuzen memasuki Anglo matanya diminta agar ditutup, dan tangannya diikat kuat. Ryuzen mulai was-was, "Apa yang sebenarnya akan dilakukan padaku, apa ini bagian dari kegiatan summer camp?"
Dan akhirnya dibukalah penutup kepala dan ikatan ditangannya itu. Tanpa ada peringatan, tiba-tiba Ryuzen langsung diberikan sebuah pistol oleh para pria berwajah seram, yang berada di
"Hei bocah! Pegang pistol ini dan tembakan ke titik sasaran itu."
"Pistol? Tapi kenapa tiba-tiba?" Ryuzen agak rehan. Meski dirinya sudah sering memegang pistol. Tapi kali ini pistol yang dipegangnya saat ini bukanlah pistol biasa sepertinyang ia gunakan saat latihan menembak, melainkan pistol sungguhan yang berisi peluru yang di desain untuk menyerang.
Ryu dipaksa untuk menembakan pistol itu pada sebuah papan target berukuran setinggi dua meter. Dirinya yang tidak tahu apa-apa soal keberadaannya saat ini pun, hanya bisa merasakan rasa takut dan bingung. Hingga akhirnya Ryuzen terpaksa mengikuti permintaan pria yang terlihat seram yang ada di hadapannya saat ini.
Duarr...!
Ryu berhasil menembakannya tepat pada titik sasaran.
"Aku berhasil!" Ryuzen tidak terlalu heran, pasalnya Ryu memang sudah sejak usia 6 tahun berlatih menembak. Namun saat papan itu tiba-tiba dibalik sisi belakangnya, tak kuasa wajah Ryuzen kecil itu berubah menjadi pucat pasi.
"A-apa yang barusan aku tembak?" Pistol yang digenggamnya itu seketika lepas dari genggaman Ryu. Ryuzen kaget bukan kepalang, melihat sendiri ternyata dibalik papan titik target yang ia tembak tadi ada seorang manusia berlumuran darah, yang kini sudah tak lagi bernyawa karena jantungnya telang tertembak oleh peluru yang baru saja di lesatkan olehnya tadi.
Ryuzen shock, pandangan matanya tiba-tiba kosong. Keseimbangannya hilang, hingga membuat dirinya jatuh terduduk terkulai lemah, "Ak- aku membunuh orang dengan tanganku sendiri...?"
Saat itu munculah sesosok pria tinggi, gagah mengenakan topeng hitam, yang datang dari arah belakang Ryuzen dan menghampirinya.
"Ternyata benar, kau sangat berbakat nak, aku harus pastikan kau menjadi bagian dari organisasi ini. Lebih baik aku segera melakukan uji level dasar untukmu."
Apa maksudnya?
__ADS_1
"Aku- aku tidak mau menjadi anggota kelompok pembunuh orang! Aku tidak mau... lepaskan aku dari tempat ini!" Ryuzen mencoba memberontak dan kabur, namun itu semua tentu hanya sia-sia saja melihat penjagaan yang hampir tak bercelah.
"Tapi tuan JH, dia masih sangat kecil, di- dia masih belum berusia lima belas tahun!" Ujar pria yang tidak lain adalah Jiro.
Si pria bertopeng itu hanya menyeringai bak serigala. "Tapi aku rasa, anak ini memiliki potensi yang diatas rata-rata. Jadi tidak masalahkan?"
Diangkatnya tubuh Ryuzen yang terlihat lemah karena tidak makan apa-apa sejak kemarin.
"Lepaskan aku! Lepaskan aku Tuan! Aku tidak ingin jadi pembunuh!"
Tanpa menghiraukan pemberontakan Ryuzen, Tuan JH terus saja berjalan membawa Ryuzen, hingga sampailah pada ruangan bawah tanah yang gelap dan lembab. Terdengar suara auman hewan-hewan buas ditempat itu. Tulang belulang pun bisa dijumpai di tiap sudut tempat tersebut.
Kenapa? Kenapa tempat ini seperti penjara yang begitu mengerikan? Tempat apa ini sebenarnya?
Ryuzen diturunkan secara tiba-tiba, dan kemudian dirinya langsung dikurung di sebuah ruang penjara yang ukurannya kira-kira hanya 3 kali 3 meter, yang mana di dalamnya ada seekor harimau bengala besar.
"Kenapa, kenapa aku dimasukan kedalam sini? Kumohon lepaskan aku," Ryuzen merintih dan memohon.
