Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 41 : Tinggal disini.


__ADS_3

Keesokan harinya, Arvin yang sudah di perbolehkan pulang, tanpa di rencankan tiba-tiba saja dijemput oleh Ryuzen dan Kenzo. Di Dalam Mobil Arvin duduk di antara Ryuzen dan Sara.


"Mereka terlihat seperti keluarga sungguhan," pikir kenzo melihat mereka dari kaca spion depan mobilnya.


"Paman, kita mau kemana?" tanya Arvin yang tidak tahu kemana Ryuzen akan membawanya.


"Pulang," jawab Ryuzen, Namun Arvin menyadari jika ini bukan jalan menuju rumahnya.


"Ryuzen kau mau bawa kami, ke villa kah?" tebak Sara. Ryuzen yang tidak menjawab Sara malah tersenyum penuh intrik.


"Arvin kau suka hadiah dariku?" tanya Ryuzen.


"Tentu saja, di sekolah pun teman-temanku tidak ada yang punya seperti yang kau berikan padaku," ungkap Arvin.


"Selain action figure, kau suka apa lagi...?" tanya Ryuzen.


"Banyak...! Aku juga suka sekali pesawat tempur, main basket, sepeda, tapi... dari semuanya, yang aku paling suka adalah tembak-tembakan dan pistol" terang Arvin yang sambil menirukan gaya menembak dengan tangannya.


"Kau juga suka menembak kah?" tanya Ryuzen.


Arvin mengangguk mengiyakan.


"Mau aku ajari?"


"Kau... mau mengajariku Paman?


"Tentu, kalau kau memang mau," balas Ryuzen santai.


"Tentu saja, aku mau!" ujar Arvin dengan gembira.


Tiba-tiba Kenzo yang menyetir pun ikut masuk pada obrolan antara Ryuzen dan Arvin.


"Tuan kecil, kau tahu tidak? Kemampuan menembak Tuan Muda Ryuzen sangat luar biasa loh. Oleh karena itu kau beruntung bisa diajari olehnya," papar Kenzo.

__ADS_1


"Benarkah, kau sangat ahli dalam menembak?" tanya Arvin pada Ryuzen yang tetap dengan ekspresi datarnya.


"Kalau kau ingin tahu, lihat saja nanti saat aku ajari dirimu," balas Ryuzen santai.


"Paman Ryuzen memang sangat hebat! Bukan hanya terkenal dan kaya raya, tapi dia juga keren. Benar-benar pasangan yang cocok untuk mami," Seru Arvin dalam hati.


Mendengar percakapan dua orang pria disampingnya, membuat ekspresi wajah sara terlihat jengkel karena merasa putra satu-satunya melupakannya dan lebih memilih Ryuzen.


"Sepertinya suasana hati Nona Sara sedang tidak enak?" kata Ryuzen sengaja bicara begitu memanas-manasi.


"Mami tidak perlu iri begitu, walaupun aku suka paman Ryu, kau tetap nomor satu kok!" ucap Arvin pada Sara dengan wajah polosnya.


"Ya... terserah kau saja Arvin," sahut Sara pasrah.


"Sepertinya mami-mu itu sedang bad mood, biasanya apa yang membuat dia kembali bersemangat?" tanya Ryuzen pada Arvin.


Arvin pun meminta Ryuzen merendahkan kepalanya kemudian membisikan kata-kata,


Mendegar hal tersebut, membuat Ryuzen agak tergelitik.


"Wanita ini memang menarik..!" pikir Ryuzen tersenyum penuh intrik


~


Mereka pun akhirnya tiba di villa constel.


"Mami, kita akan tinggal disini?" ujar Arvin yang kagum dan senang bisa tinggal di bangunan yang lebih besar dari rumahnya saat ini.


"Iya, tapi hanya sampai lukamu benar-benar pulih."


"Kalau pun kau mau tinggal disini terus juga tidak masalah," sahut Ryuzen pada Arvin.


"Benarkah?" kata Arvin yang mengira Ryuzen tidak serius.

__ADS_1


"Tentu saja, ini semua milikku jadi boleh atau tidak kau tinggal di sini, itu keputusanku. Iyakan Sara?" ucap Ryuzen tersenyum penuh intrik ke arah Sara.


"Hais, pria ini memang paling pandai memainkan situasi." Sara lalu menghela nafas.


"Oke, kalau begitu kau dan Arvin istirahat saja. Aku masih ada urusan di luar," Seru Ryuzen pada Arvin dan Sara yang masih harus pergi.


Mendengar Ryuzen mengatakan hal itu, tiba-tiba Sara jadi ingat akan skandal-skandal Ryuzen dengan banyak wanita-wanita cantik di luar sana.


"Urusan apa jam segini? Apa mungkin dia mau menemui pacar-pacarnya? Sara! memang apa pedulimu, kalau pun iya juga itu buka urusanmu kan!" ungkap Sara dalam di hatinya melihat Ryuzen yang kini telah pergi.


~~


~Hotel Gloria


Setelah pulang berjalan-jalan dan bersenang-senang menghabiskan uang pemberian Ryuzen. Tina kembali ke Hotel Gloria.


"Tidak kusangka, sebentar lagi aku akan jadi orang paling kaya di negeri ini setelah aku berhasil mendapatkan Ryuzen Han," ujar Tina yang kini tengah mencoba-coba pakaian dan sepatu yang baru ia belinya tadi. Tina berpikir dirinya harus berdandan secantik dan semenarik mungkin demi menarik perhatian Ryuzen, ia berkaca di depan kaca besar dan membanggakan dirinya.


"Aku sangat cantik, bagaimana mungkin pria menolakku. Termasuk Ryuzen Han," kata Tina dengan begitu percaya diri.


Tiba-tiba pintu kamar Tina terbuka dan ternyata yang datang adalah Ryuzen.


"Wow... kebetulan sekali," ungkap Tina dalam hati


Tina pun menyambut Ryuzen, dan sengaja berpakaian sangat minim untuk menggoda Ryuzen.


"Tuan Han, ternyata kau datang?" ucap Tina yang kini telah mengenakan pakaian dengan balahan dada rendah dan super ketat.


"Tentu saja aku datang, aku kan sudah mengatakannya, dari awal kalau aku akan menemuimu."


Bersambung...


Like, comment, dan vote dulu boleh lah... thank you 🌷

__ADS_1


__ADS_2