Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
A new style.


__ADS_3

"Mas, nanti siang sepertinya aku antar Hila."Ujar Agni.Dengan tangan yang terus meliuk-liuk, memasangkan dasi di kerah kemeja suaminya.


"Antar saja kemana dia mau, dan jangan pernah tinggalkan Hila sendiri,kasian."Kata Yoga tersenyum, dengan pandangan mata yang terus memperhatikan Agni.


"Nah,... selesai!"


—Cup..


"Terimakasih sayang."Tukas Yoga setelah mencium kening Agni.


Agni tersenyum."Kalau gitu aku ke kamar Hila, takut nya dia sudah bangun!"Cicit Agni lalu di jawab anggukan oleh Yoga.


Dengan langkah cepat, Agni terus berjalan melangkah kan kaki nya ke arah kamar belakang, tempat di mana Hila kini berada.


—Klek..


Agni menelan handle, membuka pintu perlahan, lalu mendapati tempat tidur yang sudah terlihat kosong.Namun ketika Agni semakin masuk, Hila tedapat sedang duduk di kursi meja rias dengan gunting yang di pegang nya.


"Ya ampun Hila!"Agni berteriak, dengan Cepat wanita itu menepis gusting yang sedang Hila pegang.


Hila tersentak, mata nya memandang Agni penuh tanya.


"Aku lagi ganti perban ka!"Jelas Hila tersenyum ketika melihat Agni yang terlihat panik.


"Oh astaga!"Agni memegangi dada nya yang sudah berpacu lebih cepat."Kamu bikin kaka takut!"Sergah nya.


"Ada apa?!"Yoga berlari dengan raut wajah pucat nya, menatap dua wanita di hadapan nya bergantian.


"Kalian ini kenapa? kenapa jadi aneh seperti ini kepada ku!"Ucap nya dengan suara pelan.


Yoga mendengus pelan, pandangan nya mendongkak dengan tangan yang mengusap wajah nya kasar.


"Jangan membuat kaka takut Hila!"Ucap Yoga lirih, berjalan ke arah Hila kemudian merangkul tubuh adik nya erat.


"Aku cuma ganti perban ka, kalian yang bikin aku takut!"Cicit Hila yang terus berusaha terlepas dari dekapan kaka nya.


"Kaka tidak mengizin kan kamu untuk menyentuh benda tajam sekarang.Mau ganti perban atau kupas buah, harus minta izin dulu!"Tegas Yoga.


Hila tersenyum.


"Iya, maaf."Tutur nya pelan, kemudia beralih menatap Agni dan memeluk nya."Ka Agni jangan khawatir, aku tidak akan melakukan hal aneh lagi sekarang!"Bisik nya sambil terus mendekap kaka ipar nya.


"Kamu hampir membuat jantung kaka lepas Hila, ya ampun.Anak ini benar-benar!"Suara nya memekik, namun Hila malah tertawa ketika ke dua kaka nya ketakutan karena ulah bodoh yang pernah di lakukan nya.


^


^


Siang hari nya tepat pukul 11:45.Agni dan Hila sudah berada di salah satu salon langganan kedua nya.


Senyum Hila pun terus terpancar, mencoba menepis ingatan buruk nya tentang Aksa bersama dirinya, kini gadis itu memutus kan untuk melupakan semuanya, dan memulai hari baru dengan tampilan baru, seperti yang Hila jelas kan kepada ke dua kaka nya.


"Mas aku mau potong rambut yah!"Pinta Hila lalu duduk di hadapan cermin yang sangat besar.

__ADS_1


"Iyey mah suka begitu, panggil eikeu mbak, mas,..mas.Memang nya tukas bakso!"Cecer nya dengan raut wajah kesal, namun membuat gadis yang sedang duduk di depan nya tertawa geli.


"Ya kali cowo masa gue bilang mbak!"Hila kembali tergelak.


"Ish,...ade nya Agni bener-bener deh!"Ucap nya mendayu-dayu.


"Jangan banyak protes Herman, yang di bilang Hila bener, kan kamu mas-mas, cuma versi cantik!"Sahut Agni.


Pria itu mendelik, lalu kembali menatap Hila.


"Mau potong gimana? yey udah cantik ini nggak usah di potong lah yah?"Sergah nya.


