Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 151


__ADS_3

Setalah melakukan pertemuan dengan salah satu kenalannya untuk membahas penyitaan aset ilegal milik Biyan, Ryuzen pun memutuskan pergi ke salah satu kafe bar untuk sekedar minum. Namun, entah kenapa sejak memasuki bar, pikiran Ryu terus saja teringat akan sang istri. Kesal dengan pikirannya yang tidak jelas, Ryu pun mengambil ponselnya guna menghubungi istrinya itu.


Ryu sudah menghubungi Sara bekali-kali, namun tidak kunjung di angkat ataupun di telepon balik, tak ayal Ryu pun dibuat geram karenanya. "Ck! Kemana wanita itu? Kenapa tidak juga mengangkat panggilanku! Apa dia minta dihukum!" Ryuzen kemudian melihat waktu pada jam tangannya. Ia baru ingat perbedaan waktu di Zurich dan Montegi cukup jauh. Perbedaan waktu Zurich dan Montegi adalah sekitar enam jam lebih cepat kota Montegi, disana pasti sudah malam. Mungkin Sara sudah tidur, pikir Ryuzen meski tetap saja dirinya tak yakin akan hal itu.


~~


"Apa! Kau bilang nona Sara tidak kujung kembali? Dan kau tidak mencarinya? Apa kau ini sedang cari mati!" Bibi Rachel terlihat marah besar kepada sopir yang mengantar Sara tadi, karena dirinya yang kembali tidak bersama Sara.


"Ma- maafkan aku... tadinya aku sudah mengatakan pada nona agar dirinya mau dijemput oleh sopir lain. Tapi... tapi Nona Sara menolaknya, dan malah bilang akan menunggu mobilnya sampai selesai dipebaiki...! Aku mohon ampuni aku.... hu...hu..." Sopir itu tampak begitu ketakutan, dan menyesali apa yang kini terjadi. Karena dirinya benar-benar tidak menyangka hal ini bisa terjadi pada Sara.


"Lalu, kenapa kau tidak menelepon Nona?"


"Aku tadi sempat menelponnya, tapi ternyata tas dan ponsel nona Sara ditinggalnya di dalam mobil, saat ia pergi mecari udara segar. Maafkan aku.... aku bersalah!"


"Katakan penyesalanmu di depan tuan muda, semoga kau di ampuninya." Bibi Rachel yang diminta untuk menjaga Sara oleh Ryu, sejatunya juga terlihat takut dan khawatir saat ini. Ia khawatir takut terjadi hal buruk pada Sara, ditambah ketakutan akan apa yang hendak dirinya katakan pada Ryuzen tentang Sara.


"Lalu dimana ponsel dan tas nona Sara?"


"Ini...!" Paman supir itu memberikan ponsel dan juga tas milik Sara pada bibi Rachel. Setelah menerima ponsel milik Sara, bibi Rachel pun langsung membuka ponsel tersebut. Beruntungnya, ponsel Sara tidak menggunakan password, sehingga bibi Rachel bisa lebih mudah mengeceknya. "Ya Tuhan! Tujuh puluh delapan kali panggilan dari tuan muda...?" Bibi Rachel benar-benar ketar ketir dibuatnya saat ini. tapi bagaimanapun juga... dirinya harus segera memberi tahu tuannya itu terkait Sara yang menghilang. Kebetulan saat ingin memberitahukan kabar Sara menghilang kepada Ryu, tiba-tiba ada panggilan masuk di ponsel Sara. Semua pegawai di kediaman Han, terlihat pucat pasi mendengar panggilan itu. Rata-rata mereka mengira jika itu adalah panggilan dari tuan mereka. Tapi saat bibi Rachel melihatnya... ternyata panggilan ari Gina sahabat Sara.


Huft...! Bibi Rachel merasa sedikit lega, karena Gina yang memanggil bukan Ryu. Bibi Rachel pun dengan segera mengangkat panggilan dari Gina, "Halo nona Gina..." ucap bibi Rachel dengan suara agak tegang.


Halo ini siapa? Tanya Gina dalam percakapannya dengan bibi Rachel.


Dan pada akhirnya... bibi Rachel pun bercerita kepada Gina, perihal Sara yang saat ini tengah menghilang entah kemana. Mendengar cerita Bibi Rachel tentang sahabatnya itu, Gina pun kaget dan langsung memutuskan untuk membantunya mencari Sara.

__ADS_1


~~


"Sara bodoh! Kenapa dia harus pergi tanpa membawa ponsel sih? Kebiasaan sekali corobohnya wanita itu!" Omel Gina merasa sangat khawatir. Gina pun sudah bersiap untuk mencari Sara, tapi berhubung dirinya yang tidak tahu dimana temannya saat ini berada. Gina pada akhirnya meminta Jesper untuk membantunya mecari Sara.


~~


Setibanya di kamar hotel untuk beristirahat, Ryuzen malah sudah harus mendapati panggilan dari bibi Rachel yang menginformasikan, jika Sara kini tengah menghilang. Merasa sangat murka begitu mendengarnya, Ryuzen langsung mematikan panggilan dari bibi Rachel dengan cepat, bahkan tanpa bicara sepatah katapun di telepon. Ryuzen akhirnya memutuskan untuk langsung kembali ke Montegi saat ini juga. Dan kebetulan, saat keluar dari kamarnya, Kenzo sudah berada diluar kamarnya.


