Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Calon istri.


__ADS_3

^


^


[Sayang!]


–Hump?


[Sayang!]


–Ah-iya kenapa ka?


[Kapan pulang?]


–Lima belas menit lagi ka, kenapa?


[Tunggu di halte aku jemput.]


–Kaka sudah pulang?


[Ini jam delapan malam, aku pulang jam lima sore Mahila.]


–Yasudah Hila tunggu di halte.


[See you baby girl.]


Tutt...


Aksa langsung meletakan ponsel nya di atas nakas.Kemudia segera bersiap-siap untuk segera menjemput sang pujaan hati dari tempat kerja nya.


Raut wajah Aksa terlihat terus berbinar dengan bibir yang terus tersenyum ketika mengingat kedua orang tua nya menyetujui acara lamaran yang Aksa usul kan satu minggu lagi.


Bahkan ini melebihi ekspetasi nya, ternyata secara diam-diam Nanda sang ibu telah menyimpan nama Hila yang di inginkan menjadi menantu idaman nya.


—Klek..


Aska keluar dari kamar nya, dengan celana denim dan kaos polos hitam dan jaket yang berada di lengan nya.


Nanda yang sedang duduk di sofa ruang keluarga langsung menoleh ke arah belakang, lalu menatap putra nya yang sudah terlihat siap untuk pergi.


"Mau kemana Sa?"Tanya Nanda.


"Mau jemput Hila bu."Jawab Aksa sambil memakai jaket jeans nya.


Nanda tersenyum, kemudian bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah Aksa.


"Bawa kesini dong Hila nya."Pinta Nanda.


"Iya nanti kalau Hila libur, sekarang Hila baru pulang kerja, takut nya dia lelah."Jelas Aksa.


"Tanya saja, nanti mau tidak kalau Hila ke rumah yah?"Nanda terus membujuk Aksa.


Aksa menghela nafas nya lalu tersenyum.


"Yasudah Aksa berangkat bu."Pria itu tersenyum ke arah sang ibu, lalu beranjak ke arah luar.


–Brugh..


Vrum...vrumm..


Fortuner hitam itu mulai melaju perlahan, namun kembali terhenti ketika melihat Raksa sedang duduk di pos security bersama dengan ayah nya Hila, kedua pria itu terlihat sedang berbincang sambil tertawa.


Pim..pim..


Aksa membuka kaca mobil nya.


"Kenapa nggak di ajak ngopi di dalem yah?"Aksa berteriak.


"Bapa nya Hila yang nggak mau."Jawab Raksa.

__ADS_1


"Mau kemana?"Tanya Indra.


"Mau jemput Hila dulu pak, kalau begitu Aksa berangkat dulu."Pamit Aksa kemudian kembali menutup pintu kaca mobil nya setelah di angguki dua pria paruh baya yang sedang asik berbincang.


^


^


"Guys aku duluan yah! dah."Ucap Hila sedikit berteriak sambil melambaikan tangan.


"Di jemput sama yang mana nih? Pcx atau Fortuner?"Tanya salah satu rekan kerja Hila dengan senyum jahil nya.


"Dih,...dasar lo Lex, resek lama-lama!"Sergah Hila sambil terus berjalan


Semua yang melihat tingkah Hila yang sedang malu-malu malah bersorak semakin kencang, gadis itu selalu membuat para senior nya gemas dengan tingkah laku apalagi sikap nya yang sofan dan tentu nya suka bercanda.


Langkah kaki Hila terus berjalan ke arah Halte, namun ketika Hila sampai di Halte, bukan Aksa yang pertama ia temuai, namun Abi yang sudah terlihat menunggu sambil duduk d atas motor nya.


"Hay!"Sapa nya tersenyum.


"Abi, ngapai?"Tanya Hila sambil mengerut kan dahi nya.


Pria itu tersenyum, membuka helm milik nya kemudian turun dan menghampiri Hila.


"Jemput kamu dong sayang!"Ucap nya menyeringan dengan satu jari mencolek dagu Hila.


"Apaan sih, nggak sopan!"Hila menepis tangan Abi.


"Dih ko gitu sekarang!"Goda pria itu kembali.


"Abi kamu apaan sih!"Cicit Hila yang sudah merasa tidak nyaman dengan perlakuan Abiyasa.


"Chek in yuk?"Abi mencekal tangal Hila cukup kencang.


Hila menjengit, ketika Abi semakin dekat hidung nya mencium bau Alkohol yang begitu sangat menyengat.


