Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 129


__ADS_3

"Jadi kau merasa, kalau saat ini Sara itu seperti sedang diikuti oleh seseorang. Begitu maksudmu Jesper?" Ujar Gina setelah mendengar cerita Jesper barusan tetang yang dialami oleh Sara.


"Iya, aku pikir begitu, karena meski yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal itu, hanya bunga, tapi hal seperti itu tetap saja seperti teror yang mengganggu Sara, " jelas Jesper.


"Yang kau bilang benar juga sih...! Lalu apa yang sudah Sara lakukan?" Tanya Gina yang penasaran dengan sahabatnya itu.


"Itu dia, kau tahu? dia bahkan tidak memberitahukan hal ini pada Ryuzen."


"Apa!" Ujar Gina tidak menyangka.


"Kau pasti kaget juga kan, kadang aku pun sampai bertanya-tanya, sebenarnya pola pikir Sara itu seperti apa, aku juga heran. "


Gina kali ini benar-benar jadi geleng-geleng kepala dibuatnya, "Si bodoh itu kenapa sih! Padahal dia punya suami yang mungkin bisa dengan mudah menyelesaikan masalahnya. Tapi malah begini, terkadang aku ingin sekali meng-upgrade isi kepala sahabatku itu huh!" Ujar Gina yang gemas pada Sara saat ini.


Melihat Gina kesal dan marah-marah begitu sambil makan, bukannya kesal malah membuat Jesper jadi tertawa geli dibuatnya.


"Kenapa kau malah tertawa? Memangnya ada yang lucu? Aku ini sedang kesal dengan sahabatku, yang kemungkinan isi otaknya itu perlu diperbarui, kau malah tertawa!" Omel Gina, yang kemudian kembali menyumpal mulutnya dengan makanan lagi.


"Iya aku tahu, kau marah begitu karena khawatir kan? Tapi ayolah Gina... kau jangan emosi sambil makan begitu. Nanti kau bis tersedak," kata Jesper mengingatkan.


"Habis aku harus bagaimana? Dia itu benar-benar suka sekali membuat orang khawatir. Terkadang aku merasa dirinya yang terlalu baik itu, malah membawanya pada kebodohan yang akan menciptakan masalah untuk dirinya sendiri. Huft! Untung saja, Arvin tidak mewarisi kebodohan dirinya itu, ckck dasar kau Sara...!" ujarnya sambil menggelengkan kepala karena heran memikirkan cara berpikir sahabatnya itu.


Berbeda dengan Gina, Jesper kini malah terlinat sedang berpikir serius, sepertinya dirinya tengah memikirkan cara membantu Sara. Melihat pria yang dicintainya itu begitu mengkhawatirkan wanita lain. Sungguh! Hal itu benar-benar membuat Gina sedih, sekalipun wanita yang dimaksud adalah sahabatnya sendiri.


"Kau pasti khawatir sekali dengannya ya?" Tanya Gina dengan nada suara rendah.


"Ya begitulah!" Angguk Jesper.

__ADS_1


Senyum getir itu kembali menghiasi wajah Gina.


"Gina, bagaimana pun keadaannya, aku harus bisa membantu Sara mencari tahu soal orang itu. Aku harus tahu motif orang itu pada Sara apa, aku takut itu semua ternyata jebakan yang akan membawanya pada masalah yang gawat."


Gina terperanjat sadar. Jesper benar, seharusnya aku khawatir pada Ssra bukan malah cemburu padanya, mengingat dirinya adalah istri seorang Ryuzen yang harus diakui pasti memilik banyak musuh dan pesaing.


"Kau benar Jesper, kita harus membantu Sara. Aku tidak mau, jika sampai sahabatku itu terkena masalah besar lagi seperti waktu itu," ungkap Gina mengingat kasus lalu yang sampai menyeret Sara masuk ke ruang persidangan.


Jesper memicingkan matanya. "Waktu itu? Maksudmu... kasus pembunuhan yang dituduhkan pada Sara tanpa bukti jelas, yang akhirnya sampai harus menyeretnya ke pengadilan beberapa waktu lalu?"


"Benar! Oh jadi kau juga tahu soal berita itu, saat masih di luar negeri?"


