Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 66


__ADS_3

"Apa? Jadi kau mau menyerah! Maksudku, kau..., kau yang seorang Ryuzen Han, yang dikenal tidak pernah akan kalah dengan musuh-musuhmu, kini kau menyerah begitu saja dengan pria busuk macam Biyan Dao bagitu? Apa kau sudah gila Tuan?"


Ryuzen berdiri dari singgasananya, melangkahkan kakinya untuk menatap keluar dari balik kaca gedung Emerald tower tempatnya berdiri saat ini. Gedung pencakar langit yang berdiri kokoh, dan bisa dibilang sebagai salah satu tumpuan terbesar ekonomi di negeri ini. Apa mungkin dengan mudahnya bisa diserahkan kepada orang lain.


"Aku tidak mengerti lagi apa yang harus aku lakukan Ken. Saat ini yang aku tahu, hanya Biyan Dao yang memiliki bukti rekaman cctv itu. Jikapun ada cara untuk aku merebut rekaman itu darinya, aku rasa tidak akan semudah itu. Sedangkan besok adalah sidang yang akan memutuskan nasib istriku. Sara.... Kau tahu dia kelemahanmu, dan kini dia juga tengah mengandung anakku, adiknya Arvoin."


Ryuzen menyentuh pelipisnya dengan telunjuk dan ibu jarinya, menandakan dirinya yang tengah tertekan saat ini.


"Sekarang ini rasanya, aku seperti putus asa Kenzo, aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Aku benar-benar kacau." Keluh Ryuzen untuk pertama kalinya di depan Kenzo.


"Tidak Tuan! Tidak boleh!" Seru Kenzo yang barhasil menarik perhatian Ryuzen yang awalnya tidak menoleh ke arahnya menjadi menoleh ke arahnya.


"Tuan, Jika kau ingin mundur dari perusahaan ini, sudah pasti aku akan ikut kemana pun kau melangkah, karena itulah janji yang kubuat pada diriku sendiri. Tapi satu hal yang harus kau tahu, Emerald adalah harga diri keluarga Han. Kakek anda sendiri yang membangun perusahaan ini dari nol dengan susah payah, dan kau pun sudah sejauh ini mempertahankan kejayaan Emerald. Lalu kenapa kau bisa dengan mudahnya menyerahkan Emerald pada orang seperti Biyan?"


Ryuzen hanya diam dan tidak membalas perkataan Kenzo sama sekali.


Batinku pun menolak dan merasa tidak rela jika harus melepaskan dan menyerahkan Emerald pada Biyan. Taipi Sara....


"Apa kau pikir nona Sara akan bahagia jika kau melakukan hal itu?"


Pertanyaan Kenzo barusan seolah menyeruak ke dalam akal sehat bosnuya itu. Entah apa yang terjadi, namun hal itu seperti menyadarkannya. Ryuzen pun langsung mengangkat kepalanya dan berjalan mendekati Kenzo.


"Tuan?" Gumam Kenzo bertanya-tanya melihat bosnya yang tiba-tiba berjalan ke arah dirinya. Ryuzen menepuk pundak sang asisten.


"Kenzo, terima kasih!" Ucap Ryuzen diikuti seringai dari bibirnya.


Huh? Terima kasih untuk apa?


Ryuzen terus saja berjalan menuju ke arah pintu keluar ruangannya.


"Tuan kau, mau kemana?" Tanya Kenzo bingung.


Dan bukannya menjawab pertanyaan asistennya itu, Ryu justru malah melemparkan sebuah kunci mobil miliknya ke arah Kenzo dengan tiba-tiba.


*Hap (Suara menangkap kunci)

__ADS_1


Kenzo dengan sigap menangkap kunci yang dilemparkan oleh Ryuzen itu.


"Kau ingin aku menemanimu pergi? Memangnya kemana?"


Ryuzen tertawa kecil, "Apa kau mendengar ada perintah memintamu agar ikut denganku?"


Kenzo semakin bingung dengan pertanyaan Ryuzen.


"Um..., tidak sih, tapi kenapa kau melemparkan aku sebuah kunci mobil?"


