
........
Pagi ini tepat pukul tujuh pagi di kediaman Raksa Mahiwara, Hila dan suaminya Aksa sudah terlihat siap untuk segera pergi, dengan barang bawaan yang sudah telihat di kemas rapih.
Seperti apa yang di katakan Aksa, setelah sehari mereka menginap di rumah orang tua nya, mereka akan segera pindah ke apartemen yang Aksa berikan untuk Hila.
"Apa masih ada? jangan sampe ada yang lupa By!"Ucap nya sambil merapihkan sisa barang yang akan suaminya bawa.
"Sudah, aku ambil yang penting-penting saja! sama kaya kamu, soal baju dan lain nya kita bisa beli."Sahut Aksa yang saat ini sedang berdiri di dapan kaca sambil menggulung lengan kemeja nya sampai sikut.
TOK..TOK..
"Sa! ayo kita sarapan dulu."Panggil Nanda di balik pintu kamar nya sedikit berteriak.
Dengan cepat Hila berjalan ke arah pintu, meraih dan menekan handle sampai pintu kamar nya terbuka lebar.
‐Klek..
"Ibu."Hila tersenyum.
"Ayo kita makan, beresin barang-barang nya nanti lagi, sekarang isi perut nya dulu! biar tenanga nya nggak habis."Jelas Nanda sambil tersenyum ke arah menantu nya.
"Sudah beres kok bu."Sahut Aksa sambil berjalan ke arah pintu, kemudian menutup nya setelah Hila dan ibu nya berjalan meninggal kan nya terlebih dulu.
"Baguslah kalau sudah selesai."Sergah Nanda sedikit kencang.
Aksa diam, pria itu hanya terus melangkah kan kaki nya lebih cepat, agar bisa menyusul istri dan ibu nya.
"Tumben masak?"Tanya Aksa yang kemudian duduk di samping Hila.
__ADS_1
Nanda tersenyum.
"Bukan ibu yang masak, ibu cuma beli."Wanita itu tersenyum ke arah Aksa.
"Sudah ku duga!"Cicit nya pelan.
Nanda dan Raksa hanya tersenyum, ketika melihat raut Aksa yang seketika berubah masam.
"Aku ambilin ya By, mau pakai apa?"Tanya Hila.
"Aku mau sama soto ayam aja."Jawab nya yang langsung di angguki Hila.
^
^
"Maaf ibu sama ayah nggak bisa anter yah!"Tukas Nanda kepada Hila dan Aksa yang kini sedang berjalan ke arah luar dengan koper besar yang di bawa Aksa.
"Nggak apa-apa bu."Kata Hila.
"Nanti kita kesana, mungkin barengan sama mama dan bapak juga."Timpal Raksa.
"Iya yah."Sahut Hila.
"Kalau begitu kami pamit!"Kata Aksa kepada Nanda dan Raksa.
Raksa mengangguk.
"Hati-hati di jalan Sa! jangan kebut-kebutan!"Pesan Raksa.
__ADS_1
Pria itu mengangguk sambil memasukan koper milik nya kedalam bagasi mobil, lalu segera menyusul Hila yang terlebih dulu masuk ke dalam mobil milik nya.
Derum suara mesin mobil pun jelas terdengar, mobil hitam itu perlahan mundur, meninggal kan halaman rumah orang tua Aksa.
Raut wajah Nanda terlihat sendu, namun wanita paruh baya itu beberapa kali tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah mobil.
PIM..PIM..
Pamit Aksa kemudian melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, meninggal kan rumah bersar yang sudah bertahun-tahun di tempati nya.
Samahal nya dengan Hila, Aksa pun merasakan sedih ketika kini ia harus jauh dengan kedua orang tua nya, namun Aksa lebih terlihat tegar di banding kan Hila.
"Kamu sedih?"Tanya Hila kepada Aksa yang hanya terdiam dengan pandangan fokus ke arah depan.
Aksa menoleh, lalu kembali fokus ke jalanan yang berada di depan nya.
"Kalau mau nangis, nangis aja nggak apa-apa."Ucap Hila pelan.
"Ck, memang nya aku pria seperti apa! begitu saja harus manangis."Aksa bedecak lalu tersenyum getir.
"Dih,..aneh!"Cicit Hila pelan.
Tidak ada sahutan lagi dari Aksa, pria itu hanya terus menatap ke arah depan, sambil terus menahan sesuatu yang sudah menyeruak dalam dada nya.
Gengsi nya tinggi sekalai! pikirnya.
...TBC🍓🍓🍓...
...Jangan lupa!...
__ADS_1
...Like, vote dan komen....