Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 82 : Membelikan hadiah


__ADS_3

~Ruangan Ryuzen


Kenzo mengetuk pintu, lalu langsung masuk ke dalam ruangan Ryuzen, untuk menyerahkan berkas yang harus ditanda tangani oleh Ryuzen.


"Tuan muda ini berkas yang harus anda..." Kenzo tidak meneruskannya, ia malah salah fokus pada Ryuzen yang masih melihat layar ponselnya, sambil tersenyum, bagi Kenzo yang saat itu melihatnya, hal itu terasa tidak biasa untuk seorang Ryuzen Han.


"Astaga,Tuan muda kenapa ya? Kenapa tersenyum begitu melihat layar ponselnya, tidak biasa sekali ada apa dengannya?" ujar Kenzo dalam pikirannya.


"Kenapa kau langsung masuk ke ruanganku sebelum ku perintahkan masuk?!" suara Ryuzen berhasil mengagetkan Kenzo.


"Ngghh... itu, maaf tuan tapi kau kan yang pernah bilang sendiri, kalau aku harus segera masuk menemuimu jika ada hal yang penting, dan aku tadi sudah mengetuk pintunya juga kok!"


"Kapan aku bilang begitu?"


"Sejak dulu kau kan bilang begitu padaku Tuan...," jelas Kenzo yang jadi merasa serba salah.


"Kenapa berubahnya cepat sekali, Tadi saat lihat layar ponsel terlihat senang, sekarang kembali lagi jadi dingin dan serius lagi. Oh Tuan muda ada apa denganmu ini sebenarnya**?"


Kenzo geleng-geleng keheranan.


"Kalau begitu, mana dokumen-dokumen yang harus aku tanda tangani?"


Kenzo menyerahkan beberapa dokumen pada Ryuzen untuk di tanda tangani.


"Ini Tuan dokumen-dokumennya."


Ryuzen pun langsung membaca ulang dokumen-dokumen itu dengan cepat dan teliti, lalu menandatangani beberapa berkas di dalam dokumen tersebut, sambil berbicara pada Kenzo.


"Kenzo, lusa nanti kita pergi ke Macau selama dua hari," ucap Ryuzen yang tetap fokus menandatangani dokumen.


"Lho bukannya harusnya masih dua minggu lagi ya Tuan kita berangkat ke sana?"


"Tidak, aku percepat supaya tidak terlambat. Proyek pembangunan Kasino di Macau salah satu proyek prioritasku di luar negeri, jadi harus segera di resmikan."

__ADS_1


"Terlebih perizinan dan segala prosedur hukum sudah diurus oleh Jesper dengan baik, jadi kita tinggal melakukan peresmian pembangunannya saja," jelas Ryuzen.


"Baik Tuan muda, aku mengerti!"


Ryuzen selesai menandatangani dokumen-dokumen penting tersebut, ia pun memberikannya kembali pada Kenzo.


"Oh iya kenzo, menurutmu mana yang akan lebih disukai oleh Sara. Perhiasan atau tas mewah?" ucap Ryuzen tiba-tiba.


"Kau mau belikan hadiah buat nona Sara ya Tuan? Kenapa tidak tanya saja sama Tuan kecil kalau urusan itu, kan Tuan kecil lebih lama tinggal dengan nona Sara, pasti dia tahu persis apa kesukaan nona Sara." dengan yakin Kenzo mengucapkan hal itu.


"Tapi Arvin baru pulang lusa, dan lusa aku ada di Macau pasti tidak bisa bertemu," ujar Ryuzen jadi teringat sesuatu.


"Atau kalau tidak, kasih mentahnya saja Tuan, nona Sara kan juga suka uang!" ucap Kenzo dengan sangat yakin.


"Kalau uang sepertinya semua orang dibumi itu suka, tapi Sara tidak akan suka kalau di beri uang secara cuma-cuma begitu," ungkap Ryuzen.


"Oh iya benar juga."


"Sudahlah lupakan saja, salahku juga minta pendapat sama pria yang seumur hidup tidak punya pacar sepertimu. Kenzo kau cari pacar sana!" ujar Ryuzen.


~~


Sara kini tengah pergi ke salah satu supermarket di salah satu mall besar, untuk berbelanja bahan masakan untuk ia masak nanti malam.


"Aku masak apa ya... Ryuzen tidak pernah pilih-pilih makanan, tapi karena ini sebagai ucapan terima kasihku padanya, aku harus masak makanan yang paling dia suka."


Sara masih berpikir ingin masak apa, hingga akhirnya ia melihat daging dan memutuskan akan masak yakiniku dan sup jamur untuk Ryuzen.


Sara mengambil daging dan bumbu-bumbu lainnya, setalah itu Sara ke pergi ke tempat sayuran dan buah. Lucunya Sara dibuat tersenyum geli kala melihat paprika yang telah berhasil mencuri perhatiannya, ia pun mengambil paprika itu.


"Kau tahu, Ryuzen dan Arvin benci sekali padamu, padahal kau kan sayuran yang sehat," bisik Sara pada paprika ditangannya, sambil tertawa kecil mengingat suami dan anaknya benci makan paprika. Puas tertawa, Sara pun kembali fokus berbelanja.


"Bahan masakan sudah, sayur sudah, sepertinya sekarang tinggal belanja buah-buahan."

__ADS_1


Sara menuju ke tempat dimana buah jeruk berada, saat hendak memilah-milah jeruk untuk dimasukannya keranjang, tangan Sara tidak sengaja tersenggol tangan orang lain.


"Maaf," ujar Sara diikuti permintaan maaf dari orang yang juga menyenggolnya.


"Maaf nona, eh...?"


Kedua mata itu saling melihat dan,


"Jesper? Kita bertemu lagi!"


"Oh jadi kau belanja juga?" balas Jesper


"Ya begitulah, nasib pria single di usia hampir 26 tahun," kelakar Jesper.


"Hehe Jes, kau bisa saja!"


"Kau sepertinya akan masak spesial ya hari ini?" tanya Jesper pada Sara.


Sara pun tersenyum dan mengiyakan.


"Apa untuk makan malam dengan suamimu?"


"Ya begitulah, ini sebagai rasa terima kasihku karena dia sudah membantuku kemarin," jawab Sara yang tiba-tiba jadi canggung begini.


"Beruntungnya Ryuzen Han," lirih Jesper dengan tatapan sendunya.


"Oh iya aku baru ingat! Jes sebenarnya aku ingin sekali membelikan hadiah untuk Ryuzen, tapi aku bingung. Kau mau tidak bantu aku mencarikan hadiah untuk Ryuzen?" pinta Sara.


"Membantumu mencarikan hadiah untuk pria lain, jujur aku tidak sudi Sara. Tapi jika itu bisa membuatmu senang pasti aku bersedia."


"Tentu saja, mari kita belikan hadiah untuk suamimu yang terkenal flamboyan itu," kata Jesper dengan nada bercandanya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


Like, comment, vote kuy ๐ŸŒท๐ŸŒท


__ADS_2