
^
^
Setelah pergumulan panas untuk ke sekian kali nya, Aksa bangkit dengan pandangan yang tertuju Hila.
"Ini tanda bahwa kamu milik aku."Gumam nya seraya menyentuh leher yang memerah, tanda cinta dari nya.
–Cup..
"Maaf aku sudah membuat mu kelelahan."Ucap nya setelah mencium pipi Hila, Aksa pun berdiri dan segera berjalan ke arah kamar mandi untuk segera membersih kan diri.
Hari sudah semakin larut, langit perlahan menghitam seiring cahaya matahari yang juga ikut undur diri, namun sepasang pengantin baru itu, masih saja betah berada di dalam kamar.
Tidak ada niatan Arina untuk memanggil kedua nya, wanita itu cukup faham apa saja yang akan di lakukan dua orang manusia ketika baru saja menikah dan menyandang gelar sebagai pengantin baru.
Beberapa menit menghabis kan waktu di dalam kamar mandi, akhir nya Aksa selesai, walau segera beranjak ke luar kamar.
–Klek..
Pandangan Arina langsung tertuju pada sosok yang baru saja keluar dari kamar putri nya.
"Mah,..ada kopi?"Tanya Aksa.
"Ada, mau kopi apa biar mama yang bikin?"Arina tersenyum.
"Kalo ada kopi hitam saja, Aksa yang bikin saja."Tukas pria itu sambil terus berjalan mendekat ke arah Arina yang sedang duduk di kursi meja makan.
"Ada, duduk saja biar mama yang bikin."Titah Arina sambil menunjuk kursi meja makan.
"Hila tidur?"Tanya Arina lalu bangkit.
Aksa mengangguk.
"Perjalanan cukup jauh ma, kelelahan mungkin."Jelas Aksa berbohong, tentu saja Hila lelah bukan karena perjalanan jauh.
Arina tersenyum, kemudian berjalan ke arah meja makan setelah membuat kan kopi untuk menantu nya, lalu meletakan segelas kopi hitam di hadapan Aksa.
"Kalian mau tinggal di rumah ibu?"Tanya Arina.
Aksa menggeleng kan kepala nya, lalu kembali meletakan gelas kopi yang baru di minum nya kembali di atas meja.
"Kaya nya di apartemen saja mah."Jawab Aksa.
"Jauh?"
"Nggak terlalu mah, kalo mau kesana bilang! biar Aksa jemput, atau kalo mau Hila kesini juga mamah bilang saja."Jelas Aksa yang langsung di jawab anggukan sang ibu mertua.
Obrolan kedua nya berlangsung lama, sampai kopi di dalam gelas milik Aksa tinggal sisa sedikit.
–Ceklek..
Pandangan dua manusia yang sedang duduk di kursi meja makan pun menoleh ke arah pintu kamar Hila, lalu munculah wanita dengan keadaan segar, dengan handuk yang masih melilit di atas kepala nya.
"Mau makan?"Tanya Arina.
"Tidak bu, nanti kalo mau Hila ambil sendiri."Sergah nya sambil duduk di kursi meja makan berhadapan dengan suaminya.
__ADS_1
"Kalian ini kenapa? ko jadi seperti sungkan gitu loh!"Protes Arina kepada anak menantu nya.
"Nggak ada sungkan mah, memang belum laper ko."Sahut Hila.
Arina mendengus, menghela nafas nya pelan kemudian tersenyum.
"Yasudah mamah mau ke kamar dulu, mau mandi."Wanita itu pun meninggal kan Aksa dan Hila berdua saja duduk di kursi meja makan yang berada di dapur.
"Sayang?"Panggil Aksa.
"Heum,..
"Aku boleh meroko kah? satu batang saja."Aksa sedikit memohon.
Hila diam, namun terus menatap pria di hadapan nya tampa ekspresi.
"Baiklah satu."Jawab Hila pelan.
Aksa menganguk, kemudian berjalan ke arah pintu luar, untuk membawa roko milik nya yang tertinggal di dalam mobil.
^
^
Suara kicau burung sudah mulai terdengar bersahutan, sampai membuat Aksa membuka mata nya perlahan di kala suasana dingin ikut menayapa dirinya di pagi hari.
Pamdangan nya tertuju pada Hila, wanita yang selalu memluk tubuh nya erat dengan wajah yang selalu menempel di dada nya.
Dengkuran halus masih terdengar, pria itu tersenyum ketika sampai saat ini dirinya belum menyangka bisa sampai mempersunting Hila.
