
💮
💮
Jarum jam sudah menunjukan pukul tujuh pagi.
Semua hidangan yang di masak Hila dan Arina sudah terhidang rapih di atas meja makan.
"Hila, panggil suami kamu!"Titah Arina kepada putri bungsu nya."Mama mau panggil bapak juga."Jelas nya kemudian berjalan terlebih dulu meninggal kan Hila.
Dengan cepat, Hipa berjalan ke arah pintu kamar nya, meraih dan segera menekan handle pintu.
—Klek..
"By?"Panggil Hila seraya masuk ke dalam kamar.
Terlihat Aksa sedang berbaring di bawah gulungan selimut, dengan ponsel yang menyala di hadapan nya.
"Iya sayang!"Aksa menoleh, menatap Hila yang sedang berjalan ke arah nya.
"Ayo makan, sarapan nya sudah siap."Hila tersenyum."Mama membuatkan kamu prekedel kentang."Tukas Hila kembali.
"Oh ya?"Aksa tersenyum.
Hila mengangguk, kemudian kembali berjalan ke arah luar, dengan Aksa yang menyusul di belakang nya.
Terlihat Arina dan Indra sudah duduk berdampingan di kursi meja makan, menunggu anak menantu nya untuk segera melakukan sarapan bersama.
"Pak!"Sapa Aksa."Semalem pulang jam berapa?"Tanya nya.
"Jam sepuluh, ngobrol dulu sama ayah mertua nya Hila."Ujar Indra.
Aksa mengangguk.
"Nanti lagi ngobrol nya, sekarang di makan duku sarapan nya."Titah Arina sambil menyodor kan piring berisi nasi.
Hila berdiri, mulai mengambilkan beberapa lauk untuk suaminya.
"Sudah sayang!"Cicit Aksa.
"Tahu nya mau?"Tanya Hila.
"Tidak usah, sayur sop sama ayam saja sudah cukup."Tukas Aksa.
Hila tersenyum, kemudian mengangguk dan segera duduk kembali.
^
^
"Hari ini kalian pulang ke rumah ibu dan ayah?"Tanya Indra setelah selesai dengan sarapan nya.
"Iya pak, nginep sehari juga. Nanti kita tinggal di apartemen nya Hila."Jelas Aksa.
"Apartemen kita By!"Timpal Hila.
"Yasudah iya."Kata Aksa.
__ADS_1
Indra mengangguk.
"Bapak titip Hila sama kamu, jaga dia baik-baik!"Pesan Indra kepada menantu nya.
"Iya pak,..Aksa akan jaga Hila sebisa mungkin, seperti kalian menjaga Hila."Kata Aksa kepada ayah mertua nya.
"Dan satu lagi, kalo ada masalah di bicarakan baik-baik, usahakan janga terlalu lama marahan, apalagi sampai lari dari masalah, nggak baik."Akhir nya Arina bersuara, setelah sekian lama hanya menyimak.
"Iya mah."Sahut Hila.
"Yasudah, ini biar mamah yang beresin! kalian siap-siap saja, ibu dan ayah Aksa pasti menunggu."Titah Arina kepada Hila dan Aksa.
Hila mengangguk, kemudia bangkit dari duduk nya.
"Kita siap-siap dulu ya mah."Ucap Aksa kemudian berjalan menuju kamar bersama Hila.
Kedua nya masuk ke dalam kamar, segera membenahi barang-barang yang mereka bawa lalu bersiap setelah beberapa menit berlalu.
Kemeja putih, jeans boy friend blue light dan rambut sebahu yang di biar kan terurai begitu saja, membuat Hila semakin cantik siang hari ini.
"Selesai?"Tanya Aksa yang juga sudah terlihat siap dengan kaos dan celana denim nya.
"Sudah."Hila mengangguk.
Tangan Aksa melaih koper sedang milik Hila, kemudian membuka handle pintu dan berjalan ke arah luar. Dimana Arina dan Indra sudah berdiri di ruang tamu untuk mengantar kepergian putri bungsu nya, yang saat ini memutus kan untuk tinggal bersama Aksa yang saat ini sudah menjadi suami sah nya.
"Ahh,..apa kalian tidak menginap seminggu saja di rumah mamah?"Tanya Arina, bibir nya tersenyum namun mata nya berkaca-kaca.
"Jangan nangis mah, Hila cuma pindah rumah nyah! bukan negara."Hila memeluk tubuh Arina erat.
