Love Petal Falls

Love Petal Falls
chap 103 : Menghabiskan sisa malam


__ADS_3

~Villa Constel


Setelah diantar pulang oleh Jesper dan selesai membersihkan tubuh serta mengeringkan rambutnya, Sara berjalan mengenakan gaun tidur miliknya, dan duduk di sofa yang biasa ia duduki.


Secangkir teh kamomil di malam hari mungkin bisa menenangkan Sara, setelah semua yang telah ia alami hari ini. Sara meneguk tehnya, lalu meletakkannya kembali diatas meja.


"Meratapi nasib tidak ada artinya, jalani saja selagi mampu, dan bisa bertahan. Dinding pertahan pun sudah runtuh oleh pria yang paling aku hindari..."


Sara menghela nafasnya seraya mengurangi beban di pikirannya.


"Ayolah, aku sudah mengira ini akan terjadi. Aku jatuh cinta pada orang yang paling tidak boleh aku cinta, tapi mau bagaimana lagi, terima saja konsekuensinya."


~~


~Kairaku Bar n Lounge


Ryuzen menghabiskan malamnya di bar minum banyak seperti yang biasa ia lakukan ketika dirinya merasa tidak baik.


"5 botol, 10 botol..., sepertinya masalahmu dengan Sara semakin pelik ya?" Jason berucap, lalu duduk di sebelah Ryuzen yang sejak tadi duduk di lounge menikmati tiap botol minumannya.


"Tidak juga, hanya semakin rumit dan membuat sakit kepala," balas Ryuzen menenggak kembali botol minumannya.


Jason memegang bahu Ryuzen dan memberinya semacam petuah yang terdengar sok bijak tapi itulah kenyataannya.


"Selama aku mengenalmu, aku jadi semakin yakin kau jatuh cinta dengan istrimu sendiri. Saran saja ya..., jika kau memang mencintainya tunjukan, jika tidak maka lepaskan dia. Karena bagaimana pun, Sara layak mencintai dan dicintai."


Ryuzen tersenyum kecut mendengar hal itu.


"Cinta, apakah benar begitu?" gumam Ryuzen yang tidak tahu apa yang sebenarnya ia rasakan saat ini.


~Villa Constel

__ADS_1


Sara tidak bisa tidur, ia hanya berdiam diri di ruang tamu, menyalakan televisi yang tidak di tontonnya sama sekali.


#klik


Suara pintu terbuka, Sara sudah tahu siapa yang datang karena di villa ini, hanya ada tiga orang yang tahu password pintu masuknya, yakni Dirinya, Arvin dan pastinya Ryuzen. Dan yang masuk sudah pasti Ryuzen yang pulang tengah malam begini.


Sara bersikap seperti biasanya, menyambut Ryuzen pulang dengan senyum yang seperti biasa. Ya, sejak setuju menikah dengan Ryuzen di dalam kontrak memang di tuliskan Sara harus menjadi istri dan ibu yang baik serta penurut, soal hati? Tentu itu satu hal yang lain cerita bagi Sara dan Ryuzen.


Sara tiba di depan pintu masuk menyambut Ryuzen, dengan ekspresinya yang seolah tidak terjadi apa-apa hari ini.


"Wah.., kau pulang malam? Habis beli banyak barang di pelelangan ya?" ujar Sara menebak-nebak seolah tidak ada apa-apa hari ini antara dirinya dan Ryuzen. Ryuzen terlihat masam, ia tidak suka dengan Sara yang selalu saja berpura-pura di depannya seperti saat ini.


Ryuzen mendekati Sara mencubit dagunya, menengadahkan wajah tirusnya mengahadap ke arah pandangannya.


"Ke.., kenapa? Aku salah ya?" ucap Sara menggerakan bola matanya kesamping kanan dan kiri, tidak berani memandang langsung Ryuzen dengan jarak sedekat ini.


"Sara.., kau itu punya hati tidak sih? Bisa tidak sedikit saja bertingkah jujur di hadapanku?" Ryuzen berucap sambil menatap Sara dalam-dalam.


"Mmh...."