"Potong pendek."Jelas Hila, kemudia menyentuh leher nya.


"Aduh, kenapa?"Tanya nya.


"Pengen suasana baru aja."Jawab Hila.


"A'aah,...eikeu nggak tega motong nya cin!"Ujar nya dengan raut wajah masam.


"Cepet!"Cicit Hila.


"Sabar keleus, iyey dari dulu gitu! nggak sabaran!"


Mendenger suara Herman yang mendayu-dayu, Agni dan Hila tergelak bersama.


^


^


"Cantikan, aku bilang juga apa.Btw makasih ya mas Herman."Hila menoleh, kemudia mendongkak lalu mengedipkan satu mata nya.


Pria dengan dandanan menyerupai prempuan itu mendelikan mata.


"Eh itu tangan yey kenapose?"Tanya nya ketika melihat tangan Hila di lilit kain perban.


"Kecelakaan, jatuh dari morce!"Balas Hila dengan nada suara yang sama.


"Ih,... makanya hati-hati."


Hila tersenyum sembari menganggukan kepala.


"Ka Agni ayo, aku selesai."Tukas Hila.


Agni mengangguk, lalu beranjak dari sofa tempat duduk nya dan segera menghampiri Hila.


"Kamu canti dek!"Puji nya sambil menyemat kan rambut pendek Hila ke belakang telinga.


Hila tersenyum.


"Kita pulang dulu yah, makasih mas Her."Hila melambai kan tangan nya sambil tersenyum.


"Ish,... kalo siang Hera!"Timpal nya.

__ADS_1


"Kalo malem?"Tanya Agni.


"Herman."Tukas nya sambil tersenyum, lalu mereka tertawa.


"Cowo itu haru Lakik!"Sergah Hila.


"Lakik!"pria cantik itu menirukan dengan suara jantan nya.


Hila tertawa lepas, sampai kepala nya mendongkak dengan mata yang tertutup rapat.


^


^


"Ada tempat yang ingin kamu kunjungi lagi?"Tanya Agni.


Hila menggeleng kan kepala.


"Pulang saja, aku belum minum obat ka, luka nya udah mulai kerasa terasa perih."Jawab Hila.


Agni mengangguk, lalu menarik pelan tangan kiri Hila untuk segera mencari taxi agar bisa mengantar kedua nya pulang.


"Apa tidak panas?"Agni menatap tangan sebelah kanan Hila yang mengenakan jaket jeans lengan panjang agar bisa menutupi luka nya.


"Nggak, kan yang di pake sebelah aja!"Timpal Hila, kemudia tersenyum.


"New style yah!"Goda Agni."Rambut pendek, pake jaket cuma tangan kanan nya aja, sisa nya meliwir kemana-mana!"Wanita itu tersenyum.


"Hemph,... hidup baru, gaya baru."Ucap Hila.


"Pak taxi!"Agni melambai kan tangan nya.


—Ceklek..


Brugh..


Kedua nya masuk ke dalam mobil burung biru yang mereka pesan, kemudia melaju perlahan meninggal kan halte yang cukup ramai.


Sementara itu di sebrang jalan ada sepasang mata yang sedang memperhatikan kedua nya secara tidak sengaja dari dalam mobil.Pandangan mata nya menatap sendu wanita yang sudah berubah penampilan nya.


Hila! gumam Aksa.


Ada rasa ingin turun dan mendekat, namun Aksa terlalu takut, takut akan kembali melukai gadis yang kini sudah terlihat membaik dengan ukiran senyum manis di bibi nya.


Rambut pendek, celana jeans dengan kaos putih oversize, di tutupi jaket denim yang hanya menutupi lengan kanan nya saja, membuat Hila semakin terlihat cantik.


Ya tuhan, bantulah aku menggapai cinta nya kembali! ucap nya lirih.


Aksa kembali menarik ke sadaran nya, lalu mulai menyalakan mobil dan segera melaju dengan kecepatan sedang.Meninggal kan tempat yang baru saja mempertemuka nya dengan Hila secara tidak sengaja.


...TBC🌻🌻🌻...


...Jangan lupa! di like kalau kalian suka....

__ADS_1


__ADS_2