
...----------------...
Keesokan harinya. Jam baru saja menunjukan pukul 06:00 pagi, mata Hila perlahan pengerjap, lalu mendudukan tubuh nya ketika ia merasakan sakit yang teramat sangat di perut bagian bawah nya.
Sayup-sayup suara telepisi terdengar, di selingi dengan tawa Aksa yang juga beberapa kali terdengar nyaring.
Sebelum turun dan beranjak menuju kamar mandi, Hila melihat ke arah samping yang sudah terlihat kosong, tentu saja dia sudah bangun, pikir nya.
"Aw!"Hila merintih, dengan satu telapak tangan menyentuh perut nya.
Namun seolah tidak peduli, Hila terus memaksakan diri untuk berjalan pelan menuju kamar mandi. Menurut nya ini adalah rasa yang biasa dia rasakan di awal ketika tamu bulanan nya akan segera datang.
Mahila terdiam, menatap satu kotak alat test kehamilan yang di belinya bersama Aksa kemarin.
"Coba lagi deh!"
Hila meraih kota tersebut, membuka segel da membawa dua pcs sekaligus.
Hila segera menurun kan celana nya, ia cukup tersentak ketika mendapati celana d*lam nya yang sudah ada noda darah berwarna merah segar.
"Hanya untuk meyakin kan hasil test dan pemeriksaan kemarin Hila."Gumam nya pada diri sendiri, ketika Hila merasakan bimbang.
Seperti apa yang harus di lakukan dalam langkah-langkah yang tertera di balik kemasan testpack.
Kini Hila memasukan tiga sekaligus alat tersebut kedalam air pipis nya yang sudah ia tampung.
Hila duduk dengan pandangan yang tak teralihkan sama sekali.
Dan betapa terkejut nya ketika hasil dari kedua benda pipih tersebut kembali menunjukan dua garis merah dengan sangat jelas.
"Sebenar nya aku kenapa?"Raut wajah Hila terlihat sangat khawatir.
"Ahh!"Suara Hila memekik.
__ADS_1
"Kenapa rasa nya makin sakit!"Ucap nya seraya menunjukan pandangan.
"Ya ampun! Byy.....
Hila berteriak sekencang mungkin.
Tubuh Hila bergetar, mata nya membulat dengan mulut yang terbuka sangat lebar ketika darah segar itu terus mengalir tampa henti dari area sensitif yang juga membasahi paha dan turun ke betis.
"By tolong aku!"Hila kembali berteriak.
Sementara itu, Aksa yang sedang duduk di sofa ruang tengah dengan televisi yang menyala terlihat menjengitkan kening nya.
"Kenapa Hila berteriak?"Aksa berujar, kemudian segera bangkit dan berjalan masuk kedalam kamar.
"Aksa tolong aku!!"Hila berteriak lagi.
"Iya sayang tunggu sebentar."Sahut Aksa yang baru saja masuk ke dalam kamar mereka.
Ceklek!
"Kita harus ke Dokter!"Pinta Hila sambil menagis.
"Kamu datang bulan?"Aksa terus menatap Hila, tampa menyadari sesuatu yang berada di samping nya.
"Aku positif lagi,.. tapi kenapa keluar banyak darah?!"
Aksa melihat kemana pandangan Hila tertuju.
"Baiklah, kita ke Dokter sekarang juga."
Pria itu langsung mengangkat tubuh Hila, tidak perduli berapa banyak darah yang mengotori kaos yang sedang di kenakan nya.
"Perut aku sakit banget By,... nggak kuat!"Kata Hila dengan suara lirih.
__ADS_1
"Kamu tunggu disini!"Tukas nya kepada Hila, Aksa menempatkan tubuh Hila duduk bersandar di atas sofa kamar nya.
"Mau kemana By?"
"Aku mau ambil hape, kita telpon ambulan."Jelas Aksa.
^
^
^
Saat ini Aksa duduk di kursi berhadapan dengan ruang operasi. Aksa tidak pernah menyangka kejadian nya akan seperti ini.
Tangisan, jeritan dan rintihan Hila terus berputar di ingatan nya, apalagi ketika Dokter memponis bawa Hila ternyata mengalami Kemahilan Ektopik ( Hamil di luar kandungan ) dan harus segera melakukan operasi besar sebelum darah Hila semakin berkurang dan membutuhkan transfusi darah.
"Aksa!"Nanda memanggil putra nya yang sedang tertunduk dengan kepalan tangan yang di letakan di kening.
"Ibu."Sahut nya dengan suara lirih.
"Kenapa Hila bisa seperti ini?"Tanya Raksa.
"Cerita nya panjang yah."Kata Aksa, pria itu seolah menolak menceritakan kejadian yang membuat hati nya terasa teriris-iris.
"Apa orang tua Hila sudah di kasih tahu?"
"Sudah bu,..mungkin sedang dalam perjalanan."Kata Aksa.
"Kita berdoa, semoga operasi nya berjalan lancar."Raksa mengusap bahu putra semata wayang nya.
Tidak lama setelah Nanda dan juga Raksa sampai, dari lorong terlihat Arina dan juga anggota keluarga lain nya datang.
"Mahila anaku!"Cicit Arina dengan tangisan nya.
__ADS_1
...Guys! udah hari senin ini...vote nya dong biar semangat nulis nya kembali lagi....