Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Setelah menikah.


__ADS_3

🥀


🥀


Satu minggu kemudian, kini kedua nya sudah kembali di sibukan dengan ke giatan masing-masing. Mereka bahkan selalu berangkat bekerja bersama, dan Aksa akan menjemput ketika jam pulang kerja Hila telah tiba.


Seperti malam ini, terlihat prempuan sedang duduk di kursi halte, menunggu seseorang yang akan menjemput nya pulang seperti biasa.


"Tumben lama!"Gumam nya dengan pandangan sedikit menunduk, menatap jam tangan kecil yang melingkar di pergelangan tangan nya.


Tiga puluh menit Hila menunggu suaminya, duduk sendiri di hantel dekat hotel tempat nya bekerja dengan raut wajah yang terlihat sedikit khawatir.


Telapak tangan Hila terus mengusap lengan nya satu sama lain, ketika dingin nya angin malam terus menyapu lembut kulit Hila yang hanya terbalut kemeja putih berlengan panjang.


Hila menghela nafas nya pelan, kemudian kembali merogoh tas kecil milik nya untuk membawa ponsel nya kembali.


"Sayang!"


Tiba-tiba saja suara yang sangat di kenalinya terdengar.


Pandangan Hila mendongkak, menatap wajah tampan yang sangat di rindu kan nya dan kini tengah mengulas senyum tipis.


"Kenapa lama?"Rengek Hila pelan dengan bibir yang sudah cemberut.


"Aku terjebak ke macetan sayang, ada tabrakan sampai lalu lintar menjadi terhenti sesaat."Jelas Aksa kemudian meraih tangan Hila.

__ADS_1


"Kamu sudah makan?"Tanya Hila.


"Belum,..apa mau beli sesuatu?"Tanya Aksa dengan pandangan melihat ke arah kanan dan kiri untuk kemudian segera menyebrangi jalan.


"Tidak usah, kita masak saja di rumah."Ujar Hila.


Aksa menganggukan kepala, lalu membukakan pintu mobil untuk Hila dan segera beranjak setelah pintu mobil nya tertutup.


–Brugh..


Derum mesin mobil pun terdengar beberapa saat, lalu melaju perlahan menuju perjalanan pulang ke apartemen tempat kedua nya tinggal.


"By, apa ada masalah di kantor?"Tanya Hila.


"Tidak ada."Sahut Aksa tampa mengalih kan pandangan.


Aksa menoleh, kemudian tersenyum ke arah Hila sebelum kembali menatap jalanan yang ada di hadapan nya.


"Tidak ada masalah, hanya sedang banyak barang yang masuk saja, jadi aku harus memantau Irfan agar mencatat data nya dengan benar."Aksa berujar, dengan tangan kiri yang sudah membawa telapak tangan Hila kedalan genggaman nya.


^


^


Setelah puluhan menit berlalu, Aksa dan Hila sudah berada di apartemen yang mereka tinggali.

__ADS_1


Hila terlihat berjalan ke arah dapur, dengan keadaan yang sudah segar dan drees rumahan nya.


"Sayang kita order saja, kamu pasti cape kalau harus memasak. Apalagi baru pulang kerja."Sergah Aksa sambil berjalan mendekat ke arah Hila yang sedang berdiri di depan lemari pendeingin.


"Nggak apa-apa By,..aku masak yang simpel aja kok."Sahut Hila.


Aksa menggeleng kan kepala, lalu segera menutup lemari pendingin di hadapan istrinya.


"Kita beli saja."Ucap nya dengan suara pelan."Maaf kalau sampai saat ini kita belum mendapat kan seorang asisten rumah tangga."Jelas aksa kembali.


"Aku masak juga nggak apa-apa,...aku nggak cape ko By."Hila tersenyum."Kalo masalah asisten, santai saja! toh aku masih mampu melakukan semua nya, walau terkadang tidak sempurna."


"Kita beli saja, aku nggak mau kamu ke capean."Cicit Aksa lalu membawa Hila kembali ke ruang tengah dan segera duduk di sofa.


"Kamu boleh pilih apa saja yang ingin kamu makan sekarang."Aksa menyodor kan ponsel milik nya kepada Hila.


"Baiklah-baiklah, aku akan menghambis kan uang mu sekarang!"Hila menatap netra Aksa kemudian tersenyum jahil sambil membawa ponsel milik Aksa ke hadapan nya.


"Uang ku tidak akan habis!"Sahut nya singkat.


...TBC.....


...So sorry guys kalau cerita nya belum maksimal, author lagi berusaha biar bisa kaya dulu lagi, update 1000 kata/episode....


...Jangan terlalu berharap kualitas ketikan author sebagus author-author yang sudah sangat berpengalaman, tapi author selalu berusaha agar di setiap episode alur dan penempatan kata lebih baik lagi.....

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen nya...


__ADS_2