
🍂
🍂
"Gimana kerjaan kamu? akhir-akhir ini kamu terlihat sangat kelelahan Aksa!"Tanya Raksa yang kini tengah duduk di kursi meja makan bersama anak dan istrinya.
"Hila udah nggak kerja yah, jadi Aksa yang kerjain semua pekerjaan Hila."Sahut nya sambil terus memakan nasi dan beberapa lauk di hadapan nya.
"Kenapa nggak cari pengganti Hila?"Tanya Nanda.
Aksa terdiam dengan kepala yang menunduk, kemudian beralih menatap Nanda.
"Bu,... Aksa sudah bikin kesalahan!"Ucap nya lirih.
"Kesalahan?"Nanda menjengit.
"Kesalahan apa sih?"Tukas Nanda penasaran.
"Aksa nyakitin batin Hila."Ucap nya jujur.
Raksa tertegung.
"Bicara yang jelas, agar kami tidak menerka-nerka."Sergah Raksa.
Aksa kembali terdiam, pria itu bingung harus berbicara seperti apa kepada kedua orang tua nya.
"Entahlah,... Aksa bingung mau mulai dari mana!"Ujar Aksa.
Nanda terdengar menarik nafas nya panjang, kemudian menghembus kan nya pelan dengan tangan kiri meraih tangan Aksa.
"Ibu pernah bilang, jangan pernah bermain wanita walau kamu sudah mampu dalam segala hal!"Nanda kembali memgingat kan perkataan nya dulu, sebelum usaha Aksa berkembanh sebesar saat ini.
"Aksa nggak bermaksud seperti itu, ibu tahu Aksa dulu pernah sakit hati karena cinta Aksa di tolak Hila..."Ucapan nya terhenti, seakan tidak sanggup untuk melanjut kan nya.
"Hahh,.... Aksa berniat membalas dendam, tapi Aksa malah terjebak dengan permainan Aksa sendiri.Aksa cinta sama Hila, tapi di sisi lain Aksa takut Yuna hamil!"
—Deg..
"Hamil!!"
Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Nanda menengang, jantung nya seakan jatuh begitu saja, sampai membuat aliran darah nya terhenti seketika.
Begitupun dengan Raksa, pria tua itu tertegung dengan penjelasan anak semata wayang nya.
"Astaga ya tuhan! aku tidak yakin di dalam tubuh nya masih jiwa anak ku."Cicit Raksa yang terlihat sangat kecewa.
"Kalian sering melakukan nya?"Tanya Nanda penuh penekanan, bahkan suara nya bergetar dengan nada pelan.
Aksa menundukan pandangan, penyesalan kini memenuhi rongga hati nya.
"Maaf."Satu kata yang mampu Aksa ucap kan.
"Ibu kecewa Aksa! kamu berubah.Dimana Aksa yang dulu ibu kenal."Air mata Nanda mulai membasahi pipi nya.
"Bu, kita masuk kamar.Tidak baik seperti ini, sebaiknya kita istirahat, dan biarkan dia berfikir untuk jalan keluar atas masalah yang di perbuat nya."Sergah Raksa, kemudia meraih tangan Nanda, menuntun nya masuk kedalam kamar.
Aksa di tinggal begitu saja, duduk di ruang makan sendirian dengan penuh penyesalan.Kepala nya terus menunduk, dengan cengkraman kedua tangan di rambut nya.
"Ya tuhan, begitu rumit masalah yang ku buat sendiri."Gumam nya penuh penyesalan.
Kepala nya mulai terasa pusing, hati nya mulai kosong dengan bayangan senyuman hangat Hila yang terus menghantui nya.
Maafkan aku Hila, maaf kan aku! Aksa mengusap wajah nya frustasi.
__ADS_1
Aksa bangkit dari duduk nya, lalu berjalan ke arah kamar untuk membawa kunci mobil dan segera beranjak pergi.
^
^
TOK..TOK..TOK..
Aksa berdiri tegap tepat di depan pintu rumah sederhana yang di tempati Hila bersama kedua orang tua nya.
TOK..TOK..
Aksa kembali mengetuk ketika masih belum ada sahutan dari dalam sana, pria itu tidak berani bersuara, takut Arina tidak ingin menemui nya saat ini.
Gorden yang membentang menghalangi kaca rumah itu sedikit bergeser, terlihat wanita paruh baya yang melihat ke arah luar.
—Klek..
"Aksa!"Arina membuka pintu.
Aksa menghela nafas nya pelan, perasaan nya sedikit lega ketika Arina masih bisa menerima nya dengan sangat baik.
"Hila ada bu?"Tanya Aksa pelan."Aksa mau minta maaf bu."Ucap nya kembali dengan tatapan penuh permohonan.
