
...Hi reader's, terimakasih untuk kalian yang masih stay disini....
...Jujur saja, sesungguh nya author lelah, kadang ingin berhenti saja di tengah jalan....
...Tapi rasa cinta ini terlalu besar, sampai aku tidak sanggup membuat kalian kecewa atas judul yang satu ini kalau di gantung begitu saja....
...Seandai nya kalian berkenan, tolong dukungan nya dari segi apapun, like sama komen nya terutama, agar judul ini bisa naik ke permukaan dan banyak kembali di lihat banyak orang, seperti judul-judul lain nya....
...Iloveyou🍅 Happy reading guys!!.....
🥀
🥀
Setelah beberapa hari Hilang terbaring lemas tidak berdaya, akhir nya kini prempuan itu mulai belajar untuk berjalan, di bantu sang suami tercinta terntu nya yang sabar membopong tubuh Hilang dengan sangat hati-hati.
"Shhhhh!....
"Maaf sayang, apa aku terlalu cepat berjalan?"Tanya Aksa, sambil menatap wajah Hila penuh ke khawatiran.
"Tidak, luka nya memang masih terasa nyeri."Hila meringis.
Aksa mengangguk, kedua nya terus melangkah kan kaki nya perlahan, berjalan-jalan kecil di dalam ruangan VVIP yang Hila tempati.
"By,..aw! tunggu sebentar aku nggak kuat."Cicit Hila sambil menghentikan langkah kaki nya.
"Maaf sayang maaf!"Ucap Aksa kembali.
Hila menoleh, menatap wajah sendu itu yang kini menatap nya.
"Kamu ini kenapa? akhir-akhir ini sering meminta maaf?"
Aksa diam, pria itu bingung ketika harus menjelas kan isi hati nya.
"Kamu menyembunyikan sesuatu?"Mata Hila memincing, mencari kebenaran dari dalam iris coklat milik suaminya.
"Ti-tidak,...apa yang aku sembunyikan dari mu. Tidak mungkin aku mempunyai rahasian sayang."Jelas Aksa dengan raut wajah yang terlihat gugup.
"Apa? kamu tidak percaya padaku?!"Cicit Aksa ketika mendapat tatapan tajam dari istrinya.
"Kau aneh!"Sergah Hila.
Wanita itu memanglingkan wajah, lalu segera duduk kembali di atas tempat tidur nya.
"Aku harus ke kantor, nanti ada ibu yang akan kesini."Kata Aksa.
"Iya pergilah."Jawab Hila singkat.
"Kamu marah?"
"Tidak, untuk apa aku marah."Hila menatap Aksa.
"Siapa tahu kamu tidak ingin aku berangkat ke kantor."Tukas Aksa sambil tersenyum.
"Pergilah, sudah beberapa hari ini kamu tidak bekerja bukan?"Hila mengusap rahang suaminya.
"Apa mau makanan yang sangat ingin di makan? nanti ku belikan!"
Hila menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Aku hanya ingin cepat pulang, dan bisa kembali bekerja."Jelas Hila.
"Apa kamu masih tetap ingin bekerja?"
"Ya, untuk jaga-jaga!"Hila kembali tersenyum.
"Jaga-jaga?"Aksa menjengit.
"Iya, aku harus punya tabungan dan pekerjaan, takut nya nanti kamu pergi ninggalin aku, dan aku nggak punya apa-apa!"
Deg..
Dada Aksa bergemuruh ketika Hila tiba-tiba saja berkata seperti itu, wajah cantik itu selalu tersenyum hangat kepada nya. Tapi apakah senyum itu masih akan Aksa lihat, ketika Hila tahu sekarang Yuna sedang mengandung, walau sesungguh nya Aksa belum tahu anak yang di kandung Yuna adalah darah daging nya atau bukan.
"By?!"Hila meneliti.
"Ah i-iya sayang kenapa?" Aksa tersenyum gugup.
"Kamu melamun?"
"Tidak!"
"Ah,...sekarang aku semakin takut dan curiga padamu!"Hila berujar.
Aksa tersenyum.
"Aku berangkat, janji hanya sebentar."Pamit nya yang kemudian mencium kening Hila dan segera beranjak pergi.
