Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Berkunjung.


__ADS_3

šŸ„€


šŸ„€


Tubuh Mahila perlahan menggeliat, dengan mata yang mulai mengerjap ketika merasakan sesuatu yang terus mengusik dirinya.


"Hai!"Sapa Aksa ketika Hila membuka mata nya.


"By,...aku masih ngantuk."Rengek Hila pelan ketika Aksa terus menciumi pipi nya berkali-kali.


"Tidur saja, tidak ada yang mau membangun kan mu sayang."Sahut Aksa tampa menghentikan kegiatan nya.


"Iya,...tapi kamu ganggu aku!"Cicit Hila dengan mata yang kembali tertutup akibat rasa kantuk nya yang masih terasa.


"Kamu libur?"Tanya Aksa.


"He'em!"Gumam Hila.


"Kalau begitu,...


"Tidak! kita sudah melakukan nya beberapa kali tadi malam."Hila memotong perkataan Aksa.


Pria itu tersenyum.


"Sekali."Bisik Aksa.


"No!"Tegas Hila.


"Sayang!"Aksa merengek.


"Nggak By,...kita kan mau ke rumah mama."Timpal Hila.


Aksa menghela nafas nya pelan.


"Baiklah, saat ini kamu aman."Kata Aksa pelan.


^


^


Setelah bermalas-malasan di atas tempat tidur belasan menit lama nya.


Akhinya Hila bangkit, mengikat rambut nya sambil terus berjalan ke arah pintu kamar mandi.


Namun sebelum masuk, pandangan Hila tertuju pada pintu walk in closet yang terbuka, dimana suaminya berada saat ini.

__ADS_1


Hila berjalan pelan, menghampiri Aksa yang sedang mengenakan pakaian nya menghadap cermin besar yang tersedia.


"Ayo mandi!"Aksa berujar, suara nya terdengar pelan dengan mata yang menatap ke arah cermin, melihat Hila yang sudah memeluk nya dari arah belakang.


"Aku males mandi,...kenapa yah?"Ucap Hila pelan.


"Jorok!"Ledek Aksa.


Plak!


"Istrinya malah di katain jorok."Rengek Hila.


Aksa terkekeh pelan, lalu memutar tubuh nya menghadap Hila.


"Kenapa? apa kamu masih mau tiduran?"Tanya Aksa.


Hila diam.


"Mau ke rumah mama atau tidak?"Tanya Aksa kembali.


"Mau,...


Hila merengek manja seraya mengerat kan pelukan nya pada Aksa.


"Mager aku By!"Jelas Hila.


–Cup..


Aksa mencium bibir Hila.


"Ayo mandi!"Titah Aksa lalu tersenyum.


Prempuan itu diam, kemudian menghela nafas nya.


"Baiklah,..aku mandi dulu."Ucap nya lemas lalu melepas kan lilitan tangan nya.


Aksa menggeleng kan kepala, dengan bibir yang terus melukis senyum.


"Dasar! kelakuan nya ada-ada saja. Biasa nya rajin, kok sekarang makah males-malesan."Gumam Aksa.


^


^


Siang hari nya tepat pukul 10:30, mobil Fortuner Aksa sudah berhenti tepat di halaman rumah kedua orang tua Hila.

__ADS_1


Kedua nya turun dari mobil bersamaan, yang langsung di sambut dengan senyuman hangat Arina yang sudah berdiri di teras depan rumah.


"Mamah,....


Hila berteriak seperti anak kecil, berlari pelan ke arah Arina lalu memeluk tubuh prempuan paruh baya itu erat.


"Aku rindu!"Rengek nya.


"Sama mamah juga rindu kamu."Ucap nya dengan suara bergetar menahan tangis.


"Jangan menangis!"Hila merenggang kan pelukan nya, lalu mengusap kedua mata Arina dengan jemari lentik nya.


"Kamu gemukan Hila!"Ucap nya seraya meneliti Hila dari bawah sampai atas.


"Masa si mah."Kata Hila.


"Iya! seperti nya Aksa merawat mu dengan baik,...ayok masuk Aksa."Arina tersenyum kemudian berjalan masuk beriringan bersama anak dan menantu nya.


"Bapak kerja?"Tanya Aksa.


"Tidak,...tadi pagi baru pulang."Jelas Arina."Sekarang masih tidur."Ucap nya kembali.


Aksa dan Hila segera duduk di sofa ruang tamu, perjalanan dari apartemen nya cukup memakan waktu, sampai membuat Hila terlihat sedikit kelelahan.


Wanita itu memejamkan mata nya dengan punggung yang sudah menempel di sandaran sofa.


"Mama ambilkan air dulu sebentar."Kata Arina yang langsung di angguki Aksa.


"Kamu kelelahan?"Aksa terlihat sedikit khawatir.


Hila mengangguk.


"Kamu sakit?"Tanya nya kembali sambil menempel kan punggung tangan nya di kening Hila.


"Aku baik-baik saja,...hanya sedikit lemas dan hanya ingin bermalas-malasan."Gumam Hila.


"Seharus nya kita tetap di apartemen, kamu harus banyak istirahat. Apalagi kamu kerja nya banyak berdiri."Sergah Aksa.


"Aku baik-baik saja."Hila menatap Aksa, kemudian tersenyum.


"Kalo ada apa-apa bilang!"Aksa mengusap kepala Hila.


Hila mengangguk."Iya sayang!"Hila berujar.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2