
Tengah malam setelah pergumulan nya bersama Yuna.Aksa duduk di sofa ruang tengah sambil menyesap roko dengan raut wajah yang terlihat sangat berantakan.
"Dasar bego!"Gumam Aksa lalu membanting sisa roko dan menginjak nya hingga padam.
"Gimana kalo Yuna hamil Aksa?"Pria itu terlihat sangat frustasi, hingga kedua tangan nya terus meremas kuat kepala yang nya yang sudah menunduk.
"Aksa, kamu nggak tidur?"Tanya Yuna yang tiba-tiba berdiri di ambang pintu kamar nya.
Aksa tertegung, lalu mendongkak menatap Yuna yang yang sedang berjalan pelan ke arah nya.
"Aku nggak bisa tidur ".Jawab nya singkat.
Yuna mengigit bibir bawah nya kuat, lalu duduk di samping Aksa dan memeluk lengan kekasih nya erat.
"Kenapa? apa kamu takut aku hamil Aksa? padahal sebelum nya kamu selalu ingin dan aku yang selalu menolak nya sayang.Kenapa sekarang kamu berubah?"Suara Yuna lirih, mata nya terus memandang Aksa yang terlihat enggan melihat ke arah nya.
Aksa mendengus, kemudian kembali menundukan kepala nya sesaat lalu beralih menatap Yuna yang terlihat sudah menangis.
"Aku yang ceroboh, aku yang bajingan.Bisa-bisa nya aku akan menyandang julukan seorang pria yang menghamili wanita sebelum menikah.Walau pun itu belum terjadi!"Aksa memandang Yuna sendu, banyak sekali penyesalan yang terlihat dari tatapan mata Aksa.
Tangis Yuna semakin pecah, bagai mana tidak kini Aksa pria yang sangat di cintainya sudah sangat jauh berbeda.
"Ini salah ku."Ucap Yuna.
"Yuna bukan seperti itu!"
"Ini salah aku Aksa, ke salahan terbesar aku adalah membiarkan kamu kembali membuka lembaran masa lalu mu."Yuna berteriak histeris, bahkan ia sampai berdiri sambil terus terisak.
Aksa bangkit dari duduk nya, berusaha meraih tangan Yuna yang terus berteriak histeris dan lepas kendali.
Namun Yuna menepis uluran tangan nya dengan kasar, mengalih kan pandangan ke arah keranjang buah, kemudia melangkah dengan cepat dan menyambar pisau kecil yang berada di samping nya.
"Yuna mau apa kamu?"Kini Aksa terlihat panik.
"Aku mau mati Aksa,... karena kamu sekarang berubah.Cinta kamu sama aku berubah!"Ucap nya sambil terus terisak dengan pisau yang sudah di letakan di atas pergelangan tangan nya.
"Jangan nekad Yuna!"Aksa terus melangkah pelan, berusaha mengambil pisau kecil yang sedang di genggam ke kasih nya.
"Kamu jahat Aksa,.... kamu jahat udah biarin cinta kamu tumbuh lagi buat Hila."Yuna kembali berteriak.
"Aku akan segera meng-akhiri nya Yuna, jauhkan pisau itu dari tangan kamu! aku mohon!"Titah nya dengan suara rendah.
"Kamu bohong! hiks...hiks..hiks."Yuna menggeleng kan kepala.
"Aku janji,... tapi lempar dulu pisau nya."Sergah Aksa sambil terus berusaha mendekat.
"Awww!"
Trin...tring..tring...tring!
Aksa menepis tangan Yuna dengan keras, lalu membawa nya kedalam pelukan setelah pisau nya terjatuh ke lantai.
"Hiks..hiks..kamu jahat Aksa, kamu jahat!"Rancau Yuna lalu memukul dada Aksa dengan tangan nya yang mengepal.
"Yuna jangan seperti itu!"
—Cup..
__ADS_1
"Maafkan aku."
Aksa mendekap Yuna erat, berusaha menenangkan kekasih nya yang sedang hilang kendali, sambil terus menghujani puncak kepala nya dengan kecupan singkat.
"Tenanglah, aku tidak akan meninggalkan mu sayang.Aku janji!"Ucap Aksa sambil terus mengusap punggung Yuna.
Tidak ada sahutan dari Yuna, wanita itu hanya terus menangis di dalam pelukan Aksa.
"Ayo tidur lagi, aku akan menemani mu."Aksa langsung meraih kaki Yuna, lalu memang tubuh kecil nya.
Yuna mengangguk, kedua tangan nya merangkul leher Aksa dengan wajah yang terus menempel di dada bidang Aksa.
"Tidurlah, ini sudah larut."Aksa menarik selimut hingga menutupi tubuh Yuna.
Tangan wanita itu terus melingkar erat di pinggang Aksa, dengan suara isakan yang masih terdengat oleh Aksa.
—Cup..
"Maafkan aku Yuna,.... maafkan aku sudah melebihi batas."Cicit nya setelah mencium pipi Yuna.
