Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Bertemu Yuna #2


__ADS_3

.


.


.


TING...TUNG..!!


Aksa menekan tombol bell setelah kedua nya berdiri tepat di depan pintu apartemen yang di tempati Yuna dan dirinya dulu.


Beberapa menit Aksa dan Hila menunggu dengan keadaan saling diam, sampai akhirnya seseorang membuka pintu apartemen tersebut.


"Aksa!"Pekik nya dengan raut wajah penuh keterkejutan.


"Tante, apa Yuna nya ada?"Tanya Aksa yang langsung membuat wanita tersebut menjengit lalu beralih menatap Hila dengan tatapan penuh tanya.


"Ini Hila tante, istri saya. Dan kami ingin menemui Yuna."Jelas Aksa.


Hila mengangguk, dengan senyum canggung nya.


"Siapa mih?"Terdengar seseorang berteriak di dalam sana.


Wanita itu hanya mematung di ambang pintu, tampa menjawab satu patah katapun sampai Yuna menarik pintu dan membuka nya sangat lebar.


"Aksa!"Sambut nya dengan raut wajah berbinar. "Tumben, biasa nya langsung masuk."Ucap nya kembali yang langsung memeluk pria yang sedang mematung itu.


Hila memanglingkan pandangan nya, berusaha menahan sesuatu yang sudah menyeruak di dalam dirinya sejak dari kemarin malam.


"Yuna jaga sikap mu!"Kata Aksa penuh penekanan, lalu mendorong tubuh wanita itu agar menjauh dari dirinya.


"Kenapa kamu ajak dia? minggu kemarin kamu datang sendiri."Ujar Yuna sambil memandang Hila tidak suka.


Hila hanya terdiam, lalu melihat ke arah wanita paruh baya yang juga menatap nya dengan tatapan sendu.


"Masuklah, tidak enak kalau di lihat orang."Tukas wanita itu pelan.


"Ayo sayang!"Yuna berniat meraih tangan Aksa, namun dengan cepat pria itu menepis nya.


"Jaga sikap kamu Yuna!"Cicit sang ibu yang juga merasa tidak enak kepada Hila yang sedari tadi hanya terdiam.


"Baiklah."Ucap nya dengan mata mendelik ke arah Hila, lalu berjalan masuk terlebih dulu.


"Ayo masuk."Ajak nya kembali kepada Hila dengan senyum ramah nya.


Hila mengangguk, lalu berjalan masuk bersama Aksa. Pria itu terlihat inging menggengam tangan Hila, namun dengan cepat juga Hila menepis nya.


"Hah,...


Aksa menghela nafas nya.


"Silahkan duduk."Ujar ibu Yuna.


"Terimakasih tante."Ucap Hila kemudian.


"Saya tidak mau berbasa-basi." Jelas Aksa. "Istri saya sudah tahu, dan kami ingin membicarakan ini secara baik-baik agar bisa mencari jalan keluarnya."Aksa menatap Yuna dan ibu nya bergantian.


"Berapa minggu usia kandungan nya?"Tanya Hila menatap Yuna.


"Aku lupa!"Jawab nya singkat. "Apa kamu ragu tentang anak ini? sudah jelas ini anak kekasih ku, yang tidak lain adalah suamimu!"Yuna terlihat sinis.

__ADS_1


"Yuna! mami tidak pernah mendidik mu seperti ini!"Cicit wanita di samping nya.


"Mih! anak miskin ini yang rebut Aksa dari aku. Harus nya mamih belain aku, bukan parasit itu!"Suara Yuna meninggi.


"Stop Yuna, aku kesinipun atas ke inginan Hila."Sergah Aksa.


Namun Hila tak bereaksi, wanita itu hanya diam dengan wajah yang sudah memerah menahan tangisan yang munkin akan segera pecah.


"Berapa bulan usia nya? agar bisa kupastikan itu anaku Yuna?"Tegas Aksa.


"Usia nya 10 minggu Aksa! Yuna bilang ini memang bayi kamu."Jelas ibu Yuna.


Aksa diam.


"Awal nya Yuna ingin membuang nya, tapi mamih cegah."Timpal nya kembali.


Pandangan Hila semakin menunduk, ia merasa sudah tidak tahan dengan rasa sakit di hatinya, yang seperti di sayat-sayat tampa ampun.


"Lanjutkanlah hidup mu, biar Yuna dan anak nya mami dan papi nya yang rawat."


"Nggak bisa gitu mih! anak aku juga ingin ayah seperti anak lain nya."Cicit Yuna dengan emosi yang sudah meletup-letup.


"Emm,..tante!"Hila menatap ibu Yuna. "Ini memang berat bagi saya! tapi yang di katakan mbak Yuna ada benar nya, anak itu akan butuh ayah."Hila mulai menangis. "Jadi biarkan suami saya bertang..."


"Hila!"Aksa langsung membuat Hila berhenti berbicara.


