Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Mabuk.


__ADS_3

.........


Malam hari nya setelah Hila dan Aksa mandi bersama, mereka keluar dengan hanya menggunakan bathrobe, berjalan ke arah koper untuk membawa pakaian masing-masing.


Puluhan menit Hila habis kan hanya untuk bersiap-siap, dan suaminya hanya bisa diam ketika istrinya masih betah duduk di kursi berhadapan dengan cermin besar dengan beberapa alat make up yang di bawa nya.


"Tidak usah terlalu cantik!"Sergah Aksa yang tengah duduk di sofa dengan ponsel menyala di tangan nya.


"Bukan nya, seharus nya kamu bangga mempunyai istri cantik?"Hila menoleh sebentar, kemudian kembali fokus menatap cermin di hadapan nya.


"Tentu saja aku bangga, bahkan semua teman SMA ku memuji ke gigihan ku mendapat kan seorang princess sekolahan."Aksa berujar. "Tapi aku tidak mau, nanti di cafe banyak yang memperhatikan mu, apalagi sampai memuja kecantikan mu! aku tidak rela berbagi istri cantik ku walau mereka hanya memandang mu saja!"Aksa mulai bangkit dan berjalan ke arah Hila.


Aksa membungkukan tubuh nya, kemudian mencium pucuk kepala, lalu beralih ke pipi.


–Cup..


"Jangan terlalu cantik!"Rengek Aksa pelan dengan kedua mata yang saling memandang lewat pantulan cermin.


"Ini biasa saja By!"Jawab Hila.


Aksa tersenyum lalu menggeleng kan kepala.


"Cukup, atau kita tidak jadi berangkat!"Aksa mengancam.


"Kamu lebay!"Cicit Hila.


"Aku hanya tidak ingin kamu menjadi pusat perhatian orang sayang."Aksa berusaha menjelas kan.


"Kenapa kamu jadi posesif seperti ini!"Hila mendengus.


"Tidak, aku hanya sedang menjaga istriku, ingat!"Jelas Aksa.


Padahal dulu dia terlihat biasa saja ketika mbak Yuna memakai make up tebal, bahkan baju yang super minim.Kenapa sekarang jadi seperti ini!Gumam nya dalam hati.


"Jangan cemberut."Aksa mengusap pipi Hila dengan punggung tangan nya.


"Kamu nyebelin, semua nya nggak boleh. Dulu sama mbak Yuna nggak gini."Raut wajah Hila berubah seketika.


Aksa diam, kemudian berjongkok di samping Hila dengan pandangan yang sedikit mendongkak, menatap wajah cantik yang sedang merajuk.


"Hey!"Aksa menyentuh dagu Hila dengan jari nya, membawa pandangan itu ke arah Aksa yang sedang berada di bawah pandangan nya."Tatap aku,..dengar. Kamu dan Yuna itu berbeda, aku tidak peduli dengan dia, tapi aku peduli pada mu. Aku tidak pernah takut kehilangan dia, tapi aku takut kehilangan kamu."Jelas Aksa.


Hila terdiam.


"Aku tidak mau membahas dia lagi, dan kamu jangan pernah membandingkan dirimu dengan dia. Itu sudah jelas jauh berbeda dengan cinta ku pada mu sayang."Ucap Aksa kembali.


Aksa tersenyum, kemudian bangkit lalu meraih tangan Hila.


"Ayo kita pergi, live music nya pasti sudah di mulai."Aksa menari nya perlahan.


Hila pun tersenyum, kemudian berjalan perlahan di belakang Aksa dengan tangan yang saling berpautan.


Sepasang pengantin baru itu berjalan beriringan, menyusuri lorong resort terbuka sampai angin malam yang terasa sangat dingin pun mulai menyapu kulit Hila.


Alunan musik sudah terdengar ketika kedua nya berjalan semakin mendekat ke cafe.


Tempat yang terlihat sangat ramai.

__ADS_1


Aksa segera menarik kursi untuk istrinya agar segera duduk.


"Banyak pasangan juga disini, apa mereka juga baru menikah sayang?"Tanya Hila saat meneliti sekitar.


"Tidak juga, bisa saja mereka datang dengan pacar mereka, tampa ikatan ada nya suami istri."Sahut Aksa.


Hila mengangguk.


"Kamu tahu, aku beruntung mempunyai ibu mertua yang sangat istimewa, dia menjaga berlian nya dengan sangat baik."Aksa tersenyum.


"Iya, ibu marah kalau aku pulang telat dan tidak mengizin kan aku keluar rumah sendirian."Timpal Hila.


Sedang asik mengobrol, tiba-tiba saja kedua nya terdiam ketika ada seorang waiters membawakan satu botol Red wine dan dua gelas yang lansung di legakan di hadapan Hila dan juga Aksa.


"Thank you."Ucap Aksa kepada pria tersebut yang langsung di jawab anggukan.


