
Keesokan harinya di C-lovely Florist.
Sara yang baru saja tiba, langsung di buat bingung melihat wajah muram Thomas dan pegawai lainnya.
"Ada apa?" tanya Sara.
"Kak Sara kita punya masalah besar!" ujar Rina terlihat putus asa.
"Masalah apa? Coba kalian jelaskan padaku!"
Thomas pun langsung menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
"Apa?! Bagaimana bisa bunga-bunga itu layu dan kelopaknya rusak semua hanya dalam semalam! Bukankah sudah di simpan dan di persiapkan dengan baik.
Bagimana ini...! Kurang dari 3 jam lagi kita harus sudah mengirim dua ribu tangkai mawar itu ke pelanggan," ucap Sara memandangi, bunga-bunga pesanan pelanggannya yang hampir rusak semua.
"Bagaimana kalau kita beli dari toko lain saja?" usul Rina.
"Tidak bisa, mungkin jika hanya 50 hingga 500 tangkai masih bisa, tapi 2000 tangkai mana mungkin dalam waktu hitungan jam? Belum lagi kualitas bunga mereka pasti berbeda dengan milik kita," jelas Thomas.
Sara tidak tahu harus bagaimana lagi, dirinya bingung apa yang bisa ia lakukan saat ini?
~Ruangan Ryuzen
Ryuzen tengah menerima telepon dari Kenzo.
Ryuzen : Ada apa?
Kenzo : Tuan ada masalah di tokonya Nona Sara, Aku baru saja dapat kabar, jika ribuan bunga di C-lovely semuanya layu dan rusak tiba-tiba, padahal itu hari ini juga harus diantar ke pelanggan. Dan saat ini Nona Sara dan pegawai lainnya terlihat bingung.
Ryuzen : Begitu kah?
Kenzo : Ya, lalu apa yang harus kita lakukan Tuan muda?
Ryuzen : Tidak mungkin bunga yang kemarin masih sangat segar, tiba-tiba layu dan rusak secara bersamaan. Sekarang kau coba selidiki hal itu, karena aku yakin itu pasti ulah orang lain.
Kenzo : Baik bos!
*Menutup panggilan
Ryuzen mengangkat ponselnya, kali ini ia mencoba menghubungi seseorang. Ryuzen ternyata menghubungi Henri Ang.
"Hallo, Kak Henri aku mau kau suruh pagawaimu, kirim 2000 tangkai bunga mawar dari perkebunan keluarga Han dalam waktu kurang dari 2 jam, bisakan?"
"Oke terimakasih kak, alamatnya akan aku kirim setelah selesai panggilan ini."
*Mematikan panggilan
~Toko C-lovely
Saat tengah di pusingkan dengan masalahnya, ditambah ponsel Sara yang tiba-tiba berdering, ternyata pesan dari Ryuzen.
"Ada apa dia mengirimiku pesan jam segini? Tidak biasanya." Sara pun langsung membuka pesan dari Ryuzen tersebut.
Pesan dari Ryuzen ;
__ADS_1
Sara, aku lapar.
"Mengirimi pesan hanya untuk bilang seperti itu! Ryuzen ayolah, aku sedang tidak bisa bercanda saat ini. Tapi, aku tidak boleh ketahuan olehnya sedang panik"
Balasan dari Sara ;
Kalau lapar ya kau makan, kenapa malah mengirim pesan padaku?
Ryuzen ;
Aku lapar mau memakanmu
Sara ;
Dasar mesum!
Ryuzen ;
Kau sedang kesal ya?
Sara ;
Siapa bilang, memang kau bisa lihat?
Ryuzen ;
Auramu terasa jelas dari ketikanmu itu.
Sara ;
Ryuzen ;
Menurutmu aku bercanda atau tidak?
Sara ;
Bercanda, tapi sayang, tidak lucu sama sekali.
Ryuzen ;
Aku bukan badut wajar tidak lucu, lagi pula mana ada badut sekeren diriku.
Sara ;
Ya kau selalu benar, apa lagi?
Ryuzen ;
Tidak, aku hanya merasa aura kebodohanmu tidak hilang padahal hanya berkomunikasi lewat tulisan.
Sara ;
Intinya kau itu sedang tidak ada kerjaan, oleh karena itu kau menjadikanku sebagai objek untuk kebosananmu, iya kan?
Ryuzen ;
__ADS_1
Kau sendiri yang bilang begitu ya.
Sara ;
Menyebalkan!
Ryuzen ;
Sara, kalau ada masalah santai saja jangan panik! Nanti bodohmu jadi makin kelihatan lho...
"Eh, dia sedang menasehatiku atau memang ingin meledekku?"
Sara ;
Iya, iya aku harus kembali kerja sekarang, kau juga harusnya melakuan pekerjaanmu, karena aku tidak percaya salah satu CEO paling sibuk di dunia sepertimu itu nganggur jam segini.
Ryuzen ;
Oke!
Ryuzen tersenyum simpul setelah membalas pesan terkhirnya.
"Setidaknya setelah berbalas pesan denganku, mungkin rasa panik dan bingungnya bisa bekurang "
**
"Ya ampun, gara-gara Ryuzen aku malah mengobrol dengannya bukan malah ikut berpikir soal masalah ini, tapi karena dia aku jadi tidak terlalu tegang akan masalah ini." ujar Sara
beberapa saat setelah berbalas pesan dengan Ryuzen, Rina memanggil Sara dan mengabarkan sesuatu.
"Kak Sara, cepet kau ikut aku dan lihat!"
"Ada apa Rina? Ala maksudmu?" tanya Sara yang bingung dengan ucapan Rina.
"Sudah kau ikut saja, nanti juga kau akan lihat," ucap Rina, yang kemudian menarik lengan Sara supaya mau mengikutinya.
~
Sara kaget melihat ada mobil truk mengangkut ribuan bunga mawar yang datang entah dari mana datangnya.
"Ini...! Ini, bunga mawar dari mana Thomas?" tanya Sara yang penasaran sekaligus kaget.
"Entahlah, aku juga tidak tahu darimana, yang jelas kurir bilang bunga-bunga ini memang ditujukan ke alamat toko kita," jelas Thomas yang juga terlihat belum yakin.
"Siapa yang mengirimi bunga-bunga ini? Bagaimana dia tahu jika toko ini butuh bunga-bunga ini sekarang?" batin Sara bertanya-tanya.
"Sara, sudah kau jangan melamun. Lebih baik kita manfaatkan bantuan kiriman bunga-bunga ini, kita sudah tidak punya banyak waktu, pelanggan kita sudah menunggu pasti," ujar Thomas.
Sara pun menyetujui ucapan Thomas dan bergegas, pergi ke tempat pelangganya yang sudah menuggu.
"Kau benar Thomas, baiklah ayo kita pergi."
"Siapa pun kau yang telah membantu kami dengan mengirimkan bunga-bunga ini. Aku benar-benar berterima kasih. Aku berdoa agar hidupmu selalu bahagia dan indah layaknya bunga-bunga," ungkap Sara di dalam lubuk hatinya.
Vote, comment dan like ya gaiss. votenya yang kenceng ๐
__ADS_1