Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Masa pemulihan.


__ADS_3

^


^


Satu minggu Hila habiskan bermalam di rumah sakit. Akhir nya tepat pada sore hari ini ia di perbolehkan pulang.


Wanita itu sudah terlihat cantik, polesan make up tipis sudah menempel di wajah tirus nya yang beberapa hari ini selalu terlihat pucat.


"Ayok sayang, kita pulang!"Aksa masuk kedalam ruangan dengan raut wajah berbinar nya.


"Sudah selesai?"Hila bangkit perlahan.


"Sudah beres semua,...ngomong-ngomong kita mau pulang kemana?"Aksa mengusap wajah istrinya sangat lembut dan penuh kasih sayang.


"Terserah suamiku saja."Ucap nya yang kemudian mencium bibir Aksa.


Cup..


"Kau cantik sekali."Puji Aksa.


"Selama ini aku nggak cantik?"Goda Hila.


"Setiap hari kamu cantik sayang, tapi hari ini berbeda. Mungkin karena aku sangat merindukan mu."Tukas Aksa. "Baiklah, kita pulang ke rumah ibu saja yah! biar ada yang jagain kamu."Jelas Aksa, lalu membawa koper kecil berisi baju Hila dan beberapa barang lain nya.


Kedua sejoli itu berjalan ke luar ruangan dengan tangan yang terus saling bertautan.


Bahkan Hila dan Aksa selalu tertawa kecil ketika Aksa melontarkan banyak candaan kepada istri cantik nya.


Sesampai nya di parkiran mobil. Aksa terlebih dulu membukakan pintu untuk Hila, lalu berjalan ke arah belakang dan memasukan koper yang di bawanya kedalam bagasi mobil hitam milik nya.


"Baiklah,...ayok kita pulang!"Ucap Aksa sambil tersenyum ke arah istrinya.


"Baiklah sayang."Timpla Hila.


Suara derum mobil pun mulai terdengar ketika Aksa sudah memutar kunci nya.


Perlahan Fortuner hitam itu melaju, meninggalkan rumah sakit yang beberapa hari ini di tempati Hila.


^


^


^


Sementara itu di lain tempat. Raksa dan Nanda tengah duduk di ruang keluarga dengan beberapa kue kering di atas meja dan televisi yang menyala.


"Menantu kita pulanga hari ini?"Tanya Raksa yang kemudian meminum kopi hitam buatan istrinya.


"Iya, tadi Aksa telpon ibu. Kata nya hari ini Hila sudah boleh pulang."Jelas nya tampa mengalihkan pandangan dari tayangan televisi di hadapan nya.


"Mereka pulang ke apartemen atau rumah orang tua Hila? sebaiknya kita segera menengok untuk memastikan keadaan Hila sekarang bu!"


"Ibu kurang tahu yah, nanti juga Aksa yang kasih kabar."Sahut Nanda kembali.


Setelah mendapat jawaban dari istrinya Raksa kembali terdiam, pria itu kembali fokus kepada tayangan dan kopi di hadapan nya.

__ADS_1


Namun kedua nya terkesiap, saling memandang ketika mendengar suara mobil terhenti tepat di garasi rumah.


"Suara mobil Aksa yah!"Raut wajah Nanda terlihat sangat bahagia.


Tampa menunggu lebih lama lagi Nanda dan Raksa bangkit dari duduk nya, lalu berjalan ke arah pintu utama.


Ceklek..


"Ya ampun! kalian pulang kesini?"Sambut nya penuh kebahagiaan."Gimana kabar kamu nak?"Cicit Nanda lalu menghambur kedalam pelukan menantu kesayangan nya.


"Sudah agak baikan bu, tapi luka operasi nya masih sedikit nyeri."Jelas Hila.


"Itu akan segera membaik sayang."Tukas Nanda seraya mengusap lengan mulus Hila.


"Bapak dan ibu kamu sudah tahu?"Tanya Raksa.


"Sudah,..tadi ka Aksa telpon bapak. Kata nya nanti malam kesini."Kata Hila seraya tersenyum.


"Yasudah, bawa Hila ke kamar Aksa. Kasian kalo berdiri lama-lama."Titah Raksa.


"Kalo butuh sesuatu panggil ibu saja."Kata Nanda yang langsung di angguki Hila.


Aksa pun mengangguk, kemudian menuntun Hila agar segera masuk kedalam kamar milik nya.


