Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Pulang.


__ADS_3

🌺


🌺


Setelah beberapa hari menghabis kan waktu bersama, akhirnya hari ini mereka akan segera pulang.


Terlihat Hila sedang mengemas barang bawaan dirinya dan Aksa dengan bathrobe dan handuk yang masih melilit di kepala.


Selesai membenahi barang-barang nya, Hila segera memakai baju, lalu berjalan ke arah luar setelah menghabis kan waktu beberapa menit.


"By,..jangan terlalu banyak meroko."Ucap Hila kemudian duduk di samping Aksa yang sedabg menghisap roko dengan segelas kopi hitam di atas meja buatan Hila.


"Tidak sayang."Sahut nya tampa mengalihkan pandangan, pria itu terus menatap layar ponsel, terlihat Aksa sedang berbalas pesan dengan Irfan untuk memantau para pekerja lain nya.


"Apa kamu mau asma ku kambuh? aku tidak boleh menghirup asam roko, tapi suamiku adalah peroko berat."Cicit nya pelan.


Aksa menoleh, lalu mematikan roko nya yang baru saja di sesap nya.


"Maaf, aku lupa sayang. Tapi ku usahakan untuk segera berhenti meroko!"Jelas nya sambil mengusap telapak tangan Hila.


Hila mengangguk.


"Ini juga biar kamu sehat, anak-anak kita juga sehat. Kamu tahu, aku punya Asma karena bapak dulu seorang peroko berat."Jelas Hila dengan suara pelan.


Aksa tersenyum, lalu meraih tubuh Hila dan mendekap nya.


–Cup..


"Aku usahakan untuk segera berhenti sayang."Tukas Aksa yang langsung di angguki Hila.


"Anak pinter."Hila tersenyum dengan tangan yang juga mengusap lempun kepala suaminya.


"Sudah selesai?"Tanya Aksa.


Hila mengangguk.


"Yasudah kita pulang ke rumah mama dulu, nginep sehari, baru ke rumah ibu."Aksa berujar.


"Kita nginep di rumah mama?"Raut wajah Hila terlihat berbinar.


"Iya."Aksa bangkit, lalu meraih tangan Hila dan membawa nya ke atah dalam.


"Apa kita akan tinggal di rumah ibu?"Tanya Hila sambil berjalan.


"Tidak, kita tinggal di apartemen, terserah mau apartemen milik mu atau milik ku."Sahut Aksa.


"Baiklah."Hila mengangguk.


^


^


TOK..TOK..


"Mah,..Hila pulang."Wanita itu berteriak, memberitahukan keberadaan nya kepada sang pemilik rumah.


Aksa dan Hila masuk, kemudian menutup pintu rumah nya perlahan.


Tiba-tiba saja wanita tua dari arah dapur muncul, dengan kaki yang sedikit berlari, kemudian memeluk tubuh putrinya erat.


"Anak bungsu mamah!"Cicit nya sambil menciumi pipi Hila.

__ADS_1


Aksa tersenyum, ketika melihat interaksi dua wanita di hadapan nya.


"Apa kalian sudah makan?"Tanya Arina.


"Sudah ma."Jawab Aksa sambil tersenyum.


"Yasudah, perjalanan kalian cukup jauh. Istirahat saja yah di kamar."Arina mengusap lengan menantu nya.


Hila mengangguk.


"Hila ke kamar dulu ya mah, kasian ka Aksa nggak istirahat sama sekali."Ujar nya.


"Yasudah mama kembali ke dapur."Ucap nya kemudian meninggal kan anak menantu nya.


Hila menggandeng tangan Aksa, menarik nya untuk segera masuk le dalam kamar berukuran kecil milik nya.


–Klek..


Aksa menutup sekaligus mengunci pintu kamar istrinya.


Pria itu tersenyum, kemudian berjalan ke arah Hila, menarik pinggang kecil istrinya agar semakin merapat.


"Apa kita bisa melakukan nya di sini?"Tanya Aksa sedikit berbisik.


"Bisa saja, hanya disini tidak ada peredam suaranya By."Hila mengusap pipi Aksa.


Pria itu terdiam.


"Kalau malam mungkin tidak masalah."Cicit Hila dengan pipi yang terlihat sudah merona.


Aksa menghela nafas nya pelan.


"Aku tidak yakin."Gumam nya.


