Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Telur dadar.


__ADS_3



Dering ponsel berbunyi, seketika membuat pria yang sedang terlelap mengerjapkan mata dan segera meraih ponsel milik nya yang terletak di atas nakas samping tempat tidur.


Tangan nya terasa berat, sampai mata nya terbuka lebar untuk memastikan sesuatu yang bertumpu pada lengan nya.


Seketika bibir nya tersenyum ketika melihat Hila yang sedang terlelap di dalam dekapan nya, memeluk tubuh di samping nya dengan erat.


"Sayang,..hey bangun!"Aksa menepuk pelan pipi Hila.


Tubuh kecil itu menggeliat, namun bukan nya bangun, Hila malah semakin mengeratkan pelukan nya dengan pipi yang menempel tepat di dada Aksa.


"Hila,..sayang! aku harus segera pulang."Panggil Aksa kembali tepat di telinga Hila.


"Hem?"Gumam gadis itu dengan mata yang masih tertutup.


"Sudah pukul tiga, aku harus pulang."Bisik Aksa.


Hila mengerjap, mencoba mengembalikan kesadaran nya lalu bangkit.


"Mau pulang?"Tanya Hila dengan suara parau nya.


"He'em, sebentar lagi orang tua mu akan pulang, dan kamu tidak akan takut lagi bukan!"Ujar Aksa tersenyum, lalu beranjak ke arah kamar mandi.


Hila segera bangkit, lalu berjalan ke luar kamar menuju dapur.


Pandangan nya langsung menatap ke arah meja makan, yang terlihat sedikit berantakan dengan beberapa mangkuk dan gelas bekas Aksa dan dirinya.


Dengan cepat Hila membawa mangkuk dan gelas kotor ke dalam wastafel, lalu membawa lap untuk membersih kan sisa makanan yang terlihat.


"Aku pulang yah!"Aksa tersenyum, sambil terus berjalan ke arah nya.


"Sebentar, aku ambil jaket dulu! di luar pasti dingin."Cicit Hila, namun Aksa menarik tangan nya.


"Tidak usah, simpan saja."Sergah Aksa.


"Di luar dingin!"


Aksa hanya tersenyum.


"Yasudah, minum air hangat dulu."Hila langsung membuka rak piring, membawa satu gelas dan berangsur ke arah dispenser.


"Nah,..di minum biar perut nya hangat."


Aksa meraih segelas air hangat dari Hila, kemudian meneguk nya hingga tandas tampa sisa.


"Terimakasih."Aksa tersenyum."Aku pulang yah, hati-hati di rumah!"Ujar nya kemudian memeluk Hila.


"Terimakasih."Ucap Hila.


"Hem!"Gumam Aksa.


Aksa melepaskan pelukan nya, lalu berjalan ke arah pintu luar di antar oleh Hila yang berjalan mengekor di balik tubuh tinggi nya.


–Brugh..


Aksa membuka kaca mobil nya, lalu melambaikan tangan ke arah hila sebelum pergi.


"Dah sayang!"Teriak Hila, mengantar kepulangan Aksa dengan senyum sumringah dan lambaian tangan, yang juga di balas Aksa.


...Flashback🌿...

__ADS_1


"Aku pulang baik-baik di rumah!"Aksa pamit sambil berjalan ke arah luar, setelah selesai makan mie rebus bersama.


Hila menganguk, dengan raut wajah yang mulai terlihat gusar.


"Hila?"Panggil Aksa ketika dirinya di ambang pintu dan berbalik arah.


"Iya."Kepala nya mendongkak.


"Are you oke?"Aksa menatap nya lekat.


Hila diam.


"Sayang! you oke?"Aksa mendekatkan pandangan nya.


"Aku takut!"Ucap nya hampir berbisik.


"Apa?"


"Aku takut!"Hila berbisik.


Aksa terdiam, pria itu terlihat bingung sambil terus menatap iris Hila yang memandang nya sendu.


"Kamu mau aku menginap?"Tanya Aksa.


Hila diam.


"Baiklah, aku akan menemani mu."Aksa kembali masuk, lalu menutup pintu rumah Hila kembali.


"Aku tidur di sofa, kamu masuk kamar, tidak usah takut ada aku disini."


Hila menggeleng kan kepala, lalu menarik lengan Aksa cukup kuat.


"Kita tidur di kamar, tempat tidur ku cukup untuk kita berdua, walau sedikit mepet."Jelas nya.