"Tentu saja, beberapa media di paris pernah memberitakan kasus itu beberapa kali. Dan yang paling menyedihkan buatku adalah, aku tidak ada disana untuk membantunya di saat itu." Sesal Jesper dengan mimik wajah yang terlihat kecewa pada dirinya sendiri.


"Sudahlah Jes, masalah itu sudah berlalu. Kau tidak perlu merasa bersalah begitu, toh semua kejadian itu sudah selesai, dan Sara juga baik-baik saja kan sampai saat ini. Lagipula, Sara punya seseorang yang sudah pasti bisa melindunginya kok!"


"Ya kau benar! Ada tuan Han yang bisa melindungi dan membantu Sara kapan saja," Tukas Jesper yang malah merasa semakin tidak berguna.


"Oh ayolah Jes, kau harus semangat jika ingin menolong Sara bukan?" Gina mencoba menaikan lagi mood Jesper. "Ya kau benar!" balas Jesper. Tapi meski begitu, tetap saja ada rasa bersalah dihati Jesper. Waktu itu aku tidak ada untuk Sara, kali ini aku pastikan aku akan membantunya, apapun itu.


Apakah dipikiranmu benar-benar tidak tersebesit nama wanita lain selain Sara? Tidak bisakah aku sedikit saja masuk ke dalam ruang pikiran dan hatimu Jes?


~~


Ryuzen dan Kenzo akhirnya kembali ke Emerald, pasca mengunjungi kediaman Jordan Han. Kini Ryu tengah berjalan menuju ke ruang kerjanya. Sementara itu, Kenzo yang berjalan mengikutinya dari belakang, tampak diam saja melihat bosnya yang sejak kembali dari kediaman ayahnya itu, sama sekali tidak bicara. Ekspresinya pun terlihat lebih dingin dari biasanya. Seperti ada hal yang memicu suasana hatinya jadi tidak menentu.


Sebenarnya apa yang terjadi antara tuan muda dan ayahnya? Kenapa sejak kembali dari kediaman tuan Jordan, tuan muda tidak banyak bicara. Seperti ada hal yang mengacaukan pikirannya. Tapi apa ya? Kenzo benar-benar dilanda keingintahuan akan bosnya itu.

__ADS_1


Setibanya Ryu di ruangannya, ia langsung mengambil sebotol anggur di lemari penyimpanan dan meneguknya saat itu juga. Ryuzen melentingkan tubuhnya di kursi dengan serampangan, kemudian kembali meneguk botol anggur yang di pegangnya itu. Di waktu yang sama, Kenzo yang masih berada di ruangan yang sama dengan Ryu tampak kikuk. Dirinya tidak tahu harus bagaimana sekarang, pasalnya ia belum berani buka mulut, karena jika ia bicara, salah - salah dirinya nanti yang malah kena semprot bosnya itu. Tapi Kenzo sungguh ingin tahu, apa sebenarnya yang telah terjadi dengan bosnya saat mengunjungi kediaman Jordan tadi.


Aku tanya tidak ya? Huh menyebalkan! Tapi lebih baik aku keluar dulu saja daripada aku bertanya, tapi tidak dapat jawaban.


"Um..., Tuan. Jika tidak ada lagi yang ingin dibicirakan denganku, bisakah aku permisi dulu untuk...."


"Kenzo!"


"Ya Tuan,siap!" ujar Kenzo sigap.


"Sepertinya aku tahu siapa yang membantu Biyan Dao melarikan diri," tukas Ryuzen tiba-tiba.


"Benarkah itu?" Tanya Kenzo penasaran siapa orang itu. "Aku yakin sekali, dialah yang telah membantu Biyan kabur."


Sejatinya Kenzo masih belum paham, dia yang dimaksud oleh tuanya tersebut."Dia itu... maksudmu siapa tuan?" Tanya Kenzo yang ingin tahu siapa orang yang dimaksud olah Ryu.


"Siapa lagi, kalau bukan pria pecundang dari anglo yang bodoh itu!" Terang Ryuzen dengan tatapan mengejek.


🌹🌹🌹


Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...


Author secara personal ingin berterima kasih pada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Oh iya, meski sering novelnya suka slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian. Dan buat yang udah baca, agar jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa untuk bantu di SHARE, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti buat aku.


Oh iya temen-temen, jangan lupa juga ya buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊

__ADS_1


FYI : Dalam waktu dekat ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏


 


__ADS_2