"Tidur saja cantik!"Aksa berbisik dengan jemari yang terus bermain dengan rambut Hila.
"Kenapa sekarang terasa lebih dingin!"Cicit Aksa sambil mengeratkan pelukan nya.
"Iya kah? menurut ku suasana nya masih sama."Hila berujar dengan suara serak nya.
"Iya sekarang lebih dingin, berbeda saat pertama aku tidur disini."Tukas Aksa. "Kamu tahu,..aku jadi ingin melakukan sesuatu."Aksa berbisik dengan nada menggoda di dekat telinga Hila.
Buk!
Hila memukul dada Aksa cukup kencang, hingga membuat pria itu meringis dan meraih lengan Hila untuk menghentikan nya.
"Dada ku sakit sayang!"Ucap nya sambil terkekeh pelan.
"Kamu ini,...pagi-pagi sudah mesum."Hila mendengus.
"Boleh yah?"Tanya Aksa.
"By kamu sudah menghajar ku puluhan kali, paha ku sudah benar-benar sakit,...sebentar lagi nggak bisa jalan!"Sergah wanita yang terus memeluk tubuh Aksa erat.
"Apa separah itu?"Dengan santai nya Aksa kembali bertanya untuk meyakinkan.
Terdengar jelas Hila menghela nafas nya kasar, merenggang kan pelukan nya, kemudian mendongkak untuk menata Aksa.
"Apa kamu tidak tahu diri?!"Hila menjengit."Dari resort sampai rumah kamu sudah melakukan nya berapa kali, apa aku ini manusia baja yang tidak akan merasa sakit dan lelah."Cecar Hila kepada suaminya.
Aksa diam, menatap wajah istrinya dengan tatapan gemas sambil menahan senyum.
__ADS_1
"Kamu tahu,..aku sedang kejar tayang!"Ujar nya.
Hila menjengit ketika tidak mengerti pernyataan yang baru saja Aksa katakan.
"Aku ingin anak ku segera hadir di rahim mu Hila,... aku mengingin kan nya."Jelas Aksa dengan suara rendah, dan tangan yang juga ikut mengusap perut Hila.
"Berdo'alah,... agar dia segera hadir jika kamu memang benar-benar sudah mengingin kan nya."Sahut Hila.
"Ayo bangun,..kita buka jendela nya agar udara segar nya masuk."Hila menyibakan selimut nya, kemudian bangkit dan turun dari tempat tidur.
"Seindah ini kah,...pagi-pagi bangun di kamar gadis tampa takut ketahuan!"Aksa bangkit, menyusul Hila lalu memeluk prempuan yang sedang berdiri di depan jendela itu dari belakang dengan sangat mesra nya.
"Indah bukan,...makanya kenapa tidak menikah dari dulu."Ledek Hila.
"Kamu nya susah di dapat kan."Jawab Aksa.
"Kan ada mba,...
"Jangan bicarakan dia sayang,.. aku mulai muak mendengar nama nya."Rengek Aksa.
"Tidak aku hanya bertanya By."Timpal Hila.
"Seandai nya kamu sudah ku raih dari dulu, mana mungkin aku akan menunggu lebih lama lagi. Buktinya setelah satu minggu berbaikan, kita langsung menikah!"Aksa mencoba mengingat kan.
Hila berbalik, mengalung kan kedua tangan nya di bahu Aksa.
Hila tersenyum.
–Cup..
Kaki Hila menjinjit lalu mencium bibir Aksa.
"Sebesar itu kah cinta kaka Aksa ku ini?!"Tanya Hila sambil tersenyum.
"Sangat besar,...lebih besar dari rasa cinta mu padaku kau harus tahu itu sayang."Tegas Aksa.
"Ya,..ya aku mengerti sekarang."Hila tersenyum.
"Baiklah,..aku keluar kamar dulu mau bantuin mama masak sarapan buat kita By."Jelas Hila kemudian melepas kan rangkulan tangan nya di bahu Aksa.
"Baiklah,..beri aku satu kali morning kiss lagi."Aksa menepuk pipi nya.
Hila tersenyum.
"Membungkuk,..kamu terlalu tinggi!"Pinta Hila.
Aksa menurut, ia maju satu langkah kemudian membungkukan tubuh nya.
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Hila memberikan kecupan di kening, kedua pipi Aksa dan berakhir di bibir.
__ADS_1
...TBC🌺🌺🌺🌺...
...Jangan lupa like, vote mulai malam ini, komen dan hadiah lain nya guys.....