"Ayo tidur."Hila tersenyum lalu naik ke atas tempat tidur.


Pria itu mengangguk pelan, lalu ikut naik bersama Hila.


Aksa merbahkan tubuh nya miring, membawa Hila kedalan dekapan hangat nya.


"Terimakasih."Ucap Hila lalu membenamkan wajah nya di dada Aksa dan memeluk tubuh pria di samping nya itu sangat erat.


–Cup..


"Mimpi indah baby girl."Kata nya setengah berbisik setelah mencium lucuk kepala Hila.


...Flashback Off🥀...


Suara kicauan burung sudah jelas terdengar saling bersahutan, hilir agin sejuk menyapu setiap dedaunan yang masih menyisakan embun.


Derum suara motor memecah kesunyian pagi, hanya terlihat beberapa yang sudah melakukan aktifitas, dimana setiap orang masih betah di atas ranjang bergulung selimut.


Pandangan Arina langsung tertuju pada setiap jendela rumah nya yang sudah terbuka, dan halaman rumah yang sudah terlihat bersih.


"Hila sudah bangung!"Arina memandang susami nya sesaat, kemudian berjalan menuju pintu.


–Klek..


Arina masuk, lalu terdengar aktifitas dari arah dapur dengan aroma sedap yang sudah menusuk hidung.


"Hila?"Arina memanggil putri bungsu nya sambil terus berjalan ke arah dapur.


Gadis yang sedang berdiri di hadapan meja kompor pun menoleh, kemudian menyambut kedua orang tua nya yang terlihat heran dengan senyuman.

__ADS_1


"Sudah bangun?"Arina mendekat.


"Ini sudah berdiri mah, berarti sudah bangun!"


"Kamu nggak takut?"Tanya Indra.


"Tidak."Jawab nya singkat.


Hila mematika kompor, menyajikan telur dadar buatan nya di atas piring lalu meletakan nya di atas meja.


Raut wajah Arina langsung terlihat sumringah, wanita itu bahagia ketika melihat Hila dengan telaten nya menyiap kan sarapan untuk ia dan suaminya yang baru saja pulang.


"Sarapan nya sudah siap,..ibu bapak yang terhormat! Hila ke kamar dulu, mau beres-beres dulu."Gadis itu pergi.


"Sarapan dulu nak!"Panggil Arina.


"Nanti saja, Hila mau ke rumah ka Yoga sebelum berangkat kerja."Sahut nya lalu menutup pintu kamar.


"Anak kita memang sudah siap berumah tangga pak."Ujar Arina.


"Dia hebat seperti kamu, mampu melakukan banyak hal."Sergah Indra yang juga tersenyum.


^


^


"Jadi bagai mana ke adaan ka Agni mah?"Tanya Hila sambil duduk dengan tangan yang membawa gelas berisi air putih bekas Aksa minum tadi.


"Tinggal pemulihan, bagus nya tidak perlu di kuret karena tidak ada yang tertinggal."Jelas Arina.


"Kenapa ka Agni nggak tahu hamil yah?"Hila penasaran.


"Kata nya nggak enak badan, Agni minum tolak angin, tiba-tiba sakit perut, kirain mau datang bulan ternyata bukan."Jelas Arina.


Hila mengangguk.


"Kalo gitu Hila berangkat, mau nengokin ka Agni dulu."


"Iya hati-hati."Cicit nya sambil berjalan di belakang Hila, mengantar putri nya itu sampai teras.


"Aksa nggak jemput?"Tanya nya.


"Ini masih kepagian mah, lagian ka Aksa ada rapat sama karyawan nya."Jawab Hila.


Arina menganguk, menatap punggung Hila yang terus berjalan menjauh ke arah halte yang berada tidak jauh dari rumah nya.


"Kamu sudah dewasa nak!"Gumam nya penuh haru, ketika untuk pertama kali nya Hila membantu pekerjaan rumah nya dengan sangat baik.


Arina kembali masuk ke dalam, berjalan ke arah kamar nya dimana Indra sedang mandi untuk segera bersiap untuk bekerja.


...TBC🌻🌻🌻...


...Jangan lupa!...


...Di like.....


...Di komen.....


...Di lempar bunga⚘⚘...


...Di kasih kopi juga oke☕☕...


...Sayang kalian readers ku😚😚😚...

__ADS_1


__ADS_2