Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Drama korea.


__ADS_3

^


^


"Mau langsung pulang atau mampir kemana dulu?"Pandangan Aksa menoleh, lalu tersenyum ketika Hila juga menatap ke arah nya.


Hila terlihat berfikir.


"Aku mau coba minuman kemarin malam boleh?"Tanya Hila tersenyum.


"Apa!"Aksa terkejut.


"Itu Alkohol, kamu jangan pernah menyentuh nya lagi, oke?"Jelas Aksa kemudian meraih dagu Hila dan mengusap nya.


"Aku bercanda, nggak suka aku minuma seperti itu, rasa nya aneh!"Cicit Hila kemudian tersenyum.


"Kamu sudah agak membaik, jadi sebaik nya kita pulang, atau mampir ke rumah ku sebentar?"Aksa berujar.


Hila tertegung, raut wajah nya langsung terlihat gugup.


"Aku malu!"Sahut nya pelan.


Dahi Aksa berkerut.


"Ibu yang minta ketemu kamu, ternyata kamu mantu incaran nya."Bisik Aksa sediki mengoda gadis yang duduk di sebelah nya.


"Masa?!"


Aksa mengangguk.


"Yasudah, tapi beliin kopi dulu yah!"Pinta Hila.


"Kamu suka kopi sekarang?"Tanya Aksa."Asam lambung mu bagai mana?"Ucap Aksa kembali.


"Sembuh dengan sendiri nya, dan sekarang aku pecandu kopi seperti mu."Ujar nya sambil terus memandang wajah Aksa.


Sepasang manusia yang sedang di landa asmara itu terus berbincang banyak hal, Hila bahkan terlihat lebih tenang dan merasa nyaman setelah bertemu dengan Aksa yang sedang duduk di samping nya.


^


^


Setelah membeli kopi yang di ingin kan Hila, akhirnya Hila minta di antar pulang terlebih dulu, untuk membersihkan diri dan tentu nya mempersiap kan panampilan agar tidak terlihat kusut di hadapan ibu dan ayah mertua nya.


"Ayo masuk!"Ajak Hila kepada Aksa.


"Aku disini saja."Pria itu menolak.


"Mamah akan menggerutu kalau aku tidak mengajak mu."Cicit Hila.


Akhir nya Aksa mengangguk, lalu turun dari mobil nya dan segera menyusul Hila. Hila terkejut, ketika Arina tiba-tiba saja keluar dari rumah dengan keadaan tergesa.


"Mau kemana mah?"Tanya Hila ketika ibu nya sudah memakai jaket tebal.


"Mamah ke rumah kaka mu dulu yah, Agni sakit dan selalu muntah-muntah sampai tidak bisa bangun dari tempat tidur."Jelas Arina.


"Aksa mau ajak Hila ke rumah bu, gimana dong."Ujar Aksa.


"Kerumah?"


Aksa mengangguk.


"Ibu ingin bertemu Hila."Aksa tersenyum.


"Baiklah, hati-hati di jalan yah, mamah berangkat dulu."Pamit nya pada Hila dan Aksa.


"Hati-hati mah!"Hila berteriak.


Arina hanya terus berjalan sambil melambai kan tangan nya.

__ADS_1


"Naik apa mamah?"Tanya Aksa.


"Taxi mungkin."Sahut Hila.


Hila mempersilah kan Aksa masuk, lalu menutup pintu nya kembali setelah mereka berdua berada di dalam.


"Kaka kalau mau minum ambil sendiri saja yah, aku mandi dulu sebentar."Tukas Hila kemudian berbalik arah dan mulai berjalan ke arah kamar nya.


Tidak ada jawaban dari Aksa, pria itu terdiam dengan mata yang terus memandang punggung Hila.


Dengan cepat langkah nya menyusul gadis pemilik rumah, lalu mendorong pintu kamar yang akan segera tertutup sampai kembali terbuka lebar.


Brak!


Aksa menerobos masuk begitu saja, mendorong tubuh Hila sampai terbentur dinding lalu menutup pintu kamar Hila.


"Kenapa?"Tanya Hila.


Aksa tidak menjawab, pria itu hanya menatap manik Hila lekat penuh cinta.


Debaran jantung Hila semakin terdengar jelas, deru nafas kedua nya sudah sangat terasa menyapu wajah ketika kening kedua nya bersatu.


"Hila?"Panggil nya dengan suara pelan, namun sangat terdengar menggoda di telinga Hila.


"Iya ka?"Sahut Hila.


"Boleh tidak?"Tanya Aksa.


Namun sebelum Hila membuka mulut nya, pria itu terlebih dulu meraup belahan kenyal dan merah milik Hila.


