
Sara hari ini pulang lebih awal dari jam kerjanya yang biasanya, karena ini dirinya juga sudah berjanji akan menemani Ryuzen untuk berkuda bersama teman-temannya. Sebelum pergi pulang Sara menyempatkan diri untuk mengecek ponselnya, ternyata ada pesan dari Ryuzen.
Pesan dari Ryuzen
Bersiaplah tuan putri, hari ini kau akan naik kuda bersama pangeranmu.
Sambil tertawa kecil Sara membalas pesan dari Ryuzen itu.
Pesan dari Sara
Kenapa sekarang tuan muda Han jadi pandai berkata-kata romantis ya?
Pesan dari Ryuzen
Aku hanya romantis pada istriku.
Pesan dari Sara
Baiklah pangeran berkudaku, aku tunggu kau dalam waktu kurang dari 40 menit.
Pesan dari Ryuzen
Laksanakan tuan putri!
Ruzen segera bangun dari kursinya, kemudian mengambil jasnya dan bergegas untuk pulang dan menjemput Sara pergi ke tempat arena berkuda hari ini.
"Tuan! Kau akan pulang sekarang?" tanya Kenzo yang baru saja mau menemui Ryuzen.
"Ya!" Ryuzen melangkah pergi melewati Kenzo.
"Tapi aku baru saja-"
"Kau tetap di sini dan kerjakan yang aku perintahkan tadi!" ujar Ryuzen sebelum benar-benar pergi
"Ba... baik!" balas Kenzo pasrah.
"Selalu saja begini! Tapi baiklah akan aku tunjukkan pada semua, jika aku adalah asisten terbaik di muka bumi ini!" ujar Kenzo dengan semangat.
~~
Villa constel
Ryuzen dan Sara kini sudah bersiap untuk berangkat ke arena berkuda. Mereka sudah mengenakan outfit berkudanya.
"Kau nampak luar biasa Sayang!" puji Ryuzen yang baru pertama kali melihat Sara mengenakan outfit berkuda seperti ini.
"Terima kasih," balas Sara terlihat senang.
"Kalau begitu, mari kita berangkat!" Ryuzen mengulurkan tangannya, mengisyaratkan dirinya sudah siap menggenggam Sara dan berangkat pergi. Sara pun menyambutnya dengan senang hati.
~Equestrian Park
Sara dan Ryuzen baru saja tiba di tempat pacuan kuda, disana sudah ada Yoshiki, Jason, dan Alin Yifei yang sudah menunggani kuda mereka masing-masing.
"Halo bos! Kalian sudah sampai?" ujar Jason yang tengah menggiring kuda berwarna coklat miliknya.
__ADS_1
Sara pun menyapa mereka dengan ramah.
"Hai Jason, Kak Alin, Kak Yoshiki! Apa kabar?"
"Kami baik Sara," balas Yoshiki yang kini sudah turun dari atas pelana kuda miliknya.
Alin sejak tadi memandangi Sara, lalu seperti biasa akan memeluk Sara dengan gemas.
"Uh... Sara betapa kerennya kau pakai pakaian begini, hati-hati ya dalam berkuda, " tukas Alin yang masih memeluk gemas Sara.
Sara pun hanya tertawa geli dibuatnya.
"Terima kasih pujiannya kak Alin!"
"Sara kau mau ikut denganku bertemu Archie dan Arshad? " Ujar Ryuzen.
"Archie, Arshad?" Sara bingung.
"Archie dan Arshad adalah kuda-kuda milik Ryuzen," sahut Yoshiki.
"Kau punya kuda sendiri?" ujar Sara menoleh ke arah Ryuzen.
"Ikut aku!" Ryuzen menarik Sara dan mengajaknya ke kandang dimana Archie dan Arshad berada.
Ryuzen mengeluarkan Archie dari kandangnya. Archie sendiri adalah seekor kuda frisian berwarna hitam dan Arshad adalah kuda jenis thoroughbred berwarna coklat miliknya. Melihat kuda-kuda itu, wajah Sara berubah menjadi begitu sumringah, tanpa ragu ia menyentuh Archie dan Arshad dan mengusap mereka dengan lembut.
"Kau cepat akrab dengan hewan?" tukas Ryuzen melihat Sara yang dapat dengan mudah akrab dengan kuda-kuda miliknya.
"Kau mau menunggangi mereka?" tanya Ryuzen.
Sara dengan cepat menganggukan kepalanya, yang berarti iya.
"Tentu!" Ryuzen pun meminta pengurus peternakan kuda itu mengajak Sara melihat-lihat kuda yang ada. Setelah melihat-lihat, Sara pun dibuat jatuh hati oleh seekor kuda andalusia berwarna putih yang terlihat menawan. Istri Ryuzen itu langsung mendekati kuda andalusia itu, dan mengelusnya. Seolah menyambut baik Sara kuda itu pun mendengus.
"Kau suka dia?" tanya Ryuzen pada Sara.
"Ya aku suka dia, dan karena dia perempuan aku akan memanggilnya Viona," ucap Sara kemudian mengelus kembali kepala kuda andalusia itu.