"Tidak begitu sayang!"Ucap Aksa lirih seraya meraih tangan Hila.


"Cih. Memalukan sekali! bilang sayang nyatanya punya anak dari wanita lain."Yuna mencibir.


"Yuna jangan memperkeruh suasana!"Cicit sang ibu.


"Kita lakukan test DNA."Tegas Aksa.


"Aku nggak mau!"Sergah Yuna.


"Harus mau! agar anak itu jelas asal-usul nya."Kata Aksa kembali.


"Tapi ini memang anak kamu Aksa!"Yuna meradang.


"Aku bahkan tidak tahu, kamu menjalin hubungan dengan pria mana saja!"


"Brengsek! aku memang nakal, tapi aku tidak pernah bermain dengan pria lain selain dirimu!"


Aksa hanya membisu ketiak Yuna menujuk nya dengan emosi yang terus berkobar.


"Yasudah! kalau memang itu anak nya ka Aksa, apa yang harus dia lakukan?!"Tanya Hila dengan isak tangis nya.


"Benarkah! kamu akan melakukan apa yang aku minta Mahila?"


Hila mengangguk.


"Yuna stop!"Pinta sang ibu.


"Mih diam!"


"Aku mau Aksa menikahi ku Hila! apa kamu sanggup, melihat suamimu menikahi mantan kekasih nya?"Yuna tersenyum licik.


Aksa menggeleng kan kepala.

__ADS_1


"Aku akan bertanggung jawab, tapi tidak dengan menikahi mu."Cicit Aksa.


"Istrimu yang bertanya Aksa!"


"Jawab jujur! apa dia anak nya ka Aksa?"


"Jelas, ini anak suami mu Mahila!"Yuna menatap Hila penuh penekanan. "Seandai nya kamu tidak hadir di hidup Aksa, maka anak ini sudah pasti berada di antara keluarga yang sangat menyayangi nya."


"Sudah-sudah! sebaiknya kalian pulang. Biar Yuna saya yang tangani."Titah wanita paruh baya itu.


"Secepatnya kami akan melakukan test dengan bayi itu."Tegas Aksa.


"Sayang kita pulang."Aksa meraih tangan Hila, lalu membawa nya beranjak pergi dari aparetemen yang di huni Yuna.


.


.


.


"Kalian sudah kembali?" Ujar Nanda ketika melihat Aksa turun dari mobil.


Namun pandangan nya beralih kepada wanita yang baru saja turun dari mobil dengan wajah sembab nya.


"Hila kenapa nak?"Nanda terlihat khawatir.


"Mood Hila lagi nggak baik bu, Hila masuk kamar dulu yah."Dengan cepat Hila meninggalkan Aksa dan ibu mertua nya begitu saja.


Nanda langsung menatap putra semata wayang nya penuh tanya.


"Nanti Aksa ceritain, tapi sekarang Aksa hrus nemenin Hila dulu."Cicit nya lalu berjalan cepat untuk segera menyusul Hila.


Aksa membuka pintu kamar nya perlahan, lalu menutup nya kembali. Lagi-lagi ia melihat Hila menangis, tubuh nya memeluk guling dengan isakan yang memilukan.


"Sayang! maafkan aku."Ucap Aksa lirih.


"Tidak, mbak Yuna benar! jika saja aku tidak hadir di hidup kalian, maka kalian akan tetap seperti dulu dan berbahagian dengan calon bayi yang sedang ada di kandungan mbak Yuna."


Aksa langsung berbaring, lalu memeluk tubuh Hila dengan erat.


"Kita ambil bayi itu dan rawat sama-sama."


"Kamu gila!"Sergah Hila.


"Aku memang gila, dan itu karena mu."Jelas nya lalu mencium kepala istrinya. "Kamu yang mengabaikan ku dari dulu, sampai aku mencari plampiasan."


"Lalu kenapa? sudah tahu kalian sudah melakukan nya sebelum menikah. Kenapa kamu nikahin aku?"


"Karena aku cinta kamu Mahila, mana bisa aku nelepaskan kamu kembali."


"Ini rumit."Hila masih terus menangis.


"Kamu tidak dengar? ibu nya Yuna bahkan mengatakan bahwa wanita itu ingin membuang bayi nya! dan aku akan membawa nya agar kita bisa rawat bersama."Jelas Aksa.


"Yuna tidak akan mau."Ujar Hila. " Sudah jelas dia ingin kamu kembali."


"Sudahlah, aku menyayangi mu."Gumam nya lalu mendekap tubuh Hila sangat erat.


"Jangan fikirkan yang tidak-tidak! aku akan tetap bersama mu. Apapun yang terjadi."Aksa berujar.

__ADS_1


Aku harus apa dan bagai mana? posisi ku sangat rumit! apa aku harus bertahan dengan rasa sakit yang mungkin akan ku rasakan selama nya!


__ADS_2