Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Sah.


__ADS_3

🌺


🌺


Hari yang paling di tunggu-tunggu Aksa pun tiba.Di mana dia akan segera mempersunting sang gadis pujaan yang sudah lama ia kejar namun baru bisa ia gapai beberapa minggu yang lalu.


Alunan musik sudah terdengar jelas, semua crew sedang sibuk mempersiap kan sesuatu sebelum acara sakral itu di mulai.


Pernikahan kedua nya di gelar di salah satu resort yang mengusung tema outdor.


Sanak sodara sudah terlihat hadir, dengan kebaya berwarna rosegold untuk sodara prempuan dan kemeja batik yang di padukan celana bahan berwarna hitam untuk sodara laki-laki, juga pakaian serba putih untuk keluarga mempelai.


Suara musik pun terhenti, ketika pengantin pria dan keluarga nya masuk bersama seorang penghulu yang sudah siap menjadi saksi pernikahan Aksa dan Hila.


Aksa duduk, tepat di hadan Indra yang sudah terlebih dulu datang dengan Raksa dan Yoga yang juga duduk di tempat yang sama untuk menjadi saksi.


Pria dengan stelan serba putih itu terlihat gugup, namun tidak bisa di pungkuri, raut wajah Aksa terlihat begitu bahagia.


"Bagai mana,..sudah siap?"Tanya penghulu kepada Aksa.


Pria itu tersenyum kemudian mengangguk.


Tangan Aksa sudah berada di atas meja, berjabat tangan dengan Indra yang sudah siap memberikan putrinya untuk pria di hadapan nya saat ini.


"Baik,..kita mulai!"Ujar penghulu kembali.


^Saya nikah dan kawin.


Saya nikah dan kawin kan.


^Ananda Nash Aksa mahiwara bin Raksa Mahiwara.


Ananda Nash Aksa mahiwara bin Raksa Mahiwara.


^Dengan putri kandung saya Mahila Arindra binti Muhammad Indra.


Dengan putri kandung saya Mahila Arindra binti Muhammad Indra.


^Dengan mas kawin satu unit apartemen di bayar tunai.


Dengan mas kawin satu unit apartemen di bayar tunai.


Aksa menarik nafas nya dalam, dengan sedikit hentakan di antar kedua tangan yang saling berpautan.


...Saya terima nikah dan kawin nya putri kandung bapak, Mahila Arinda binti Muhammad Indra dengan mas kawin tersebut tunai....


"Bagai mana para saksi?"


Sah!


Sah!

__ADS_1


Riuh teriakan dan ucapan rasa sukur terdengar menusuk telinga, sampai rasa haru itu datang menghampiri Aksa, hingga pria yang baru saja sah menjadi suami Hila meniti kan air mata haru di hadapan kedua ayah dan kaka ipar nya.


Pun dengan Arina dan Nanda, wanita yang duduk di kursi belakang bersama sanak saudara pun menangis, ketika sekarang putra dan putri nya telah sah menjadi sepasang suami-istri.


Suara musik kembali terdengar, ketika Hila muncul dengan di dampingi Agni berjalan perlahan ke arah di mana suaminya berada.


Gadis yang baru saja melepas masa lajang nya itu terus tersenyum, kepada keluarga yang terus saling berteriak melontarkan godaan.


Pandangan Aksa kini terus tertuju pada wanita yang sedang berjalan ke arah nya, dengan gaun putih dan mahkota di atas kepala nya.


Cantik.


Satu kata yang mencelos dari dalam lubuk hati nya yang paling dalam.


"Silahkan,..istrinya boleh di jemput."Jelas penghulu kepada Aksa sambil menujuk Hila yang sedang berjalan pelan ke arah nya.


Dengan raut wajah yang terlihat begitu berbinar Aksa bangkit, berjalan ke arah istrinya kemudian meraih tangan Hila dan menuntun nya.


"Cye...uhuy..sah..sah..!"Teriak dari para sodara nya yang hadir.


Pandangan Hila menunduk, ketika rasa malu itu datang apa lagi ketika Yoga terus menggerakan alis nya ke arah Hila dengan senyum jahil nya.


