
Setelah terlebih dulu mengantar Mahila pulang ke rumah nya.Akhirnya setelah terjebak macet puluhan menit, kini Aksa telah sampai di kediaman orang tua nya.
Pria itu turun dari mobil dengan raut wajah yang terlihat sangat bahagia, bahka sesekali Aksa terlihat tersenyum sendiri ketika membayang kan wajah Hila yang terus melintas di pikiran nya.
—Ceklek..
Ketika Aksa akan meraih handle pintu, terlebih dulu pintu itu terbuka dengan Nanda yang berdiri di ambang pintu.
"Ibu,... bikin kaget!"Aksa mendengus.
"Abis nya suara mobil udah lama masuk, orang nya ko belum kelihatan."Ujar Nanda.
"Iya tadi periksa mobil nya dulu."Aksa berbohong.
Nanda mengangguk, lalu menutup pintu rumah nya kembali setelah Aksa berjalan masuk terlebih dulu.
"Kamu kaya nya seneng banget?"Nanda berujar sambir tersenyum.
"Biasa aja!"Sahut Aksa kemudian menoleh ke arah ibu nya.
"Sudah makan?"Tanya Nanda.
"Sudah."Aksa mengangguk.
Lagi-lagi pria itu berbohong.
"Aksa masuk kamar dulu ya bu."Pamit nya lalu berjalan ke arah pintu kamar nya.
Nanda yang melihat tingkah putra nya sedikit aneh, wanita itu hanya terdiam sambil terus memperhatikan punggung anak nya yang mulai memghilang di balik pintu tinggi kamar nya.
"Nggak biasa nya tu anak kaya gitu!"Gumam Nanda dengan senyum tipis dan gelengan kepala.
—Brugh...
"Ahhh!"
Aksa melemparkan tubuh nya ke atas tempat tidur.Pandangan nya lurus ke atas, menatap langit-langit kamar nya dengan bayang-banyang Hila yang tak kunjung pergi.
Apalagi ketika Aksa mengingat kejadian tadi, sebelum Hila turun dari mobil nya gadis itu terlebih dulu mencium pipi pria yang baru saja menjadi kekasih nya.
Cup..
Hati-hati di jalan ka Aksa, aku masuk yah!
"Ya ampun Hila, kau membuat ku berada di posisi serba salah saat ini."Aksa mengusap wajah nya kasar.
Kini isi kepala Aksa kembali berfikir keras, bagai mana hubungan nya bersama Hila terus berjalan semestinya tampa sepengetahuan Yuna, begitupun sebalik nya.
Aksa bangkit, mendudukan tubuh nya di tepi tanjang, beberapa kali menyugar rambut kemudia beranjak menuju pintu kamar mandi untuk segera membersihkan diri nya.
^
^
__ADS_1
Tuutt...tuut...
"Ck. Kemana sih kamu?"Yuna mendengus kesal ketika lagi-lagi panggilan telepon nya tak kunjung tersambung.
Raut wajah nya terlihat masam, kaki nya terus mondar-mandir dengan perasaan yang sudah tidak karuan.
"Aksa kamu kemana? nggak biasa nya kamu seharian nyuekin aku."Cicit Yuna kembali.
Awas saja! kalo kamu lebih utamain Hila, akan ku bongkar sebelum kamu melakukan nya.
Yuna yang merasa sangat kesal pun melempar ponsel nya kencang ke atas ranjang,namun ketika benda pipih itu mendarat di atas tempat tidur, tiba-tiba saja dering ponsel nya berbunyi, dan menunjukan panggilan masuk dari kekasih nya Aksa.
—Kamu tuh kemana aja sih!
[Aku baru selesai mandi sayang!]
—Bohong! pasti kamu habis pacaran kan sama wanita itu?
[Nggak ada, aku ketiduran dari tadi sore.Di kantor lagi banyak kerjaan, aku cape.]
—Awas aja kalau kamu udah mulai aneh-aneh sama Hila, aku bongkar niat kamu ke Hila.
[Sayang apa sih, kamu marah-marah terus.Aku ke sana sekarang oke!]
—Nggak usah, udah bete aku.
[Mau di bawain apa?]
—Aku bilang nggak usah, ya nggak usah.
Panggilan pun terputus, Yuna langsung menjauh kan ponsel nya dari telinga, menatap layar ponsel nya sambil tersenyum.
Setelah kurang lebih satu jam Yuna menunggu.Akhir nya bell apartemen yang di tempati nya berbunyi.