"Sering-sering tengokin mamah dan bapak ya nak."Arina mendorong bahu Hila dengan kedua tangan nya, membuat pandangan antara ibu dan anak itu beradu.
Sekuat mungkin Hila menahan air mata nya yang sudah mulai menggenang.
"Mah,..pak,..Aksa bawa Hila pulang dulu."Pamit Aksa.
"Iya hati-hati."Jawab Indra.
Aksa mengangguk, kemudian menggandeng Hila dan berjalan ke luar menuju mobil Fortuner hitam nya yang terparkir.
Kedua orang tua Hila hanya terdiam di ambang pintu, sambil sesekali melambaikan tangan ke arah Hila dan Aksa yang sudah mulai masuk kedalam mobil.
"Hati-hati, jaga kesehatan kalian!"Arina berteriak.
Wanita itu terlihat sangat sedih, menatap mobil yang sudah mulai melaju dengan uraian air mata.
"Sudah, mereka akan sering ke sini."Indra mengusap pundak Arina.
"Kita tinggal berdua pak, mama pasti kesepian apalagi kalau bapak kerja."Wanita itu mengeluh.
"Nanti akan di ramaikan oleh cucu-cucu kita, persiap kan diri saja, nanti mereka akan sering meminta di gendong."Indra tersenyum, mencoba menghibur istrinya.
"Kenapa mereka cepat sekali besar, padahal rasa nya baru kemarin Yoga belajar berjalan, terus mempunyai adik. Sekarang mereka sudah menikah."Suara Arina bergetar, menahan tangisan.
^
^
__ADS_1
"Sudah, sabtu minggu kita bisa menginap bukan?"Aksa meraih tangan istrinya uang kini sedang bersedih karena meninggal kan kedua orang tua, dan rumah masa kecil nya.
"Aku cuma sedih lihat mama menangis."Ucap nya sambil terus menyusut air mata nya dengan tissue.
Aksa menoleh.
"Apa kamu mau tinggal di rumah mama? kalau mau kita pulang lagi saja setelah kita datang ke rumah ayah dan ibu!"Tanya Aksa pelan.
Hila terdiam sesaat, dengan isak tangis yang tak kunjung reda.
"Sayang?"Panggil Aksa.
"Mana mungkin setelah menikah masih tinggal di rumah orang tua."Sahut nya pelan.
"Terus aku harus bagai mana?"Aksa memelan kan laju mobil nya, dengan pandangan yang sesekali memandang Hila.
"Kita jalani saja, awal-awal memang pasti susah By."
"Yasudah jangan menangis lagi!"Pinta Aksa.
Hila menganggukan kepala, mencoba menghentikan tangisan nya.
💮
💮
Setelah satu jam menyusuri jalanan, melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.Akhirnya Hila dan Aksa sampai di halaman rumah yang saat ini di huni kedua orang tua nya.
Nanda yang mendengar suara mobil anak nya datang, dengan cepat wanita itu berlari ke arah teras, menyambut anak dan menantu nya pulang.
"Ibu."Panggil Hila sambil tersenyum.
"Ibu nungguin kalian dari tadi."Ucap nya yang langsung menarik tangan Hila masuk ke dalam rumah.
"Jalan macet bu,..jadi rada telat."Hila tersenyum canggung.
"Iya ibu tahu, kota pasti macet di jam-jam saat ini, kalian pasti lelah jadi istirahat lah."Nanda mengantar Hila masuk ke dalam Aksa, yang terlihat banyak nya tataletak barang-barang yang berbeda.
"Aksa masuk dulu bu!"Pamit Aksa.
Nanda mengangguk dengan senyum yang terus terukir di bibir nya.
Dengan cepat Nanda menarik handle pintu kamar Aksa, kemudian menutup dan terkunci dengan sendiri nya.
"Istirahalah, aku mau beresin barang yang harus di bawa."Jelas Aksa sambil tersenyum.
"Aku bantu saja."Hila berujar.
"Yakin? apa tidak mau tidur saja!"Aksa menatap nya lekat.
"Yakin,.. ayo! apa saja yang akan di bawa dan harus di kemas."Cicit Hila.
"Baik ayo aku tunjukan."Aksa menarik tangan Hila ke arah lemari.
...TBC🌺🌺🌺...
...Jangan lupa!...
__ADS_1
...Malam ini vote ya!!🥴🥴...