Ryuzen malah dengan sigap langsung mengecup bibir merona Sara. Jantung Sara berdegup kencang, dirinya bagai hilang kesadaran karena sentuhan pria tampan yang sedang mengecup bibir lembutnya. Hatinya ingin sekali menyentuh Ryuzen, membalas ciumannya dengan segenap jiwa dan raga. Namun, saat Sara ingat pria dingin ini tidak akan pernah memberikan hatinya, ia pun urung melakukannya.


Ryuzen mulai melumat bibir Sara, bahkan dengan gairah yang lebih memuncak dari biasanya. Sara hanya mengikuti permainan Ryuzen, hatinya merintih pilu mengingat dirinya yang merasa hanya mampu mencintai seorang diri.


Bagai menanti bunga mawar tumbuh di padang tandus dan gersang, mungkin pepatah itu cocok untuk Sara saat ini.


"Bau alkohol?"


Batin Sara mengucap saat dirinya dengan jelas mengecap dan menghirup aroma alkohol pada mulut dan aroma tubuh Ryuzen saat itu. Bagi Sara bau alkohol bercampur dengan aroma musk yang ada di tubuh Ryuzen benar-benar memabukan.


Sara mencoba menarik dirinya, namun Ryuzen justru semakin liar melumat Sara, hingga beberapa saat ia baru melepaskan kaitan bibirnya dari bibir Sara. Ryuzen menatap dalam-dalam makhluk indah di hadapannya saat ini dengan mata tajam bak serigala yang mengintai mangsanya.

__ADS_1


"Saat ini aku ingin sekali memakanmu, membelenggumu , dan menyegelmu dengan semua tanda yang aku sematkan di sekujur tubuhmu, hingga semua orang tahu kau adalah milikku."


Hasrat Ryuzen mengatakan demikian. Beruntung akal sehatnya masih berfungsi saat ini, meski ia dalam pengaruh alkohol yang cukup tinggi. Ryuzen masih mampu mengendalikan dirinya atas Sara yang hampir membuatnya hilang akal.


"Ryuzen, apa kau minum banyak lagi?" tanya Sara yang nafasnya sudah kembali normal setelah dilumat oleh Ryuzen. Ryuzen mengacak-acak rambut gelapnya, dia tidak menjawab Sara sama sekali, dan malah memilih pergi ke lantai dua menuju kamar.


"Ada apa dengannya?" gumam Sara yang masih memandangi Ryuzen yang tengah menaiki anak tangga.


~~


Sara membuatkan air lemon untuk Ryuzen supaya membantu menetralisir efek alkohol di tubuhnya. Sara pun memasuki kamar dan membawakannya segelas air lemon yang telah ia buat tadi. Sara melihat Ryuzen tertidur dengan pakaian yang belum di ganti.


"Kau pasti benar-benar minum banyak," tebak Sara melihat Ryuzen kini tertidur. Sara pun bermaksud keluar kamar agak tidak mengganggunya, namun dirinya malah terhenti karena lengannya ditarik oleh Ryuzen yang ternyata tidak tidur.


"Eh..." Sara terjatuh diatas tubuh atletis milik suaminya.


"Aku..., mau dirimu saat ini," bisik Ryuzen pada Sara yang berada bertumpu diatas tubuh Ryuzen.


"Dasar mesum! Jadi kau tidak tidur ya?!" ujar Sara kesal, mencoba menarik dirinya bangun, namun hal itu malah membuat Ryuzen semakin erat menarik Sara melekat pada tubuhnya.


Dua insan tersebut, kini saling berpandangan, menatap dalam satu sama lain untuk beberapa saat.


"Ryuzen kau minum air lemonnya dulu ya," pinta Sara dengan lembut supaya Ryuzen melepaskannya, dan sepertinya hal itu cukup efektif, Ryuzen pun melepaskan Sara dan meminum air lemon tersebut.


Ryuzen selesai menenggak air lemonnya, kemudian meletakan kembali gelasnya diatas nakas di sebelah ranjangnya.


"Aku sudah habiskan, sekarang giliran aku yang memakanmu...." Ryuzen dengan tatapan liarnya, langsung menarik tubuh Sara ke tubuhnya, dan akhirnya mereka pun menghabiskan sisa malam mereka di atas ranjang.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Like, comment, vote.

__ADS_1


__ADS_2