Acara terus berjalan dengan sakral, dari menanda tangangi buku nikah, menyemat kan cincin di jari manis kedua nya sampai berfoto ria dengan para keluar yang datang.


Sementara itu Arina dan Nanda juga para suaminya hanya berdiam diri sambil menikmati hidangan, setelah menangis tersedu-sedu beberapa menit lalu ketika mereka memberi pesan untuk sepasang manusia yang baru saja akan menjalani bahtera rumah tangga.


^


^



"Thank you udah dateng bro!"Ucap Aksa kepada para teman-teman masa sekolah nya.


"Gila sih,.. lo nggak pernah nyerah buat dapetin cinta Hila."Ujar Rifki yang tak lain adalah sahabat nya.


Aksa tersenyum, kemudian mencari keberadaan sang istri yang entah kemana setelah bertemu dengan para sahabat nya.


"Nggak ngilang! tenang aja nggak usah kaya gitu."Ledek Fajar kepada Aksa yang terkihat sedang mencari sosok yang baru saja menjadi istrinya.


Namun tiba-tiba Hila muncul, berjalan sendiri ke arah Aksa sambil terus tersenyum.


"Asgata dia nggak berubah sama sekali!"Ceketuk Rifki.


PLAK!


"Ajig sialan loh!"Aksa memukul lengan sahabat nya.


"Ya makanya lo nggak pernah berpaling, makin gede Hila makin cantik ya Sa."Kini Fajar yang bersuara.


"Nggak usah muji-muji istri orang!"Sergah Aksa.

__ADS_1


Kedua pria yang sedang berdiri bersama nya tergelak.


"Makin posesif aja Ki."Kata Fajar.


"Yoi,..Hila kan buronan para cowok, mana Axel datang lagi,..wah kalo sampe ketemu Hila bahaya Sa."Cecar Rifki.


"Ka mau makan nggak?"Tanya Hila kepada suaminya.


"Anjir masih manggil kaka aja lo neng!"Ledek Fajar.


"Memang nya kenapa?"Hila tersenyum.


"Ya aneh anjir,... ke suami manggil kaka!"


Hila memutar bola mata nya jengah.


"Yasudah kamu duluan ambil, nanti aku nyusul."Titah Aksa.


Hila mengangguk, kemudian berjalan ke arah lain di mana kumpulan makanan berada.


"Hi,.. selamat ya atas pernikahan nya!"Ucap seorang pria sambil mengulur kan tangan nya.


"Eh,..iya ka Axel terimakasih."Jawab Hila menerima uluran tangan Axel.


Aksa yang berjalan mengusul Hila pun tertegung, seketika raut wajah nya berubah saat melihat interaksi Hila dan Axel yang terlihat saling berbalas senyum.


"Sayang,..kamu di panggil mama!"Panggil nya kemudian meraih tangan Hila.


"Axel sorry gue masuk dulu!"Aksa menunjuk ke arah dalam resort.


Axel mengangguk.


Aneh! gumam nya.


"Mama bukan nya sudah pulang yah! aku laper ka kenapa kita masuk, kan makanan nya di luar."Rengek Hila.


"Istirahat saja, tamu sudah mulai pulang, bersihkan dirimu nanti aku bawakan makanan nya setelah Rifki dan Fajar pulang yah."Jelas nya sambil terus menarik tangan Hia.


–klek..


"Diem di sini yah, mau mandi, atau berenang terserah. Aku akan kembali setelah mereka pulang."Ucap nya sambil meninggal kan Hila dan mengunci nya dari luar.


"Ka,... aku laper."Hila menjerit.


Raut wajah Hila terlihat kesal, namun tidak ada pilihan lagi selain menurut.


"Hah,..mandi saja lah aku!"Gumam nya kemudian berjalan ke arah kamar mandi."Lumayan bisa istirahat cepet sebelum di gempur."Cicit nya kembali.


...TBC🌻🌻🌻...


...Jangan lupa! like nya loh,..like aja loh,.. nggak usah pake koin alias gretong,..sedih othor tuh, yang baca ratusan, tapi like nya nggak nembus 50 eh 10 juga nggak😭😭😭....

__ADS_1


...readers ku,.. kalian ini kenapose tinggal klik doang😭😭😭...


__ADS_2