Hila menatap Aksa penuh arti, lalu tersenyum ke arah suaminya itu.


"Kenapa? kamu ini aneh sekali tiba-tiba tersenyum seperti itu pada ku!"


"Aku mau coba boleh ya."Hila menggetakan kedua alis nya.


"Tidak, aku pesan kan jus saja yah?"Ujar Aksa.


"Sayang tapi aku mau coba."Hila merengek.


Aksa terdiam, dengan pandangan yang menatap tajam prempuan di hadapan nya.


"Nanti mabuk sayang, nggak boleh."Ucap Aksa pelan.


"Sedikit."Aksa mengangguk, kemudian menuang kan nya kedalam gelas di hadapan Aksa, kemudian Hila.


"Terimakasih suamiku."Hila bertepuk tangan pelan dengan raut wajah yang berbinar.


Aksa menghela nafas nya kasar.


"Suami macam apa aku ini, mengajar kan istrinya minum-minuman seperti ini!"Cicit nya dengan suara pelan.


"Hanya mencoba tidak apa-apa By."Hila tersenyum tampa tahu malu nya.


Dengan cepat Hila membawa gelas milik nya, namun ketika prempuan itu akan segera minum, Aksa menyentuh tangan nya.


"Tunggu, kamu harus bersulang terlebih dulu."Jelas Aksa kemudian menarik tangan Hila.


Tring!


"Silahkan di coba, dan ingat! minum nya pelan-pelan!"Tegas Aksa.


Hila mengangguk.


"Emmm....


Hila menjengit dengan raut wajah yang terlihat masam karena rasa minuman yang baru saja di rasakan nya.


"Kenapa rasa nya tidak se-indah warna nya By."Hila menjengit sambil meletakan gelas di Red Wine nya di atas meja.


Aksa tersenyum, lalu meletakan gelas nya.

__ADS_1


"Aku bilang apa sayang, jangan mau coba-coba!"Ucap nya dengan kekehan pelan.


Istri dari Aksa itu terlihat tidak suka, tapi ia sampai beberapa kali meminum nya hanya untuk memastikan rasa.


"Mau pesan makan?"Tanya Aksa.


Hila menggeleng kan kepala.


"Kita sudah banyak makan sejak di kamar."Tukas nya pelan lalu meneguk minuman nya kembali.


"Hila sudah nanti kamu mabuk."Aksa terlihat sedikit khawatir.


"Hah?!"Gumam nya yang kemudian menatap Aksa dengan mata yang sudah terlihat sayu.


"Ya ampun,.. benar saja!"Ucap nya pelan.


"Kita pulang, kamu sudah mabuk."Aksa meraih tangan Hila.


Wanita itu hanya menurut, bangkit tampa banyak protes.


"Mau kemana pak?"Tiba-tiba saja Hila merancau.


"Kita ke kamar, kamu sudah mabuk."Jawab nya.


"Tapi kenapa pak, saya harus pulang ibu saya pasti menunggu."


"Kamu istri saya sekarang Mahila."Aksa menghentikan langkah nya, kemudian memanggku Hila.


"Kenapa kamu jadi baik! aneh. Padahal biasa nya kamu galak, dan senang mempermalukan aku di hadapan mbak Yuna."Hila terus merancau.


"Kamu ini hanya minum sedikit, tapi kenapa bisa sampai seperti ini!"Gumam Aksa.


–Klek..


Aksa berjalan dengan cepat, lalu merebahkan tubuh Hila di atas tempat tidur.


"Aku mau pulang, jangan begini nanti mbak Yuna akan memaki ku lagi. Aku lelah menghadapi nya."Kata Hila kembali.


Deg..


"Kapan dia memaki mu sayang?"Aksa mencoba menggali rahasia yang di buka Hila secara tidak sadar.


Hila diam.


"Sayang?"Panggil Aksa.


Namun Hila tidak menjawab.


"Bapak tahu, saya tidak tahu salah saya apa? tapi kenapa setiap bapak bersikap baik padaku, dan mbak Yuna memaki setelah nya. Bapak selalu marah setelah itu, aku lelah! terus di permalukan di hadapan mbak Yuna dan karyawan lain."Suara nya perlahan menghilang dengan tubuh yang semakin melemas.


Aksa menatap Hila penuh penyesalan, apalagi ketika ia mengingat dulu selalu memaki Hila bahkan di hadapan karyawan lain. Dan aneh nya masalah itu akan datang ketika Yuna berada bersama nya di tempat kerja, selalu ada hal yang membuat Aksa marah dengan gadis yang saat itu juga masih sangat di cintai nya.


"Maaf."Lirih nya lalu mengusap pipi Hila.


...TBC🌸🌸🌸...


...Jangan lupa! di like, vote setiap hari senin, dan komen.....

__ADS_1


__ADS_2