Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 75 : Pengakuan cinta


__ADS_3

"Hei istrinya Tuan muda Han! Suamimu lagi digosipin tuh!" kelakar Gina dengan suara yang tidak terlalu besar.


"Biar saja, nyatanya aku memang pernah jadi simpanannya. Sekarang pun jadi istri juga karena kesepakatan dan demi anak, lagi pula bukan sekali dua kali pria itu jadi bahan perbincangan publik kan?"


"Dari kata-katamu kok kesannya, kau ingin diakui istri seutuhnya oleh Tuan muda Han ya...?" ujar Gina sambil bergurau.


"Gina, kau ini temanku bukan sih?!" balas Sara dengan sedikit jengkel pada Gina.


"Hahaha, aku cuma bercanda kok! Baiklah-baiklah... tapi Sara kau dengarkan aku ya...,"


"Tapi faktanya, Ryuzen itu memang pria yang nyaris sempurna, tidak heran kalau dia setiap minggu bahkan setiap hari bisa begonta-ganti pacar layaknya ganti pakaian," ucap Sara di pikirannya sambil melamun.


"Sara, Sara kau dengar aku tidak?"


"Ah iya, aku dengar kok, ada apa Gina?"


"Aku hanya ingin mengingatkan dirimu agar kau buat pertahanan di hatimu, jangan sampai benar-benar jatuh cinta dengan Ryuzen Han itu," ucap Gina.


"Iya Nona Pengacaraku," balas Sara sambil tersenyum.


"Sebagai sahabat, bukan aku ingin menghalangimu jatuh cinta, hanya saja jangan dengan Ryuzen Han. Aku hanya tidak ingin kau disakiti atau terjatuh terlalu dalam. Karna, kau tahu sendiri bagaimana dan siapa pria yang kini jadi suamimu itu kan."


"Aku tahu Gina.., terima kasih. Tapi kau tenang saja, aku akan membuat pertahananku sendiri okey." ucap Sara lalu tersenyum pada sahabatnya itu.


"Oh iya dari pada bahas aku terus, kenapa tidak bahas soal pria yang kau suka itu," ujar Sara semangat mengganti topik pembicaraan.


Mendengar hal itu Gina hanya tersenyum getir dan menjawab dengan sorot mata kekecewaan.


"Sudahlah Sara, hal itu tidak penting lagi."


"Kenapa?" tanya Sara penasaran


"Pria itu..., dia sudah menyukai wanita lain."


"Apa?! Bagaimana bisa dia menyukai wanita lain, jika ada wanita sekeren dan sehebat dirimu menyukainya huh!" ujar Sara merasa tidak terima sama sekali pria itu tidak suka pada Gina.


"Sudahlah... pria kan tidak hanya dia saja."


"Kau benar, lagi pula siapa sih wanita itu berani-beraninya dia jadi sainganmu!"


"Hei, hei kenapa kau yang jadi kesal Nona?" ujar Gina melihat Sara yang masih tak terima dengan kenyataan yang di ucapkan Gina.


"Hehehe, habisnya aku tidak terima melihat pria itu membuat dirimu kecewa dan patah hati. Belum lagi wanita yang jadi sainganmu, pastinya dia tidak lebih hebat darimu kan...?"


"Sudah-sudah, aku kan juga belum ada hubungan apa-apa dengan pria itu, dan juga bukan salah wanita itu juga kok!"


"Gina.., kau sabar ya, aku yakin wanita sepertimu pasti akan mendapatkan pria yang jauh lebih baik," ucap Sara mencoba menghibur Gina.

__ADS_1


"Kenyataannya kau memang lebih hebat dariku Sara, bagaimana bisa aku marah atau benci pada wanita sebaik dirimu. Kau layak dicintai banyak Pria, terutama pria sebaik Jesper Lin yang faktanya lebih mencintaimu, bukan aku," ungkap Gina di dalam hatinya yang tidak ingin Sara tahu.


~~


Saat hendak pulang dari C-lovely, Sara menerima pesan dari Rony, Sara pun langsung membuka pesan tersebut.


Pesan dari Rony :


Kau sudah pulang kerja? Bisakah kita bertemu di taman dekat alun-alun kota, sekarang!


"Rony mengajakku bertemu, apa yang harus aku lakukan?" Sara pun menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya,


"Tidak, aku harus temui Rony. Hubungan baikku dan Rony tidak boleh rusak hanya karena hal ini, lagi pula aku dan Rony selama ini baik-baik saja. Walau saat ini aku istrinya Ryuzen yang adalah paman Rony, toh aku tetap boleh menjalin hubungan baik dengan orang-orang yang ku kenal kan?"