"Tolong keluarkan aku..., aku mohon ada binatang buas disini, aku bisa mati, aku mohon Tuan lepaskan aku!"
"Kau tenang saja, Alfred baru saja makan jadi dia tidak akan memangsamu untuk waktu setidaknya delapan jam kedepan. jadi pikirkan saja bagaimana kau keluar dari dalam sana, sebelum Alfred kembali lapar. Disana juga masih ada satu ember daging yang mungkin bisa sedikit menjadi cemilan Alfred sehingga bisa mengulur waktumu. Jadi, kau tahu kan apa yang harus kau lakukan jika tidak mau jadi santapan Alfred?" Ujar pria yang dipanggil JH itu.
Pria itu hanya tertawa geli, "Kau pikir aku bodoh, aku membawamu kesini atas persetujuan dari sekolahmu. Jadi tidak akan ada yang merasa curiga."
"Tidak mungkin! Kau pembohong besar! Kakakku dia-"
"Sstt..., daripada bicara omong kosong, lebih baik kau simpan tenagamu untuk memikirkan cara keluar dari penjara itu. Kau lihat," Ryuzen melihat ke arah JH menunjuk.
"Disana ada sebuah kunci yang menggantung pada sebuah kotak berlapis baja. Biar kuberi tahu, kau bisa membukanya dengan belati yang ada di dalam tank itu!"
Mata Ryuzen ikut menoleh ke arah dimana ada sebuah tank akuarium, yang ternyata di dalamnya terdapat sebuah pisau belati, yang ternyata isi tank itu berhasil membuat Ryuzen kembali bergidik ngeri.
"Tuan, itu-?" Ujar Ryuzen gemetar.
"Ya, itu ular derik. Salah satu ular paling mematikan di dunia. Sekali saja kau digigit maka tamat riwayatmu hanya dalam waktu kurang dari satu jam.
__ADS_1
"Tapi aku takut-"
"Takut? Kalau begitu kau mati saja!" ujar pria bertopeng itu.
Aku? Mati? Tidak! Aku belum boleh mati sebelum aku menjadi orang hebat seperti janjiku pada ibu.
"Nak, ku beritahu satu hal. Yang harus kau ingat saat kau berada di tempat ini. Dimana hanya akan ada dua pilihan dalam hidupmu yaitu ; Hidup jadi pemenang atau Mati jadi pecundang!"
JH akhirnya meninggalkan Ryuzen kecil di dalam sangkar baja bersama seekor harimau benggala, yang bisa kapan saja menerkamnya saat itu juga.
~~
Setelah hampir berjam-jam menangis dan meratapi semua nasibnya, Ryuzen pun sudah tidak sanggup lagi menangis dan seolah hatinya kini mati rasa melihat nasib yang mengenaskan. Ryuzen yang kini tanpa rasa takut tiba-tiba mengangkat kepalanya, dan kemudian menatap harimau benggala tersebut dengan tatapan tajam.
"Kau! Aku pastikan kelak kau akan jadi peliharaanku!"
Ryuzen pun seolah tak memiliki rasa takut, dengan yakin oa mendekati tank itu.
"Hidup jadi pemenang dan kalah jadi pecundang, begitu katanya. Bagaimana jika ku ubah saja menjadi, Hidup untuk menjadi yang paling berkuasa! Dan jangan mati sebelum menjadi pemenanganya."
Ryuzen akhirnya memasukan tangannya ke dalam tank itu untuk, ia berusaha mengambil belati yang berada diantara ular derik yang ada didalamnya. Dan Ryu akhirnya berhasil memegang gagang belatinya namun, "Arghhh!"
Ryuzen terkena gigitan ular.
"Aku tergigit, tapi sepertinya tidak parah. Aku harus bertahan dan segera keluar dari tempat ini! Aku tidak boleh mati. Takdirku itu pilihanku, dan pilihanku adalah bertahan hidup untuk menjadi pemenang diantara pemenang."
Tatapan mata tajam, dan seringai senyum bak serigala pembunuh terlihat di wajah anak itu untuk pertama kalinya.
Flashback off
๐น๐น๐น
Terima kasih banyak untuk yang sudah mau setia membaca ceritaku, sekali lagi maaf tidak bisa update harian. Tapi aku harap kalian masih mau setia membaca ceritaku ini, dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, dan vote.
Sekali lagi terima kasih banyak atas apresiasi kakak-kakak, dan teman-teman reader sekalian.
__ADS_1
Happy reading fellas and i hope you like it.
For more info follow my ig account @chrysalisha98 thank you.