Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Mencari titik terang.


__ADS_3

.


.


Pukul 20:00 malam di sebuah restaurant yang berada hotel bintang lima.


Hila terlihat turun dari Fortuner hitam suaminya, di susul Aksa yang juga langsung berjalan mendekat lalu meraih tangan Hila untuk ia genggam.


Sebuah gaun hitam panjang Hila kenakan, dengan rambut yang mulai memanjang ia biarkan tergerai dengan aksesoris jepit mutiara menempel di rambut nya mampu membuat penampilan Hila sangat mempesona malam ini.


Begitupun dengan Aksa, pria itu mengenakan celana bahan hitam dan kemeja dengan warna senada. Kedua nya terlihat serasi dengan pakaian serba hitam malam ini.


Hila dan Aksa berjalan masuk, menuju tempat dimana orang tua Yuna mengundang mereka untuk datang hanya sekedar melakukan makan malam bersama dan membahas sesuatu yang menjadi masalah saat ini.


"Selamat malam."Sapa Hila dengan senyum manis nya.


Mereka semua berjabat tangan, lalu duduk.


"Bagai mana kabar kamu Aksa?"Rendra menatap pria yang duduk di hadapan nya.


"Bisa anda lihat, saya baik."Sahut Aksa seraya tersenyum.


"Kenapa tidak datang tadi siang?"Yuna tampa berbasa basi.

__ADS_1


"Ada beberapa pekerjaan yang harus ka Aksa selesaikan mbak."Hila menjawab.


"Aku nggak nanya kamu!"Yuna mendelik.


"Sudah, kita mau makan malam. Dan mencari jalan terbaik tentu nya, kalau kamu seperti ini, keadaan akan semakin runyam."Jelas Yunita.


"Sebaik nya kita makan terlebih dulu, lalu kita bahas yang lain."Wanita itu tersenyum ke arah Hila, kemudian beralih menatap Aksa.


Beberapa kali Rendra terlihat melirik Aksa dengan tatapan tidak suka.


Merasa dirinya terus di perhatikan, akhirnya Aksa pun menatap ke arah Rendar yang memang saat ini menatap nya tajam.


Apa dia mengira aku yang salah? jelas-jelas aku dan Yuna melakukan nya karena atas kemauan kami berdua! gumam Aksa.


Merasa suami nya terus mendapatkan tatapan tajam dari pria tua yang tidak lain adalah ayah nya Yuna, Hila mencoba untuk mengalihkan suasana tersebut.


"Alasan macam apa itu? jelas-jelas kita berlumpul untuk makan bersama."Sambar Yuna dengan nada ketus nya.


"Sebaik nya langsung ke inti nya saja, niat suami saya baik, ingin mencari jalan keluar ini bersama."Hila masih terlihat sabar.


"Memang harus, seandai nya aku orang jahat, maka aku akan meminta Aksa menikahi Yuna!"Ujar Rendra.


"Jika mbak Yuna dan suami saya setuju, maka lakukan saja."Sahut Hila.

__ADS_1


Namun Aksa langsung menoleh, dan menggenggam tangan Hila.


"No!"Aksa menggelengkan kepala.


"Aku juga bukan wanita jahat, aku memang ingin Aksa menikahi ku, tapi aku cukup tau diri, dan tidak mau mendapatkan omongan jelek, maka aku akan meminta beberapa hal saja."Kata Yuna.


"Katakanlah, aku lelah dan harus segera meminum obat lalu istirahat."Sambung Aksa.


Pria itu mencoba menghindar, karena Hila sudah mulai membahas tentang restu nya untuk menikahi Yuna, dan tentu saja dia tidak suka.


"Baiklah, pertama. Aku ingin setiap pemeriksaan selalu di temani kamu, dan juga kalo aku mengidam dan ingin sesuatu, harus kamu turuti, dan satu lagi, jika lahiran nanti, kamu harus menemaniku sampai aku keluar dari rumah sakit."


Aksa terdiam, lalu kembali menoleh ke arah istri nya, yang langsung di jawab anggukan dan senyum samar di bibir Hila.


"Apa ada lagi?"Aksa menatap Yuna tajam.


"Sudah cukup."Yuna menggelengkan kepala.


"Baiklah, bukan nya saya tidak sopan. Tapi karena kita sudah menemukan titik terang nya, maka saya dan istri saya pamit pulang."Jelas Aksa yang lansung bangkit.


"Kalian baru datang!"Cicit Yunita.


"Kalo ada apa-apa hubungi saja. Ayok sayang."Aksa berpesan.

__ADS_1


Kemudian segera beranjak pergi, sambil terus menggandeng tangan Hila, berjalan ke arah luar.


Adudu, Rumit ya guys!!


__ADS_2