Mata Hila terpejam, kedua telapak tangan nya meremak kaos yang Aksa kenakan, membiarkan pria itu menjelajahi bibir tipis milik nya.


Sesaat Aksa menghentikan pautan bibir itu, wajah nya sedikit menjauh agar bisa menatap paras cantik Hila yang selalu di rindu kan nya.


"Mahila?"Panggil Aksa kebali, lalu satu tangan nya mengusap tulang rawan Hila dengan lembut.


"I love you."Aksa berbisik seraya tersenyum.


"Love you more, Nash Aksa Mahiwawa."Balas Hila.


Kaki Hila berjinjit, kedua tangan nya meraih bahu kekar Aksa, kemudian kembali mempertemukan bibir kedua nya.


Kedua nya kini saling berbalas, bertukar saliva satu sama lain, sampai Aksa memeluk pinggang Hila untuk semakin memperdalam cumbuan kedua nya.


Aksa berhenti, lalu mendorong Hila agar sedikit menjauh dari nya.


"Kamu sudah pernah melakukan nya?"Tanya Aksa.


"Belum."Hila menggeleng kan kepala.


"Kenapa kamu ahli sekali?"Aksa tersenyum jahil.


Hila tersipu malu.


"Aku berguru pada drama korea yang selalu aku tonton."


Aksa tergelak, tawa nya lepas sampai kempala nya mendongkak.


"Dasar gadis nakal!"Aksa mencubit hidung gadis di hadapan nya.


–Cup..


"Mandilah, kita akan terlambat.Aku akan menunggu di ruang tamu."Sergah nya setelah mencium singkat bibir Hila.


Aksa segera meraih handle pintu kamar Hila, lalu beranjak meninggal kan Hila yang masih mematung dengan desiran yang sudah terasa di sekujur tubuh nya.


Sementara itu Aksa yang sedang berjalan ke arah ruang tamu terus mengukir senyum di bibir nya, rasa nya lega ketika sudah dapat kembali bersama Hila, gadis yang di cintai nya sejak lama.


Aksa duduk di sofa ruang tamu, kemudian segera membawa ponsel yang berada di saku celana nya.

__ADS_1



...📸My baby girl🥰...


Dengan wajah yang berbinar Aksa mulai memperkenal kan Hila kepada para followers nya.


...👨‍💻Itu Hila yah?...


...👩‍💻Berasa kenal tu sama cewek nya🤔...


...👩‍💻Patah hati ku....


...👨‍💻Anjim Hila woi!...


...👩‍💻Akhirnya berbalas juga cinta nya babang Aksa....


...👨‍💻Princess akhir nya takluk🤭...


Dan masih bangak lagi komen-komen dari para followers yang kebanyakan teman sekolah Aksa dulu.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Hila keluar dengan celana jeans panjang dan kemeja putih nya, yang ia padukan dengan jaket jeasn mikik Aksa.


"Hayu!"Hila merentangkan tangan nya.


"Mau kemana cantik banget?"Goda Aksa.


"Mau ketemu mama mertua."Hila tertawa.


–Cup..


Aksa mencium pipi Hila.


"Seperti nya harus di percepat, aku nggak bisa jauh dari kamu sekarang."Tutur Aksa sambil terus berjalan keluar.


"Kalo bisa cepet kenapa harus lama."Hila tersenyum malu dengan pipi yang sudah merah.


–Ceklek..


Hila menutup pintu, lalu mengunci nya, namun ketika Hila akan membawa kedalam saku jaket.


Motor milik Indra datang dan masuk ke dalam pekarangan rumah.


"Aku kira bapak belum mau pulang."Kata Hila.


"Sudah jam pulang, sini mana kunci nya?"Indra tersenyum.


Hila langsung memberikan kunci rumah kepada ayah nya.


"Mamah nggak ada, kerumah ka Yoga tadi."Ujar Hila.


"Iya bapak tahu, sana berangkat! mama nya Aksa sudah nungguin kamu."Titah Indra.


Hila tersenyum.


"Yasudah, kami pamit dulu pak."Ucap Aksa yang langsung di jawab angguka oleh sang calon ayah mertua.


Aksa berjalan di depan Hila, dengan jemari tangan yang saling berpautan seolah tak mau terpisah kan kembali.


Dasar anak muda! gumam Indra tersenyum yang melihat Hila dan Aksa dari kaca dalam rumah nya.


...Hila princess di sekolahan toh, pantes babang nya ngejar-ngekar sampe sekarang💃💃...


...Timpukin mawar dong🥀🥀...


...Kopi juga boleh deng☕☕☕...


...TBC🌿🌿🌿...


...Jangan lupa like pliss!!...

__ADS_1


__ADS_2