Tanpa alasan lagi, akhirnya Sara pun membalas pesan Rony.


Balas ke Rony


Ya aku bisa kita bertemu sekitar setengah jam lagi disana.


~Taman dekat Alun-alun


Rony lebih dulu tiba disana, ia duduk di bangku taman dekat pohon palm yang berdiri kokoh. Sara yang baru saja tiba pun menghampiri Rony dan menyapanya.


" Rony!" Sara melambaikan tangannya.


"Soal itu...," jawab Sara dan Rony bersamaan.


Mereka masih agak terlihat canggung, hingga akhirnya Sara membuka obrolan duluan.


"Rony.., maaf aku tidak memberitahumu soal pernikahaanku. Sungguh aku tidak bermaksud berbohong padamu," ungkap Sara pada Rony.


"Kau tidak perlu minta maaf, ini semua bukan salahmu. Aku tahu kau menikah dengan Pamanku karena kesepakatan dan hanya demi Arvin kan?"


Sara sedikit terkejut mendengar Rony yang berucap seperti itu.


"Rony tapi aku..."


"Kau terkejut aku tahu alasan pernikahan kalian? Sara, aku kenal siapa pamanku. Jadi kau tenang saja, aku sudah berjanji pada diri sendiri akan membuatmu terlepas dari ikatan pamanku, jadi kau tidak perlu takut," ujar Rony meyakinkan Sara.


"Rony, bukan begitu tapi Ryuzen dia..."


"Kenapa? Apa sebenarnya memang itu yang kau harapkan, menikah dengan pamanku?"


"Bukan begitu...," Sara bingung tidak bisa menjawab.


"Lalu kenapa?" ujar Rony yang tiba-tiba memeluk Sara, dan membuat Sara kaget.

__ADS_1


"Rony, ada apa? Kenapa tiba-tiba kau memelukku begini...!"


"Sara, semua orang tahu seperti apa pamanku itu, dia selalu bergonta ganti perempuan, dan punya skandal dimana-mana, bagaimana bisa aku membiarkanmu jatuh ke pria seperti dia?!" ungkap Rony yang masih tetap memeluk Sara, bahkan semakin erat.


"Ughh... Rony tolong lepaskan aku!" pinta Sara karena merasa sesak di peluk begitu oleh Rony. Rony pun segera melonggarkan pelukannya, lalu melepaskankan Sara.


"Sara.., aku ingin mengatakan satu hal padamu."


"Hal apa?"


"Apa kau ingat di malah terakhir kita bertemu setelah makan malam di rumahmu?"


Sara mengangguk.


"Sejujurnya malam itu, aku ingin bilang jika..."


Sara menunggu Rony menyelesaikan kata-katanya.


"Aku jatuh cinta padamu sejak petama kali kita bertemu di dalam lift," ungkap Rony.


"Apa? Rony kau tidak bercanda kan?!" balas Sara tidak percaya akan hal itu.


"Apa kau pikir aku terlihat bercanda?"


Rony menggenggam kedua tangan Sara dan mengangkatnya hingga sebatas dada.


"Sara, aku mencintaimu, aku juga besedia menjadi ayah untuk Arvin, oleh karena itu aku mohon biarkan aku melepaskanmu dari jeratan Ryuzen."


Sara menarik tangannya dari genggaman Rony.


"Ada apa Sara? Apa maksudmu menarik tanganmu dariku?"


"Rony maaf, tapi saat ini jujur saja aku bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Saat ini yang aku inginkan hanya hidup tenang dan melihat Arvin bahagia, itu saja," ucap Sara yang terlihat bingung.


"Sara, apa kau jatuh cinta pada pamanku?" tanya Rony tiba-tiba dengan mimik serius.


"Apa maksudmu?!" ujar Sara.


"Tidak ada, hanya memastikan kalau hatimu belum dimiliki siapapun. Jadi itu artinya aku masih bisa mendapatkanmu juga kan?"


"Entahlah Ron, bagiku sekarang ini, aku hanya ingin hubungan kita baik-baik saja seperti dulu, jadi bisakah kita kembali akrab seperti dulu?" ungkap Sara.


"Ya...! Tentu saja," balas Rony di ikuti senyum getir di wajahnya.


"Mungkin saat ini, kau belum menerimaku tapi aku pasti akan bisa menaklukan hatimu. Sara, kau tenang saja, aku tidak akan membiarkan dirimu terjerat dalam permainan pamanku itu."


Vote, like, comment! Arigatou πŸ™ 🌷

__ADS_1


__ADS_2