Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 33 : Teman Lama


__ADS_3

Sara kini tengah mengantri untuk membayar buku di kasir.


"Semuanya jadi 45 dollar Nona," ucap pegawai kasir yang menghitung belanjaan Sara.


"45 dollar? Bukannya ada diskon untuk Novel Ini?" kata Sara sambil menunjuk novel karangan Ren Hao yang ia ambil tadi.


"Maaf Nona, sayangnya diskon itu sudah berakhir kemarin," ucap Kasir tersebut.


Sara terdiam, dirinya jadi bingung. Dia ingin sekali membeli novel itu, tapi uangnya tidak cukup kalau harus bayar cash. Pasalnya Sara hanya membawa uang cash 35 dollar yang memang sudah ia persiapkan tadi.


"Bagaimana Nona, kau jadi beli atau tidak?" kasir itu menanyai Sara yang kini masih terdiam bimbang.


"Mmm..., aku...."


"Belanjaan Nona ini, bayar pakai ini saja," ucap seorang pria di belakang Sara, yang menyodorkan kartu kredit platinum pada pegawai kasir tersebut.


Sara pun menoleh ke belakang. Sara pun dibuat terkejut oleh pria yang ia lihat saat ini.


"Hai, Sara...!" pria tersebut tersenyum memanggil Sara.


"Jasper!" ujar Sara dengan wajah bahagia melihat Jasper Lin teman lamanya yang juga dari kota Cardia.


"Ini tuan, dan ini belanjaanmu Nona sudah dibayar," kata nona kasir tersebut dan mengembalikan kartu kredit milik Jesper. Jesper pun segera mengambilnya dan memasukan kartu kreditnya kembali ke jasnya.


Begitu pun Sara yang mengambil novelnya yang telah di bungkus oleh nona kasir tersebut. Sara dan Jesper meninggalkan area kasir itu sambil mengobrol.


"Jesper apa kabarmu?" Sara menanyakan kabar Jesper dengan antusias, karena sudah lama tidak berjumpa.


"Aku baik-baik saja, kau sekarang tinggal di kota Montegi?" tanya Jesper.


"Ya, aku sekarang tinggal disini," balas Sara.

__ADS_1


Jesper yang sudah lama tidak melihat Sara begitu terpukau dengan Sara yang semakin cantik dan dewasa.


"Sara kecil yang aku kenal dulu, sekarang sudah tumbuh jadi wanita dewasa yang sangat cantik," puji Jesper pada Sara. Pujian Jesper membuat wajah Sara jadi merah muda bak bunga sakura di musim semi.


"Jesper kau tetap tidak berubah ya?" seloroh Sara menjawab pujian Jesper.


"Oh iya, kau disini bersama siapa?" tanya Jesper.


"Aku pergi bersama seorang teman, tapi saat ini dirinya sedang di toilet," jelas Sara yang kini masih menunggu Gina kembali.


"Sara!" teriak Gina dari jauh.


"Nah, itu orangnya!" kata Sara sambil menunjuk dengan gerakan tangan ke arah Gina.


Jesper pun menoleh ke arah suara yang memanggil nama Sara tersebut.


"Gina...?" ucap Jesper tak menyangka jika temen yang dimaksud Sara adalah Gina Qin yang juga temannya.


"Jesper, sedang apa kau disini?" tanya Gina yang tidak menyangka melihat Jesper disini.


"Iya, dan kau juga kenal dengan Gina?"


"Tentu saja, Gina dan aku adalah teman kuliah, dia juniorku saat itu."


"Kalau kau sendiri, bagaimana bisa kenal dengan Jasper?" tanya Gina pada Sara.


"Kami sudah lama saling kenal, Jesper adalah kakak kelasku waktu kami masih SMA di Cardia," ungkap Sara.


"Wow, aku tidak menyangka, entah ini kebetulan atau takdir, tapi ini benar-benar tidak disangka ya!" ujar Gina.


Saat tengah asyik berbincang, Sara justru di ganggu oleh ponselnya yang berdering. Sara pun merogoh tasnya dan mengambil Ponselnya.

__ADS_1


My baby Arvin memanggil...


Melihat ternyata Arvin yang menelpon, Sara pun langsung meminta izin kepada Gina dan Jesper untuk mengangkat panggilan sebentar.


Chat Sara dan Arvin


Sara : Hallo sayang, ada apa?


Arvin : Mami, apa hari ini pulang malam lagi?


Sara : Ya, begitulah....


Arvin : Kenapa Mami jadi sering pulang malam akhir-kahir ini, apa setiap hari ada lembur?


Sara : Maafkan Mami ya, Mami memang sedang ada kerja tambahan akhir-akhir ini jadi sering pulang malam.


Arvin : Baiklah, aku mengerti.


Sara : Kau baik-baik di rumah ya, kalau kau lapar kau panaskan saja lasagna yang ada di kulkas. Mami juga buat puding coklat kesukaanmu. Kau bisa makan setelah makan malam.


Arvin : Oke Mam!


Sara : Arvin..., Mami minta maaf, akhir-akhir ini Mami jarang menemanimu.


Arvin : It's ok Mami, kau jaga dirimu baik-baik ya.


Sara : Terima kasih sayang, kau juga. Mami sangat menyayangimu... I love you my baby Arvin.


Arvin : Aku tahu, aku... aku juga sayang Mami bye bye!


*Call ended Tut.. tut...

__ADS_1


โš˜โš˜


Jangan Lupa di like, comment dan vote. Thank You!


__ADS_2