Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Berenang.


__ADS_3

🌺


🌺


Setelah sekian lama, akhirnya para tamu yang hadir sudah benar-benar pulang, tinggal menyisakan Rifki dan juga Fajar yang masih asik berbincang dengan kopi dan roko, menemani pria yang sedang melepas rindu dengan sahabat masa putih abu-abu nya yang sudah lama tidak bertemu karena kesibukan masing-masing.


"Kita balik dulu Sa,..nggak enak lama-lama ngobrol sama pengantin baru!"Ujar Fajar yang lansung bangkit dari kursi yang di duduki nya.


"Oke,..hati-hati!"Ucap Aksa tersenyum dan ikut bangkit."Kapan-kapan kita kumpul lagi."Sambung Aksa.


"SMA kita ngadain reunian, lo ikut nggak?"Tanya Rifki.


"Lihat nanti."Jawab nya singkat.


"Males ketemu Axel kan loh? tenang aja kali Hila udah jadi milik lo sekarang!"Sergah Fajar.


"Nggak gitu, gue pengusaha woi,..banyak kesibukan gue."Aksa membela diri.


"Yaudah, kita balik ya."Pamit kedua nya lalu berjalan ke arah luar meninggal kan Aksa.


Melihat kedua sahabat nya sudah pergi, Aksa segera bergegas untuk kembali ke dalam kamar yang di booking nya.


Pria itu berjalan sedikit lebih cepat, namun melupakan sesuatu yang Hila pesan sedari awal.


–Klek..


Aksa membuka pintu kamar nya.


"Sayang?"Panggil Aksa sambil melepaskan sepatu dan jas yang masih melekat di tubuh nya.


Perlahan Aksa berjalan ke arah tempat tidur sambil membuka dasi nya, terlihat Hila yang sudah berbaring miring memeluk guling dengan kaki yang terlihat memerah.


Aksa mendekatkan pandangan nya, meneliti luka yang berada di kaki belakang Hila.


"Kamu kelamaan berdiri!"Gumam nya pelan.


Melihat Hila yang sudah terlelap, Aksa langsung berjalan ke arah pintu kamar mandi, segera masuk untuk membersihkan diri.


Beberapa menit pria itu berada di dalam sana, akhirnya ia keluar menggunakan bathrobe dan rambut yang masih bercucuran air.


Langkah kaki nya berjalan ke arah koper, lalu membawa celana pendek dan kaos obrong milik nya.


"Astaga!"Aksa tertegung ketika mata nya menatap gelas kopi yang berada di atas nakas.


"Hila belum makan!"Gumam nya lagi, kemudian mengusap wajah nya kasar.


Setelah selesai memakai pakaian nya, Aksa berjalan menuju ranjang dan segera merangsek ke arah Hila.


Raut wajah gadis itu nampak sedikit pucat dan terlihat sangat kelelahan.


"Hila,..sayang?!"Aksa mengusap pipi istrinya.


Tidak ada pergerakan sedikit pun, prempuan itu terus menutup mata nya dengan rapat.

__ADS_1


"Sayang!"Aksa terus mencoba membangun kan nya.


Nihil, Hila tidak bergeming sama sekali sampai Aksa memanggil dan menggoyang kan tubuh nya beberapa kali.


"Yasudah, selamat tidur.Kita makan besok pagi saja, maaf kan aku."Ucap nya pelan kemudian mencium kening Hila dan segera ikut berbaring.


🌺


🌺


Mata Hila mulai mengerjap, ketika merasakan hembusan hawa dingin yang menyapu kulit tangan nya.


"Kenapa pagi-pagi udah buka pintu sih!"Gumam nya pelan ketika melihat pintu kamar nya terbuka lebar.


Hila merenggang kan tubuh nya yang terasa sangat pegal, kemudian duduk dan menurun kan kaki nya dan segera beranjak menuju kamar mandi.


Mendengar pergerakan di dalam kamar nya, seketika Aksa menoleh, namun kembali menyesap roko yang sedang di pengang nya.


"Pagi-pagi sudah meroko?!"Ucap Hila pelan kemudian duduk di samping Aksa.


"Sudah bangun,.. mau sarapan?"Tanya Aksa.


Hila menggeleng kan kepala.


"Kalo masih ngantuk tidur lagi sana!"Ujar nya ketika melihat mata Hila masih memerah, namun terlihat segar karena gadis itu sudah membasuh wajah nya terlebih dulu.