"Itu untukmu!"


"Huh? Ka-kau serius? Kau tidak sedang bercanda padaku kan Tuan?"


"Apa kau pikir aku sedang dalam keadaan ingin bercanda denganmu?"


Kenzo menggeleng menjawab pertanyaan Ryuzen.


"Jadi, kunci mobil ini..."


"Tidak tuan! Aku mau sekali, terima kasih Tuan." Kenzo nampak senang.


Ryuzen tersenyum tipis dan kemudian kembali berjalan pergi meninggalkan ruangannya.


Kau memang pantas untuk menerima hadiah mobil itu Kenzo, selama ini kau selalu membantuku.


Melihat bosnya seperti mulai semangat kembali membuat Kenzo bahagia, sekaligus tenang.


"Tuan muda, aku yakin kau bisa menemukan cara menolong nona Sara, karena kau adalah Ryuzen Han, tuanku yang sangat aku kagumi," ungkap Kenzo yang tengah memandangi kepergian Ryuzen yang saat ini sudah meninggalkan ruangannya.


~~


Gina datang menemui Sara untuk membicarakan soal Erika yang tidak bersedia menjadi saksinya untuk dirinya di persidangan besok.


"Sudah kuduga," ungkap Sara setelah mendegar cerita dari Gina soal Erika yang menolak bersaksi untuk dirinya besok. Melihat Sara begitu, Gina jadi merasa semakin tidak tega untuk menceritakan lebih perihal syarat yang diajukan oleh Erika agar ia bersedia membantu dirinya.

__ADS_1


"Tapi Sara, kau tenang saja. Aku dan juga suamimu pasti bisa memenangkan kasus ini besok!"


Gina tersenyum seraya memberikan semangat untuk Sara yang saat ini terlihat mulai putus asa.


"Sara..." ujar Gina.


Sara tidak ingin terlihat meragukan sahabatnya itu, ia pun berusaha untuk terseyum, lalu mengangguk, "Ya Gina, aku percaya padamu."


"Itu baru Saraku yang cantik!"


Dan Secercah senyum yang terasa getir itu, mengembang di bibir Sara yang terlihat agak pucat karena sudah beberapa hari di penjara.


~~


Setelah selesai dengan sarapannya. Arvin langsung saja berjibaku dengan layar tablet miliknya. Karena dirinya yang harus sementara tinggal di kediaman Gina, ia pun agak belum terbiasa untuk memahami akses jalan menuju ke tempat-tempat lain dari kediaman bibinya itu.


"Akses apartemen ini ke pusat kota tidak terlalu rumit. Aku hanya perlu mengingat-ngingat denah dan juga rute bus atau kereta yang bisa membawaku menuju pusat kota lewat petunjuk online."


Entah apa yang ada di pikiran pria kecil itu, dirinya merasa sudah tidak bisa berdiam diri lagi melihat nasib sang mami yang belum jelas. Dengan mengenakan sweater miliknya dan juga topi, Arvin pun seolah tengah siap untuk pergi ke suatu tempat. Arvin mengamati penampilannya lewat cermin besar yang ada di hadapannya itu.


"Dengan begini pasti tidak akan ketahuan, lagipula ukuran tinggi badanku yang sudah 140 cm, meski aku masih belum genap berusia enam tahun. Tapi perawakanku sudah bisa dibilang setara dengan anak kelas tiga SD," ucapnya penuh percaya diri.


Arvin pun mulai melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, kemudian dibukanya pintu yang menggunakan password itu, dan berjalan melangkah keluar dari apartemen sendirian.


Mami apapun yang terjadi aku akan menolongmu! Tidak boleh ada yang menyakiti mamiku, tidak siapapun!


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Halo my beloved readers. Terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah mau setia membaca ceritaku ini. Sekali lagi maaf karena tidak bisa update harian. Tapi aku harap kalian masih mau setia membaca ceritaku ini, dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote.


Sekali lagi terima kasih banyak atas apresiasi kakak-kakak, dan teman-teman reader sekalian.


Happy reading fellas and i hope you like it.


For more info follow my ig account @chrysalisha98 thank you.๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2