Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Menuju Halal.


__ADS_3

🌻


🌻


Beberapa hari ini Aksa terlihat di sibuk dengan segudang kegiatan nya, dari berangkat kerja pagi-pagi sekali, mencari catering dan masih banyak lagi yang Aksa lakukan untuk menyiap kan acara pernikahan nya bersama sang gadis pujaan, sampai pria itu sudah jarang menjemput dan mengantar Hila untuk berangkat kerja.


Aksa selalu tertidur ketika ia sudah berada di rumah nya karena lelah.


Ratusan undangan sudah di cetak, tinggal memberikan pada kerabat dekat dan teman dari Aksa maupun Hila.


"Mau kemana pagi-pagi?"Tanya Raksa kepada anak nya yang sudah terlihat rapih berjalan keluar dengan kunci mobil di tangan nya.


"Mau jemput Hila yah, ada seseuatu yang harus segera di urus."Ucap nya tergesa-gesa.


"Yasudah, hati-hati di jalan Sa!"Raksa berpesan.


Aksa mengangguk, kemudian masuk ke dalam mobil.Suara derum mesin mobil mulai terdengar jelas, beberapa menit Fortuner itu terdiam dengan mesin yang menyala, perlahan mobil yang di tumpangi Aksa mundur, kemudian melaju dengan kecepatan sedang, keluar dari area perumahan yang terlihat masih sangat sepi.


^


^


–Ceklek..


Pintu kamar mandi di kamar Hila terbuka, kemudian munculah seorang gadis berbalut handuk yang menutupi nya sampai paha.


Langkah kaki nya berjalan ke arah lemari, kemudia membawa pakaian da*am, kaos dan celana jeans.


Drrrtt...


Ponsel milik nya yang terletak di atas nakas bergetar, dengan cepat Hila menoleh dan segera mengambil nya.


Terlihat nama Aksa yang tertera dengan emot love masuk kedalam panggil telpon nya.


...Ka Aksa❤...


–Iya ka?


[Sayang aku sudah di jalan, sebentar lagi sampai!]


–Iya, aku juga baru selesai mandi, mau pakai baju dulu.


[Mau lihat dong sayang!]


–Lihat saja kalau bisa.


[Yasudah, tunggu aku yah!]


–Iya sayang ku.


Hila kembali meletakan ponsel milik nya di atas nakas setelah sambungan telpon nya terputus.


Dengan cepat Hila mengenakan pakaian nya, lalu duduk di hadapan meja rias dan segera mengeringkan rambut nya dengan hairdryer.


–Klek..

__ADS_1


"Hila?"Arina membuka pintu kamar nya.


"Iya mah?"Gadis itu sedikit berteriak karena bunyi bising yang di timbulkan mesin pengering rambut nya.


"Sarapan sudah siap."Ujar nya.


Hila mematikan mesin pemgering rambut nya, meletakan kembali di laci dan segera bangkit.


"Ka Aksa sudah di perjalanan, kaya nya sarapan di luar saja mah!"Jelas Hila sambil memoles kan lipcream di bibir nya tampa riasa wajah lain nya.


"Mau fiting?"Tanya Arina tersenyum.


Hila mengangguk.


"Ah,..mama jadi sedih kalo inget kamu mau menikah."Ujar nya pelan, kedua nya saling menatap dari arah pantulan cermin.


"Kenapa sedih?"Hila berbailik.


"Kamu nggak tinggal disini lagi kan, dan mama sama bapak pasti kehilangan satu anak manja kita."Jelas Arina kembali tersenyum namun dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.


"Hila bisa mampir kesini setiap hari, atau mama sama bapak yang tengokin Hila nanti, tidak usah sedih."Cicit Hila pelan.


Suara mobil sudah terdengar, pandangan Hila pun teralih ke arah jendela kamar, kemudian kaki nya berjinjit untuk memastikan.


"Ka Aksa sudah datang mah."Tukas Hila sambil tersenyum, lalu membawa tas dan segera memasukan ponsel milik nya.


Hila berjalan ke arah luar, denga Arina di belakang nya yang menyusul dengan langkah sedikit cepat, mengimbangi langkah kaki Hila.


"Kemana?"Tanya Indra yang baru saja keluar dari kamar nya.