"Owh! Jadi ternyata kalian berdua sudah ada disini ya!" ujar seorang wanita yang baru saja datang. Dia adalah Erika yang datang dengan dandanan super stylish dan pastinya kelihatan sangat keren.
"Hai Erika!" sapa Sara dengan ramah.
"Hai!"
"Ryuzen, apa kau kemari melihat Archie dan Arshad?" Erika mendekati Ryuzen dan Sara yang kini berada di depan kandang Viona.
"Ya, kebetulan sudah lama tak melihat dan menunggangi Archie dan Arshad. Kebetulan Archie sepertinya sedang bersemangat dan aku akan menunggangginya.
"Begitu ya? Bagaimana kalau kita menunggang kuda bersama-sama?" usul Erika.
Sara melihat ke arah Erika yang kini tengah mengeluarkan seekor kuda berwarna coklat muda miliknya, dan menggiringnya.
"Oh iya Sara, kenalkan ini Jessy kuda milikku. Rencananya dulu saat aku dan Ryuzen sama-sama membeli kuda. Kami akan menikahkan kuda kami dan..."
"Sudahlah! Sekarang kita ke area pacuan kuda."
__ADS_1
Ryuzen segera menggiring Archie keluar kandang. Sebelumnya ia menoleh ke arah Sara yang ia pikir akan kesulitan menggiring Viona.
"Kau bisa melakukannya?" Ryuzen memastikan.
"Kau bisa lihat sendiri kan?" balas Sara yang sudah berhasil mengeluarkan Viona dari kandangnya.
Dan mereka bertiga pun keluar dari kandang sambil menggiring kuda milik mereka masing-masing, menuju ke area berkuda bergabung bersama yang lainnya.
"Karena kita sudah berkumpul bagaimana kalau kita berjalan-jalan," tutur Jason.
"Nope! Aku punya ide yang lebih bagus dan pastinya lebih seru!" Semua pun seketika melihat ke arah Alin yang berkata memiliki gagasan ide barusan.
"Apa idemu? Jangan bilang kau buat ide konyol lagi!" kata Jason.
"Tidak! Kali ini ide yang sangat bagus kita berjumlah enam orang, kenapa kita tidak bertanding satu lawan satu saja! Bagaimana?"
Mendengar hal itu Ryuzen tentu saja akan setuju-setuju saja. Pun dengan Erika yang sejak tadi sudah setuju.
"Kalau aku sudah pasti setuju saja, tapi tidak tahu kalau Sara, apa dia akan setuju. Mengingat dia kan baru sekali dan tidak familiar dengan aktifitas berkuda seperti ini." Erika menatap seolah mengejek Sara yang ia anggap sebagai amatiran dalam hal itu.
"Sayang, kau tidak perlu harus ikut. Tidak ada yang boleh memaksamu disini," ucap Ryuzen yang mencoba melindungi Sara agar tak dipaksa ikut permainan Alin.
Tapi bagi Sara hinaan Erika barusan, adalah hal yang tak bisa ia abaikan begitu saja. Bagaimana pun ia harus menunjukkan jika dia tidak bisa di rendahkan hanya karena, status sosialnya yang bukan berasal dari keluarga kaya raya seperti Ryuzen dan teman-temannya.
Sara mencoba meyakinkan suaminya tersebut, "Ryu kau tenang saja, walau tak sehebat Erika tapi aku bisa kok!"
"Baiklah, aku akan percaya padamu," balas Ryuzen.
"Maaf tapi aku tak ikut, asam lambungku sedang bermasalah. Jadi aku tidak bisa ikut!" ucap Yoshiki.
"Kalau yoshiki tak ikut lalu bagaimana...."
"Bagaimana jika aku bergabung!" tandas seseorang yang baru saja keluar dari kandang kuda sambil menggiring kuda.
"Rony!" pekik Sara dalam hati melihat Rony yang ternyata juga datang.
Ryuzen dengan santainya menyapa keponakannya itu, "Hai Rony! Rindu berkuda juga kah?"
"Lebih tepatnya rindu bersaing di arena pacuan kuda!" ucap Rony menatap sinis pada pamannya itu. sambil sesekali melirik ke arah Sara yang berada tidak jauh dari tempat dimana Ryuzen berada saat ini.
"Baiklah! Baiklah! Supaya menambah ketegangan lawannya kita tentukan dengan undian. Orang yang mendapatkan nomor yang sama maka dialah lawan kalian!" jelas Alin, yang kemudian menggenggam beberapa lembar kertas yang telah digulung, dan sudah di beri nomor di dalamnya. Mereka pun mengambil kertas itu satu persatu, dan membukanya secara bersamaan.
"Dua!" ujar Sara.
Erika tersenyum seolah meremehkan, "Jadi... kita akan bersaing ya Sara!"
Sara melihat ke arah Erika, "Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk bersaing ya Erika!"
"Ryu, kau tahu Erika pandai berkuda bagaimana kalau istrimu sampai kalah," bisik Jason pada Ryuzen.
"Aku juga khawatir, tapi Sara memintaku untuk percaya padanya jika dia mampu."
"Kalau yang lainnya dapat nomor berapa?" Tukas Alin.
๐น๐น๐น
__ADS_1
Bersambung....
LIKE, COMMENT, VOTE ๐