Hila memang selalu terlihat tangguh, mampu menahan rasa nyeri yang masih terasa di perut bagian bawah nya, namun tidak dengan wajah cantik Hila, bahkan saat ini Hila selalu terlihat pucat dengan berat badan yang juga seperti berkurang.


"Kamu mau sesuatu?"Ucap Aksa sambil menarik selimut ke arah atas agar menutupi tubuh Hila.


"Aku mau tidur saja By!"Sahut Hila.


"Baiklah, istirahat saja."Aksa tersenyum, mengusap kening Hila lembut.


Cup..


"Love you too."Balas Hila dengan senyum tipis di bibir nya.


Setelah melihat Hila nyaman dengan posisi nya, Aksa beranjak menuju lemari besar yang berada di kamar nya, membawa beberapa pakaian dan menggantinya di hadapan Hila tampa rasa malu sedikit pun.


"Buka mata mu sayang!"Aksa terkekeh pelan ketika mendapati Hila tengah menutup mata nya.


"Aku malu!"Ucap nya manja.


Tawa Aksa pun semakin keras, kepala nya bahkan mendongkak ketika mendengar perkataan Hila barusan.


"Bahkan kemarin-kemarin kita selalu tidur tampa busana sayang."Cicit Aksa.


"Mungkin karena itu, makanya aku malu. Sudah beberapa hari kita tidak seperti itu bukan?"Jelas Hila.


Aksa kembali berjalan ke arah tempat tidur setelah selesai bergati pakaian nya.


"Sayang!"Pria itu naik, lalu menyandarkan punggung nya kepada beberapa tumpukan bantal.


"Hemm?"Hila menoleh.


"Apa kamu akan marah ketika aku melakukan kesalahan?"Aksa menatap nya intens.

__ADS_1


Hila menjengit dengan perasaan bingung.


"Apa kamu mau memaafkan ka?"Suara Aksa semakin pelan.


Perlahan Hila bangkit, menata bantal untuk Hila jadikan sandaran punggung nya juga.


"Tergantung. Masalah apa yang kamu buat!"Kini kedua nya saling menatap.


Sesaat Aksa terdiam, menatap wajah cantik itu yang saat ini tengah tersenyum. Sungguh posisi nya saat ini membuat nya serba salah, banyak ke khawatiran dalam diri Aksa, namun masalah harus tetap di hadapi bukan, sampai Aksa harus mempersiapkan diri apapun yang terjadi suatu saat ketika Hila tahu.


Tubuh Aksa merangsek lebih mendekat, membenam kan kepana nya di dada Hila, lalu memeluk tubuh kecil itu erat.


"Kumohon. Jangan pernah tinggalkan aku, sekalipun aku adalah suami terburuk di dunia ini."Ucap nya dengan suara lirih.


Hila tersenyum, menghembuskan nafas nya pelan dengan telapak tangan yang mulai mengusap kepala Aksa lembut.


"Memang nya kesalahan apa yang kamu perbuat? sampai kamu takut aku marah dan pergi meninggalkan mu!"Ucap Hila pelan.


Mata Aksa terpejam, ia berusaha mengatur nafas dan mempersiapkan diri.


"Aku akan jujur! kamu boleh marah tapi kumohon jangan pernah pergi dari hidupku."Pinta nya tampa mengubah posisi nya sedikit pun.


Hila mulai diam.


"Sayang,...aku,...


TOK..TOK..TOK...


"Hila, Aksa! ada mama Arina dan bapak Indra sayang."Teriak Nanda di luar sana.


"By aku mau ketemu mereka dulu."Ujar nya penuh semangat.


Aksa melepaskan dekapan nya, lalu bangkit.


"Baiklah sayang."Aksa tersenyum.


"Aksa?!"


"Iya bu,..."Sahut Aksa.


"Pelan-pelan sayang! jangan tergesa-gesa."Jelas Aksa kepada istrinya Hila.


"Baiklah-baiklah!"Jawab Hila tersenyum hangat, raut wajah nya terlihat berbinar.


Aksa mengangguk, lalu meraih tangan Hila dan menuntun dan perlahan.


Ya tuhan! ini akan sulit sekali.


.


.


.


.

__ADS_1


...Guys kalian sabar yah, kepala author lagi nggak bisa di paksa bikin imajinasi nih....


...πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜…...


__ADS_2