TING...TUNG...
Dengan cepat Yuna berjalan ke arah pintu, meraih dan menelan handle pintu perlahan sampai terbuka lebar.
"Hay sayang!"Aksa merentangkan tangan nya sambil tersenyum.
—Brugh..
Yuna langsung meloncat ke atas pangkuan kekasih nya, melilit erat leher dan kaki Aksa dengan kedua tangan dan kaki kecil nya.
"Kau sudah lama menunggu?"Bisik Aksa tepat di telinga Yuna sambil terus berjalan ke dalam dengan Yuna di pangkuan nya.
Yuna yang sedang menenggelam kan wajah nya di tengkuk Aksa hanya mengangguk.
—Cup..
"Maaf!"Sergah Aksa.
Aksa mencium pipi Yuna, lalu menurun kan tubuh kekasih nya perlahan.
__ADS_1
"Aku rindu."Ucap Yuna lalu kembali merangkul bahu Aksa.
Aksa tersenyum, kemudian meraih pinggang Yuna dan menempel kan kening kedua nya.
"Apa kamu pikir aku tidak merindukan mu sayang?"Bisik Aksa lalu menyeringai.
Dengan cepat Yuna meraup bibir Aksa, kedua tangan nya manarik leher Aksa agar sedikit membungkuk supaya ia bisa memperdalam ciuman kedua nya.
Pandangan Aksa terus melihat mata Yuna yang sudah terpejam, membiarkan wanita di hadapan nya bermain sesukahati ketika dirinya terus berusaha menarik ke sadaran karena terus memikirkan Hila, gadis yang kembali masuk ke dalam hati nya.
"Apa kamu tidak mengingin kan nya Aksa?"Tanya Yuna ketika menjeda cumbuat nya.
"Aku sedikit lelah sayang."Tukas Aksa sambil tersenyum tipis.
Seketika Yuna terdiam, pandangan nya terus mendongkak meneliti netra indah pria di hadapan nya.
Kamu berbohong Aksa, kau sedang memikir kan wanita lain.
"Tapi aku mengingin kan nya Aksa!"Bisik nya dengan nada sensual.
Aksa terdiam.
"Kita bisa lakukan nan...!"Suara nya terhenti ketika Yuna langsung meraup kedua benda kenyal yang masih tertutup rapat.
Lagi-lagi Aksa terdiam, pria itu tidak menolak juga tidak membalasa permainan bibir Yuna yang terus menyesap dan menggigit nya secara brutal.
Sebagai seorang pria normal, jelas saja apa yang di lakukan Yuna bisa membangunkan sesuatu di bawah sana.Lalu setelah beberapa saat menolak, akhirnya Aksa menyerah juga dan segera membalas pautan bibir Yuna.
Suara decapan pun mulai terdengar jelas memenuhi ruang tengah.Tangan Aksa mulai menggerayang nakal mengabsen setiap inci tubuh seksi Yuna.
"Emmpphh.."Yuna melengguh, tatapan nya terlihat sayu dengan ke adaan tubuh yang melemas karena hasrat nya sudah membuncah tinggi.
Dengan cepat Aksa memangku tubuh kecil kekasih nya, lalu membawa Yuna ke dalam kamar.
—Brukk..
Aksa melempar tubuh Yuna, melucuti pakaian kedua nya, lalu segera melakukan kegiatan yang sering kedua nya lakukan.
Suara erangan, rintihan, bahkan teriakan terus menggema.Tangan dan kaki Yuna terus berusaha memeluk tubuh pria di atas nya dengan erat, sampai ketika Aksa sudah mulai hilang kendali, mempercepat hentakan nya, pria itu sudah tidak bisa bebuat apapu hingga menyemburkan benih nya ke dalam rahim Yuna.
"Ohh,... shit!"Aksa menggerang.
Kedua nya terkapar lemas, dengan suara nafas yang sudah menderu-deru.
"Yuna aku hilang kendali."Ucap Aksa penuh penyesalan.
Yuna tersenyum.
"Tida apa-apa!"Sahut nya terengah-engah.
Hanya ini cara agar kamu tetap di sisi ku, bersama ku Aksa.Aku siap hamil agar kau cepat menikahi ku, dan meninggal kan Hila secepat nya. Ucap nya dalam hati.
...TBC🌻🌻🌻...
__ADS_1
...Jangan lupa! like, vote, dan komen!!...