"Nggak,.. nyawa ku aja yang belum kumpul."Tukas nya dengan suara serak.


Aksa menyesap roko nya dalam-dalam, lalu menghembus kan nya ke arah Hila sebelum ia mematikan nya.


Aksa tersenyum, pria itu bangkit dari duduk nya, kemudian menarik kaos yang di kenakan nya dan turun ke kolam berenang.


"Sayang ayo!"Aksa mengulurkan tangan nya.


"Nggak mau,..aku nggak bisa berenag,.. mana dalem lagi!"Cicit nya ketika melihat air yang merendam sampai dada Aksa.


"Aku gendong!"


"Nggak mau,.. dingin ini masih jam enam pagi,. kamu ke rajinan berenang jam segini."Kata Hila kembali.


"Yasudah, bantu aku naik!"Pinta Aksa yang masih terus mengulur kan tangan nya.


"Naik aja sih!"Pekik Hila.


"Bantu, susah ini."Pinta nya dengan raut wajah serius.


Hila berdecak, namun gadis itu bangkit dan berjalan ke arah tepi kolam untuk meraih tangan Aksa.


Pria itu menggenggam telapak tangan Hila erat, kemudian sedikit menloncat dan naik.


Namun dengan cepat Aksa memeluk tubuh Hila, lalu menjatuh kan kembali ka dalam kolam.


BYURRR!!..

__ADS_1


Kedua nya tenggelam sesaat, sampai Aksa berdiri dan memangku tubuh Hila.


"Ya ampun ka!"Cicit Hila sambil mengusap wajah nya yang terlihat sangat terkejut.


Aksa hanya tersenyum, terus berlajang ke ujung kolam dengan Hila yang berada di pangkuan nya.


"Lihat,.. pemandangan nya bagus!"Ucap Aksa ketika mereka sampai di ujung kolam, dan mendudukan Hila di sana.


Pemandangan yang sangat indah, telihat area hijau pegunungan dengan hamparan kebun teh yang sangat luas.


Pandangan Aksa terus mendongkak, menatap Hila yang sedang melihat ke arah lain dengan tubuh yang sudah sedikit mengigil.


"Sayang?"Panggil Aksa.


Hila menoleh.


"Ayo turun, aku pegang biar nggak tenggelam."Ujar Aksa.


"Dingin."Hila merengek.


"Iya makanya."Sergah Aksa lalu menarik tubuh Hila kembali ke dalam air.


Tangan Aksa memeluk tubuh Hila erat, begitu pun dengan Hila yang merangkul bahu Aksa untuk berpegangan.


Pandangan Aksa langsung tertuju pada suatu kain brenda hitam yang terlihat tembus pandang karena drees yang di gunakan nya berbahan tipis.


–Cup..


Aksa mencium pipi Hila.


Hila menoleh, sampai pandangan kedua nya beradu.


"Kenapa menatap ku seperti itu?"Tanya Hila sambil tersenyum.


"Apa sekarang boleh?"Tanya Aksa pelan sambil terus mendekat kan wajah nya pada Hila.


Sesaat Hila terdiam dengan pandangan mata yang tak teralihkan, namun kemudian tangan Hila menarik drees tidur nya hingga memperlihat semua yang Aksa lihat tadi dengan jelas.


Hila tersenyum menggoda, meraup rahang Aksa dengan kedua telapak tangan nya, kemudi mulai mel^mat bibir Aksa yang langsung terbuka ketika Hila menerjang nya.


Beberapa menit mereka habis kan untuk saling bercumbu di dalam dingin nya air dan hembusan angin pagi.


Pautan bibir itu terhenti, kedua kening nya saling menempel, sampai Hila dan Aksa bisa saling merasakan hembusan nafas hangat kedua nya.


"Dingin!"Ucap Hila tersenyum dengan tubuh yang sudah menggigil.


"Baiklah, kita akan menghangatkan tubuh bersama."Jelas nya dengan suara pelan.


Tangan Hila terus bertumpu pada kedua bahu suaminya, berpegangan erat agar tidak terjatuh ke kolam yang cukup dalam bagi dirinya.


Sementara itu Aksa terus memangku Hila sampai masuk ke dalam kamar, lalu membawa Hila kedalam kamar mandi setelah menutup pintu kamar nya terlebih dulu.


...TBC🌻🌻🌻...

__ADS_1



__ADS_2