Pandangan Hila terus menatap Aksa, meski pria itu sudah benar-benar pergi, hanya saja ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati nya, sampai membuat Hila ingin terus melihat Aksa dan mencari sesuatu dari pandagan terdalam suaminya.
Tidak lama setelah Aksa pergi, tiba-tiba saja pintu ruangan nya di ketuk dan munculah Nanda bersama Raksa.
"Ibu,...ayah!"Hila tersenyum."Ka Aksa baru saja pergi."Kata nya kembali.
"Repotin ibu sama ayah dong Hila!"
"Tidak sama sekali! kamu menantu kesayangan kami, apapun cara nya, akan kami lakukan agar kamu bisa kembali sembuh dan cepat pulang."Nanda tersenyum.
"Bagai mana? apa sudah bisa berjalan?"Raksa ikut mendekat.
"Sudah yah, pelan-pelan tapi."
"Tidak apa! itu sudah sangat bagus."Raksa tersenyum, lalu mengusap kepala Hila.
"Mau ibu bukain lemper nya?"
Hila mengangguk.
"Iya bu!"
Senyuman dan raut wajah bahagia pun terpancar, bagaimana tidak. Hila selalu di kelilingi orang-orang yang sangat mencintai nya, bahkan Hila tidak menyangka, Nanda lebih protektif kepada nya di bandingkan Arina.
^
^
^
TING...TUNG...
__ADS_1
Suara bell apartemen nya berbunyi.
"Siapa? nggak biasa nya mami berkunjung jam segini!"Yuna berujar, lalu bangkit dari duduk nya dan segera berjalan ke arah pintu.
CEKLEK..
"Mih tumben jam segin,...Aksa!"Yuna terkejut.
Tampa banyak bicara Aksa langsung menerobos masuk.
"Kamu tidak sopan!"Pekik Yuna.
"Ini apartemen ku,..tapi itu dulu! sebelum aku memberikan nya kepada mu."Ucap nya seraya duduk di sofa ruang tengah dengan televisi yang terlihat menyala.
"Iya aku tahu!"Sahut Yuna singkat.
"Langsung saja. Apa itu anakku?"
Yuna diam.
"Yuna apa dia anakku?"
Yuna masih terdiam.
"Yuna!"
"Kalau tidak kenapa, kalau ya kenapa?!"Yuna menjawab nya dengan pertanyaan.
"Jawab saja, agar aku bisa bertindak."
"Apa kau akan menceraikan Hila?"Yuna tersenyum.
"Tidak!"Jawab Aksa tegas.
"Lalu untuk apa kau bertanya, jujur saja aku masih mengharapkan kamu kembali. Makanya aku tidak membuang nya."Jelas Yuna.
Setelah beberapa menit berdiri, akhirnya Yuna duduk di sebelah Aksa.
"Jika memang dia anakku, maka aku akan bertanggung jawab atas nya. Tapi tidak dengan menikahi mu."Jelas Aksa.
"Sudah kuduga, wanita miskin itu sudah membuat perubahan banyak di hidup mu."Yuna tersenyum mengejek.
"Jangan menghina istriku!"
"Pergilah, kau akan selesai kalau Hila tahu suaminya mengunjungi anak dan manta kekasih nya."
Aksa terdiam, mata nya menatap lekat wanita yang duduk di samping nya.
"Jadi,...
"Ya dia anak mu! pergilah, aku tidak mau di cap aneh oleh anak ingusan itu."
"Baiklah aku pergi, kabari apapun tentang perkembangan nya. Dan hubungi aku ketika kamu membutuh kan sesuatu."Jelas Aksa yang langsung beranjak pergi meninggal kan Yuna.
Ada bagus nya juga aku tidak membuang anak ini, selain di larang mami papi, ternyata dia bisa memancing Aksa kembali.
Yuna terus menyeringai, dengan pandangan mata yang terus menatap punggung kekar Aksa sampai pria itu benar-benar menghilang di balik pintu apartemen nya.
...Ingat!!...
__ADS_1
...Like sama komen dan vote setiap hari senin yah, bantu othor bangkit......
...🌱🌱🌱🌱🌱...