"Kamu mabuk?"Suara Hila memekik.


Tangan Abi terus mencengkram pergelangan tangan Hila dengan sangat kencang, lalu mulai menyeret tubuh kecil itu untuk segera mendekat ke arah motor yang di bawa nya.


"Abi lepas!"Hila terus berontak, pandangan nya terus menatap sekitar yang nampak sepi.


"Lepas!"Hila menjerit.


"Sayang jangan berisik!"Abi terus menarik prgerangan tangan Hila sampai gadis itu meringis karena kesakitan.


"Abi sakit lepas!"Hila sudah mulai menangis keran panik.


"Diam!"Abi berteriak.


Raut wajah Hila semakin ketakutan, tubuh nya bergetar sampai tulang kaki nya terasa lemas karena takut.


"Jangan munafik Hila, tenang! gue bayar.Mau berapa lo bilang aja!"Kata Abi kembali.


"Lepas atau aku teriak!"Hila mengancam, kaki nya terus bertahan agar Abi tidak bisa membuat tubuh nya bergerak.


"Diam! berisik banget lo!"Pria itu kembali berteriak.


"Tolong!"Hila berteriak sekuat tenaga.


Pria yang berada di hadapan nya terlihat semakin murka, sampai Abi menaikan satu lengan nya dan siap menampar Hila.


"Aaaaa!!"Hila menjerit sambil melindungi wajah nya dengan lengan.


Tap..


Brug..


Pria itu tersungkur.

__ADS_1


Pandangan Hila langsung mendonkak, menatap siapa yang baru saja datang dan menyelamat kan nya.


"Ka Aksa!"Hila menjerit, lalu berlari ke arah belakang Aksa, berlindung di balik tubuh tinggi dan sedikit berotot itu.


"Widih! mau jadi pahlawan kesiangan loh?"Abi kembali bengkit.


Brugh..


Brugh..


Aksa memberikan pria mabuk itu beberapa pukulan di perut nya.


"Sekali lagi lo ganggu calon istri gue, gue jamin hidup lu bakalan hancur!"Aksa menunjuk pria yang sedang terhuyung itu dengan tatapan tajam nya.


Abiyasa menyeringai.


"Mau aja sama cewe murahan, di bayar berapa Hila sama lo? sampe dia nolak gue."Ejek nya kembali.


"Jangan mulut lo! atau gue sobek sekarang juga?!"Tubuh Aksa membungkuk untuk menatap lebih dekat wajah Abi.


"Dasar pela...!"


Brugh..


"Berisik bangsat!"Aksa memukul wajah Abi kembali.


"Ka sudah."Ucap nya pelan dengan raut wajah yang terlihat sangat ketakutan.


Aksa menoleh, lalu mengangguk ketika melihat Hila yang sudah pucat dengan keringat dingin yang bercucuran di kening.


Aksa berjalan mendekat, lalu meraih lengan Hila dan membawa nya menyebrangi jalan.


"Kamu ada yang luka?"Aksa menatap mata hila.


Hila menggeleng kan kepala.


"Syukurlah!"Ujar Aksa kemudian memeluk tubuh yang sedang sangat ketakutan itu.


"Aku takut!"Ucap Hila sambil menangis.


"Jangan takut, ada aku sayang!"Aksa mengusap setiap peluh yang bercucuran di kening Hila dengan telapak tangan nya.


Aksa melepas kan dekapan nya, membuka jaket jeans yang ia kenakan, lalu memakai kan nya pada tubuh Hila.


–Cup..


Aksa mencium kening Hila.


"Kita pulang yah!"Tukas Aksa yang langsung di angguki Hila.


–Dreuk..


Brugh..


Aksa langsung memutari mobil, lalu segera masuk.


"Sayang!"Aksa mengusap pipi Hila.


Hila menoleh.


"Jangan melamun."Suara nya pelan.


"Aku takut, bagaimana kalau kamu telat datang?"Mata Hila berkaca-kaca.


"Hey,... aku disini, jangan takut yah!"Aksa terus mengusap pipi Hila, menatap manik indah itu lekat denga penuh cinta.


Aksa mulai menyalakan mobil nya, lalu melaju pelan dengan satu tangan yang terus menggenggam tangan Hila.


...TBC🌿🌿🌿...

__ADS_1


...Jangan lupa! like, vote dan hadiah nya dongs.. ...


__ADS_2