^
^
Pagi hari nya di kediaman Mahila.
—Ceklek...
Brakk!
"Mah,...Hila berangkat yah,... aduh aku ke siangan."Teriak Hila sambil terus berlari ke arah luar.
"Nggak usah pak, Hila udah telat banget."Sahut nya sambil memakai sepatu, lalu segera beranjak ke arah motor milik nya.
"Mahila tunggu!"
Dengan cepat Hila langsung tanjap gas, meninggal kan Arina yang berusaha mengejar nya dengan menenteng kotak makan untuk Hila bekal ke kantor nya.
"Ya ampun anak itu, dari tadi di bangunin susah, udah kesiangan aja riweh sendiri."Arina geleng-geleng kepala sambil melihat Hila yang semakin menjauh.
Setelah memacu motor milik nya dengan kecepatan tinggi.Akhirnya Hila sampai di mana tempat nya bekerja saat ini.
Hati nya kembali terasa seperti meletup-letup, seperti di penuhi ribuan kupu-kupu terbang ketika Hila melihat Fortuner hitam milik Aksa yang sudah terparkir.
Hila terus berjalan pelan ke arah pintu ruangan Aksa yang tertutup dengan perasaan bahagia yang tidak bisa di gambar kan.
TOK..TOK..
Hila mengetuk pintu ruangan Aksa.
"Masuk."Titah nya setelah Hila mengwtuk pibtu ruangan nya.
Hila tersenyum gugup, lalu meraih handle pintu perlahan dan menekan nya.
—Klek..
Pintu terbuka perlahan, Hila menyembul kan kepala nya melihat situasi di dalam sana, lalu pandangan kedua nya bertemu.
__ADS_1
"Ka Aksa."Panggil nya pelan lalu tersenyum.
Aksa bangkit dari duduk nya, kemudia membalas senyuman Hila.
"Hey!"Sapa Aksa lalu merentang kan kedua tangan nya dan di sambut hangat Hila.
—Cup..
Aksa mencium kepala Hila.
"Hila aku mau ngomong sesuatu sama kamu."Aksa berujar.
Hila mendongkat, menatap wajah pria yang sedang memeluk tubuh nya erat.
"Mau ngopong apa?"Hila tersenyum.
—Cup..
Aksa mencium bibir ranum Hila sesaat, lalu melepas kan pelukan nya.
"Hila maaf."Aksa memandang Hila sendu.
"Dih,... ko minta maaf sih."Hila masih terus tersenyum.
"Hila,....
"Iya sayang."Sahut nya kembali.
Aksa tertegung, hati nya semakin tidak rela untuk melepaskan Hila.Namun ancaman Yuna lebih menyeramkan hingga Aksa tidak bisa berbuat banyak.
"Maaf tapi hubungan kita harus selesai sampai sini!"
Deg..
Senyuman di bibir Hila pun memudar, gadis itu terdiam dengan mata yang terus menatap netra yang sudah menatap nya sayu.
"Maafkan aku, aku tahu aku brengsek.Aku lakuin ini cuma mau balas dendam sama kamu, tapi cinta ini kembali tumbuh.Dan sebelum semua nya semakin jauh, aku mau hubungan kita selesai."Ucap Aksa dengan mata berkaca-kaca.
Hati Hila kembali bergemuruh, wajah nya sudah terasa memanas dengan dada yang sudah terasa semakin sesak.
"Hhh,... ini semua kaka lakuin cuma mau balas sakit hati kaka dulu?"Hila tersenyum getir.
"Maaf!"Ucap nya lirih.
"Tidak apa-apa."Hila tersenyum, lalu menarik tangan nya gang sedang di genggam Aksa.
"Mungkin yang kaka lakukan memang karma aku dulu.Terimakasih untuk beberapa hari yang sangat indah, saya pamit undur diri dulu pak."Gadis itu kembali tersenyum getir, menertawakan dirinya sendiri.
Perlahan Hila memundurkan langkah nya, lalu berbalik untuk meraih handle pintu.Namun tangan kekar Aksa langsung memeluk nya dari arah belakang.
"Maafkan aku Hila,...maafkan aku.Aku tidak mau kamu semakin sakit hati, aku masih berhubungan dengan Yuna, dan kemungkinan terpahit nya adalah dia hamil karena perbuatan aku Hila.Maafkan aku, akun cinta kamu."
"Hhh,... cinta anda bilang? cinta tidak akan sesakit ini.Dan satu lagi, jika ini memang rencana awal anda, makan anda berhasil, saya bisa pastikan perasaan saya lebih hancur dari pada perasaan bapak dulu."
Hila langsung melepas kan dirinya dari pelukan Aksa, lalu meraih handle pintu dan keluar sambil berlari.
"Maafkan aku Mahila."Gumam nya dengan pandangan mata yang terus melihat Hila yang berlari ke arah parkiran motor.
__ADS_1
...TBC🌻🌻🌻...
...Jangan lupa! like, tips, vote, dan komen nya......