Aksa terlihat turun dari mobil nya, berjalan ke arah teras dengan senyum tipis nya menyapa kedua orang tua Hila yang juga tengah tersenyum kepada Aksa.


"Aksa,...Hila belum sarapan,..kalian kenapa nggak sarapan dulu sebentar?"Tanya Arina.


"Perjalanan kita sedikit jauh,..Aksa sama Hila sarapan di jalan saja mah!"Jelas Aksa yang kini sudah mengubah panggilan nya kepada Arina.


"Kita berangkat dulu ya mah,..pak."Pamit Hila.


"Hati-hati, jangan telat makan! kalian harus jaga kesehatan, pernikahan kalian tinggal beberapa hari lagi ingat?!"Indra berpesan.


"Iya pak, Aksa sama Hila berangkat yah."Ucap Aksa.


Kedua orang tua Hila pun mengangguk, terus berdiri sampai kedua nya masuk ke dalam mobil dan meninggal kan pekarangan rumah Hila.


"Mau sarapan apa sayang?"Tanya Aksa.


"Burger boleh ka?"Hila menatap pria yang sedang fokus mengemudi.


"Baiklah, kita cari burger sama ice coffe jelly nya."Aksa menoleh kemudian tersenyum, seolah mengerti keinginan sanga calon istri.


"Aku ngga bilang sama ice coffe!"Hila tersenyum.


"Memang, aku hanya pengertian saja."Aksa tergelak.


Hila mengangguk, lalu meraih lengan Aksa dan mengusap nya pelan.

__ADS_1


Lengan berkulit putih dengan sedikit otot yang jelas terlihat karena pria itu kini hanya mengenakan kaos lengan pedek.


"Bagai mana?"Tanya Hila sambil menusuk-nusuk pelan otok tangan Aksa.


"Apa nya?"Aksa menoleh.


"Persiapan nya sudah berapa persen."Ucap nya kembali sedikit pelan.


"Semua nya beres sayang, tinggal fiting baju kita saja sama nyebar undangan."Jelas Aksa.


"Alumi SMA kita kamu undang?"Tanya Hila antusias.


Aksa mengangguk.


"Kamu tahu tidak, sekolah kita mengadakan reuni di salah satu resort di pantai."Ucap Hila.


"Tahu, Rifki memberi tahu beberapa hari lalu."


"Kita ikut yuk!"Ujar Hila.


"Lihat nanti yah."Aksa menoleh sambil tersenyum.


"Ikut yuk! sekalian honeymoon!"Sesaat senyum nya memudar ketika Hila menyadari kekonyolan nya.


Aksa menoleh, bibir nya tersenyum jahil dengan kedua alis bergerak naik turun.


Hila yang merasa gugup langsung berhenti memegangi lengan Aksa, menggeser tubuh nya agar duduk lebih menjauh.


"Aku tidak mengira pikiran mu sudah sejauh itu Hila!"Aksa terkekeh.


"Nggak gitu aku cuma mengusul kan ka."Ucap nya pelan sambil mengalih kan pandangan nya ke arah luar.


Melihat pipi Hila yang sudah memerah seperti tomat Aksa semakin merasa lucu dengan tingah gadis di sebelah nya, sampai Aksa tertawa lepas.


Sepanjang perjalanan kedua nya terus memancarkan rona wajah bahagia, saling melontarkan canda dan tawa, sampai beberapa kali singgah di tempat makan cepat saji untuk membeli sesuatu yang Hila mau.


Satu setengah jam mereka lalui, akhir nya sampai di salah satu butik ternama yang terkenal dengan desain dan kualitas yang sudah tidak bisa di ragukan lagi.


"Ayo sayang, kita selesai kan dengan cepat untuk mencari cincin nikah, dan ada sesuatu yang ingin aku beritahu."Jelas nya kemudian turun dari mobil nya.


"Beritahu apa?"Gumam Hila yang juga langsung ikut turun.


...TBC🌻🌻🌻...


...Jangan lupa vote nya.....


...Like...


...Komen...


...⚘⚘⚘...


...☕☕☕...


Yuhuu! kalian dapet undangan virtual nih dari Hila sama babang Aksa.

__ADS_1



__ADS_2