"Tuan ada apa?" Tanya Kenzo yang bisa merasakan jika mood tuannya saat ini sedang tidak baik.


"Kita pulang sekarang!"


"Pulang? Tapi tuan, bukankahー"


"Aku bilang pulang, apa kau tuli!" bentak Ryuzen dengan suara beratnya.


Sambil berjalan meninggalkan hotel, Ryuzen menghubungi pilot jet pribadinya, untuk segera bersiap kembali ke Montegi. Tidak ada yang tahu seberapa marah dan kalutnya Ryu saat ini. Kenapa kau tidak menuruti kata-kataku! Kenapa Sara? Apa kau lebih suka melihatku marah dan berubah menjadi pria baj!ngan yang kejam dibanding menurut padaku! Kenapa kau membuatku begini?


~~


"Jadi kemana kita harus mencarinya lagi?" Tanya Jesper yang terus saja melajukan mobilnya menuju arah yang tak pasti, demi mencari Sara.


Gina mengankat kedua bahunya."Entahlah... aku pun sama sekali tidak ada petunjuk soal dimana dia saat ini. Yang aku tahu dari bibi Rachel hanya... tadi Sara sempat ke tokonya, lalu pulang dan menepi sejenak di dekat jalur ke arah taman kota. Dan dari situ dirinya menghilang, tapi.... kenapa aku mengarah pada satu nama?"


Jesper seketika melebarkan matanya dan menoleh ke arah Gina yang juga melihat ke arahnya. "Apa mungkin...Renji Haoran?" Ujar keduanya mengira Renjilah yang kemungkinan besar menculik Sara.

__ADS_1


"Jadi kau berpikir sama denganku Jes?"


"Ya! Mungkin kita satu hati...!" Sahut Jesper sedikit bercanda agar tidak terlalu tegang.


Gina pun jadi agak tersipu dibuatnya mendengar ucapan Jesper yang terdengar bergurau. Oh no! Tidak boleh! Disaat begini, aku tidak boleh jadi budak cinta konyol begini. Aku harus tetap fokus mencari sahabatku yang keberadaannya kini entah dimana.


Sara kau pasti akan baik-baik saja kan? Aku dan Gina pasti akan menemukanmu!


~~


Sara yang sudah sadar, kini mulai membuka matanya perlahan, pandangannya pun masih samar-samar. Dimana aku sekarang? Sara pun sudah mulai dapat melihat dengan lebih jelas, dan terang saja wanita itu langsung terbelalak menyadari jika langit-langit dan sekeliling ruangan ini sama sekali tidak ia kenal.


"Ini dimana?" Ujarnya."Orang itu?" Sara baru ingat jika tadi dirinya dibawa oleh orang tak dikenal. Tidak mau menjadi tawanan, Sara pun memutuskan untuk segera pergi dari tempat ini. "Aku harus segera pergi dari tempat ini!" Sara lalu bangkit dari ranjang untuk bergegas mencari jalan. Dan satu-satunya jalan keluar agar tidak ketahuan adalah, keluar lewat sebuah jendela di sebelah tempat tidur yang ia duduki saat ini.


Dengan perlahan dirinya berjalan, lalu ia berusaha membuka kunci jendela yang agaknya macet tersebut. "Oh ayolah cepat terbuka!" Namun sialnya, belum sempat ia membuka jendela itu... seseorang lebih dulu membuka pintu dan masuk ke dalam. Sara terperanjat mendengar suara seseorang yang baru saja masuk itu. Sara yang sebenarnya ketakutan mencoba tidak peduli, dengan cara tidak menolehkan kepalanya sama sekali.


"Mau kabur?" Dari suaranya Sara dapat mengetahui jika orang yang kini berjalan mendekat itu adalah seorang laki-laki. Namun ia tetap fokus berusaha membuka jendela yang kuncinya sudah berkarat itu. "Aku mohon ayolah terbuka!" Air mata wanita itu mulai menumpuk di pelupuk matanya, rasa panik dan takut, membuat tubuhnya mulai gemetar. Sara seolah merasakan, dirinya seperti sedang di intai oleh hewan buas yang siap menerkam dari belakang.


"Jadi begini ya cara wanita cantik yang mencoba kabur?" Sara terperanjat kaget, saat pria itu bicara dengan jarak yang cukup dekat dari tubuhnya. Hingga ia tak kuasa untuk tidak menolehkan kepalanya kebelakang,


"Kau! Mau apa? Jangan mendekat!" Teriaknya ketakutan.


🌹🌹🌹


Hai my beloved Readers... terima kasih ya buat kalian yang masih setia dengan kisah novel yang kubuat ini. Terutama yang sudah menyediakan waktu untuk LIKE, COMMENT, VOTE author sangat berterima kasih sekali.

__ADS_1


Jangan lupa juga untuk follow my IG di @chrysalisha98🌹


__ADS_2