"Kamu berisik kalau kita sedang bercinta kau tahu!"Aksa terkekeh pelan."Tapi aku suka ketika kamu berteriak, merancau tidak jelas, itu membuat ku semakin gemas pada mu."Jelas nya kembali.


"Dasar mesum."Ledek Hila.


"Aku tidak pernah se-mesum ini sebelum nya, kamu yang membuat ku seperti ini cintaku!"Aksa mulai mengecup daun telinga Hila.


Mata Hila terpejam, ketika merasa desiran di dalam tubuh nya kembali bangkit, sampai jemari nya meremat kuat pakaian yang suaminya kenakan.


"Ngghh...!"Suara erotis itu lolos begitu saja.


"Shuttt,... kita harus pelan-pelan sayang."Aksa berbisik.


Hila hanya diam, mata nya sudah terlihat sayu ketika Aksa mulai mengabsen setiap lekuk tubuh nya.


Aksa membuka kancing kemeja Hila satu persatu, kemudian menarik nya sampai hanya menyisakan kain brenda yang menutupi gunung indah di hadapan nya.


Dengan perasaan yang menggebu-gebu, Aksa mulai meraup bibir ranum milik Hila, suara decapan dari pautan bibir kedua nya sudah jelas terdengar.


Perlahan Aksa mendorong Hila ke atas tempat tidur berukuran sedang nya, membuat istri kecil nya berbaring di bawah kung-kungan tubuh nya.


Pria itu menatap Hila tampa ekspresi, menarik setiap kain yang tersisa, lalu beralih melucuti pakaian yang masih menempel di tubuh nya.


Hila mematung, menatap pemandangan di hadapan nya yang tidak bisa di gambakan oleh kata-kata.


Aksa membungkuk, lalu berbisik tepat di telinga Hila.


"Bisakah menahan suara mu sebentar?"Bisik nya.

__ADS_1


Hila mengangguk, kemudian menutupi mulut dengan bantal yang di bawa nya.


"Apa harus pakai bantal?"Tanya Aksa.


Hila diam.


"Apa tidak takut sesak?"Aksa mencoba meyakin kan.


Akhirnya Hila mengangguk.


"Baiklah."Aksa menyeringai.


Mata Hila mulai terpejam, tangan nya menekan bantal yang berada tepat di atas bibir nya dengan dahi yang menjengit.


"Mmmphhh...


Suara Hila tertahan bantal yang mulai di gigir nya.


"Sayang!"Panggil Aksa, memcoba menarik kesadaran istrinya agar tidak lepas kendali.


"Aku nggak bisa, ini gila Aksa."Rengek nya kepada Aksa.


"Memang ini tujuan ku, membuat kamu gila sayang."Jelas nya dengan suara rendah.


Hila menggigit bibir bawah nya cukup kencang, ketika Aksa mulai bergerak.


"Owh,..sayang,..aku!"Hila mulai merancau pelan.


"Ya sayang,...tahan! jangan berteriak."Aksa terus memperhatikan wanita di bawah nya, mencoba siaga dengan Hila, Aksa takut istri nya hilang kendali dan berteriak.


"A,...mpppph...


Aksa membekap mukut Hila dengan tangan nya.


"Sayanggg! pelan kan suara mu."Aksa menggeram.


Namun wanita itu telah lepas kendali dengan setiap permainan Aksa, hingga pria itu terus membungkam mulut Hila dengan tangan nya.


^


^


"Kamu mau membunuh ku?"Cicit Hila dengan suara pelan dan nafas yang terengah-engah.


"Kamu sekalu berteriak sayang!"Aksa membela diri.


"Aku bilang nanti malam saja!"Ucap Hila.


"Itu terlalu lama."Aksa tersenyum.


"Apa tidak cukup, di resort sebelum pulang kamu sudah menghajar ku beberapa kali."Hila mendengus kesal.


"Tentu saja tidak cukup."Jawab nya lalu memeluk tubuh polos istrinya.


"Ah kamu ini!"


"Heumm,... terimakasih sayang, maaf aku selalu membuat mu lelah."


Hila mengangguk, memejam kan mata nya untuk segera beristirahat, entahlah setelah dia menikah, prempuan itu lebih banyak tertidur karena ulah suaminya sendiri.


...Aduh babang Aksa.....

__ADS_1


...TBC🌺🌺🌺...


...Jangan lupa! like, vote di setiap hari senin, dan komen.....


__ADS_2