"Masuk dulu, di luar dingin!"Arina membuka pintu rumah nya lebar, membiarkan pria tinggi itu masuk ke dalam rumah nya.
Melihat istrinya menerima tamu, Indra pun berjalan ke arah ruangan di mana Arina dan Aksa berada saat ini.
"Loh, den Aksa!"Tukas Indra lalu duduk di sofa kosong di samping Aksa.
"Aksa mau ketemu Hila, bu,... pak!"Jelas Aksa.
"Hila tidak ada di sini."Jawab Arina kepada pria yang duduk di hadapan nya."Sudah beberapa hari Hila tinggal di rumah kaka nya."Ucap nya kembali.
Arina hanya terdiam.
"Sebaiknya tunggu sampai Hila pulang den, takut nya Yoga hilang kendali."Ujar Indra.
"Tidak apa-apa pak, Aksa mau minta maaf sebelum semua nya semakin berlarut-larut.Kalau memang ka Yoga melakukan itu, itu sudah tindakan yang tepat untuk tetap melindungi adik nya bukan!"Sergah Aksa yang saat ini terlihat sangat kacau dan tidak karuan.
Terlihat banyak sekali rasa penyesalan dari tatapan mata nya, bahkan penampilan nya terlihat sedikit acak-acakan dari pada biasa nya.
"Sebaiknya Aksa jalani saja hubungan dengan pacar nya, tidak usah merasa bersalah kepada Hila, karena nyata nya Hila yang masuk ke dalam hubungan kalian."Cicit Arina.
Aksa terdiam.
"Kembalilah satu minggu lagi, Hila akan pulang dan kembali tinggal bersama kami."Jelas Indra.
Aksa menghela nafas nya pelan, lalu tersenyum.
"Baiklah, nanti Aksa kesini lagi."Tukas nya."Aksa pulang dulu kalo gitu, maaf ganggu malem-malem."Aksa berujar, kemudian beranjak pergi meninggal kan kediaman Hila.
—Klek..
Brughh..
Vrummm...vrummmm.
Fortuner hitam yang di kendarai Aksa mulai melaju perlahan, meninggal kan pekarang rumah kecil yang menyimpan banyak kenangan, namun semua itu sirna ketika Aksa marah kepada Hila atas penolakan cinta nya, sampai ia tak pernah kembali lagi ke rumah keluarga yang selalu hangat menyambut nya.
Entah apa alasan Hila dulu menolak cinta nya, namun Aksa sama sekali tidak memberi kesempatan Hila untuk menjelas kan.Pria itu pergi begitu saja, lalu kembali dengan dendam yang kemudian berbalas cinta tulus oleh Hila.
Drrrttt....
__ADS_1
Ponsel di saku celana nya begetar, dengan cepat Aksa merogoh benda tersebut.Terlihat Yuna masuk dengan panggilan telepon.
—Ya
[Kamu di mana sayang? nggak ke apartemen?]
—Aku baru pulang kerja, kaya nya nggak ke apartemen lagi, aku cape!
[ Hah, cape lagi.Nggak ada alesan lain?]
—Yuna mengertilah, aku sedang lelah dan banyak pekerjaan.
[Kamu bener-bener berubah yah! lama-lama aku cape sama kamu.]
—Ya terus aku harus bagai mana?
[Kita putus!]
—Kalo itu mau kamu ya silah kan!
[Brengsek! kamu bener-bener yah Aksa.]
—Ya aku harus gimana?
[ Kita putus, tapi semua yang ada bersama ku, akan tetap menjadi milik ku!]
Aksa menjengit.
—Maksud mu?
[Apartemen, mobil.Semua tetap menjadi milik ku!]
—Hemph,... ambil saja apa yang kau mau ambil, ingat satu hal.Jangan pernah berani memperlihat kan wajah tidak tahu malu mu itu di hadapan ku.
[Oke!]
—Hemm,.. anggap saya itu bayaran untuk setiap malam yang dulu kau lalui bersama ku.
Aksa langsung memutus kan sambungan telepon, kemudian melempar ponsel milik nya ke arah belakang cukup kencang.
Brakk!!
Aksa tidak menghiraukan, pria itu terus memacu kendaraan roda empat nya dengan kecepatan tinggi.
"Hahahahha,....ternyata dia hanya ingin uang mu Aksa!"Pria itu menertawai dirinya sendiri.
Kecewa, tentu saja Aksa kecewa.
"Anj*n*!!"Aksa berteriak, lalu memukul setir mobil nya dengan keras.
...TBC🌻🌻🌻...
Mahila Arindar.
Nash Aksa Mahiwara.
Yuna Greeta.
__ADS_1