Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 72 : Terkejut part. 2


__ADS_3

"Oh Tuhan! Bagaimana mungkin ada Rony disini?!" Seru batin Sara. Dirinya kini terlihat canggung, bahkan tidak berani melihat ke arah Rony.


"Selamat malam semua, maaf aku dan Istriku datang terlambat," ujar Ryuzen.


Ryuzen pun tiba-tiba merangkul pinggang Sara, Sara yang paham maksud rangkulan Ryuzen itu pun, langsung memberi ucapan selamat malam kepada semuanya.


"Selamat malam semua, maaf atas keterlambatan kami," ucap Sara membungkuk.


"Sudahlah tidak apa-apa, hal itu wajar mengingat kalian masih termasuk pasangan baru yang sejatinya, masih ingin menikmati waktu berdua, iya kan nek?" kelakar Henri Ang.


"Henri benar, ayo kalian berdua silakan duduk," ucap Nenek Ivy mempersilahkan Ryuzen dan Sara duduk.


Ryuzen menarik kursi yang terletak di sebelah Rony, "Sara, silakan duduk!" ujar Ryuzen.


"Terima kasih," balas Sara yang kemudian langsung duduk.


"Ryuzen, aku tahu kau sengaja melakukan hal ini terhadapku, di hadapan Rony kan?"


"Hai Rony, kenapa kau terlihat diam hari ini?" tanya Ryuzen yang baru saja duduk di samping Sara.


"Um.., tidak, tenggorokanku hanya sedikit tidak enak, jadi tidak bisa terlalu banyak bicara," ungkap Rony menutupi suasana hatinya yang sebenarnya sedang kacau balau.


"Begitukah? Oh iya, ini Sara istriku, kau belum berkenalan dengannya kan? Atau jangan-jangan tanpa diketahui olehku, kalian sudah saling mengenal satu sama lain?" ujar Ryuzen dengan fake smile-nya.


Sara benar-benar tidak nyaman mendengar ucapan Ryuzen barusan, seakan dia menyindir dirinya dan Rony ada main dibelakangnya.


"Kenapa jadi begini? Ya Tuhan, bagaimana bisa selama ini aku tidak tahu kalau Rony adalah keponakannya Ryuzen. Kalau seperti ini aku jadi terasa seperti ,wanita yang ketemu selingkuhan di depan suami, walau nyatanya aku dan Rony hanyalah teman biasa." ungkap batin Sara.


Sama halnya dengan Sara, Rony juga terlihat canggung dan lebih banyak diam saat ini.

__ADS_1


"Bagaimana ini? Aku tidak mungkin mengatakan jika Sara adalah perempuan yang aku sukai, apalagi di hadapan semua keluargaku."


"Oh iya kita belum berkenalan, Aku Rony Ang, senang bertemu denganmu," ucap Rony pada Sara


".... Aku Sara, senang bertemu denganmu juga," balas Sara yang kini benar-benar merasa tidak nyaman.


"Heh, pura-pura tidak saling mengenal? Akting yang buruk!" cibir Ryuzen di dalam pikirannya.


Ryuzen melirik tajam ke arah Sara dan Rony yang terlihat canggung, terutama Rony yang biasanya banyak bicara jadi lebih banyak diam. Hal itu sangat terlihat aneh bagi Ryuzen melihat keponakannya diam seperti itu.


Ryuzen pun sengaja membuat situasi antara Sara dan Rony semakin canggung.


"Sayang, kau mau pesan apa?" ucap ryuzen pada Sara.


"Sejak kapan dia memanggilku sayang? Ryuzen ini pasti sengaja bersikap begini, pasti dia ingin membalasku karena berbohong padanya kemarin."


Tidak mau semua jadi makin kacau, Sara pun akhirnya mengikuti permainan Ryuzen dengan, berpura-pura terlihat mesra dengannya di hadapan keluarga besarnya.


"Istriku kenapa tiba-tiba jadi manja begini?" balas Ryuzen menatap Sara.


"Aku harus bersikap begini, kalau tidak dia pasti pria ini, akan terus saja membuatku semakin sulit disini."


"Kalau kau manja seperti ini, jangan salahkan aku jika aku lebih tertarik memakanmu dibanding makanan yang ada disini," bisik Ryuzen menggoda Sara.


"Ryuzen, kau ini sebenarnya manusia jenis apasih...!" ujar Sara kesal namun ia tahan.


"Menurutmu jenis apa?," tanya Ryuzen mengecup daun telinga Sara, yang berhasil membuat wajah Sara jadi memerah.


"Pasangan muda sekarang memang selalu terlihat mesra dimana saja ya?" kelakar Henri Ang melihat kelakuan Ryuzen dan Sara.

__ADS_1


"Oh, ayolah Kalian berdua.., jangan buat tempat ini seolah rumah kalian," gerutu Miya, kakak Ryuzen.


Tidak tahan melihat Sara dan Ryuzen, Rony memutuskan untuk pergi keluar mencari angin.


"Aku pergi keluar dulu cari angin," kata Rony, yang langsung beranjak dari kursinya dan pergi.


Melihat hal itu Ryuzen pun seolah tersenyum puas.


Makan malam pun berjalan, sedangkan Rony tidak juga kembali, Sara pun bertanya-tanya dalam pikirannya.


"Kenapa Rony tidak juga kembali ya, apa dia baik-baik saja kah?"


Mata Sara pun seolah mencari-cari Rony yang tidak ada saati ini. Melihat Sara begitu, Ryuzen langsung mendekatkan bibirnya pada telinga Sara dan berkata,


"Mencari pria lain, padahal disini ada suamimu, bagus sekali Nona Sara!" bisik Ryuzen menyindir Sara.


"Bagaimana pun Rony itu keponakanmu sendiri, bagaimana bisa kau tidak peduli padanya?"


Ryuzen tidak suka dengan jawaban Sara barusan, ia pun kesal dan bertanya pada Miya.


"Kak, kenapa anakmu belum juga kembali?! Apa dia ingin kita mati kelaparan karena menunggunya?" ujar Ryuzen dengan nada yang terdengar agak marah.


"Iya kenapa dia belum kembali ya? Coba biar aku hubungi ponselnya," ujar Miya perihal putranya tersebut.


"Mungkin dia sedang tidak nafsu makan, makanya tidak kembali kemari," ujar Henri Ang.


"Oh.., Rony ternyata mengirim pesan padaku, dia bilang jangan menunggunya, karena dia harus pulang duluan, karena ada pekerjaan," jelas Miya yang baru saja membaca pesan dari Rony.


"huft..., syukurlah Rony, dia baik-baik saja," pikir Sara yang kini bernafas lega.

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Vote, like, comment ya Zheyeng ๐ŸŒท


__ADS_2