
TOK..TOK..TOK..
Mendengar suara ketukan pintu, pandang Hila sesaat teralih dari layar komputer ke arah pintu ruangan nya yang tertutup.
"Masuk!"Ucap Hila sedikit berteriak.
—Klek..
"Mahila."Panggil nya dengan raut wajah sumringah.
"Pak Aksa!"Cicit Hila terkejut, lalu berdiri.
Aksa tersenyum, lalu masuk ke ruangan Hila dengan menenteng beberapa kantong berisi makanan.
"Aku bawa makan siang untuk kita."Ujar nya, lalu duduk di sofa yang terletak di sisi lain ruangan.
"Ini belum jam makan siang pak!"Sergah Hila dengan senyum gugup, lalu melihat ke arah jendela, melihat beberapa pekerja yang menatap pintu ruangan nya, sambil berbicara.
"Memang nya kenapa? kita belum sarapan tadi."Jelas nya sambil membuka satu persatu bungkusan tersebut.
Perlahan Hila berjalan mendekat, lalu duduk berhadapan dengan Aksa.
Pria itu langsung menatap Hila lekat, lalu kembali tersenyum manis pada gadis di hadapan nya.
"Pak?"Ucap Hila, memanggil pria yang sedang duduk di hadapan nya.
"Kenapa?"Aksa tersenyum.
"Boleh saya bicara sesuatu?"Tukas nya.
Aksa mengangguk.
"Tentu saja, apa itu?"Tanya Aksa.
"Saya tidak nyaman dengan sikap bapak akhir-akhir ini, itu membuat para karyawan lain lebih sering memperhatikan gerak-gerik saya dan bapak.Takut nya ini jadi fitnah, dan menjadi berita yang tidak enak di dengar untuk saya mau pun bapak."Jelas Hila panjang sambil terus tersenyum tipis.
Senyuman di bibir pria itu memudar, raut wajah nya berubah seketika, menatap netra Hila tajam lalu beranjak untuk lebih mendekat.
"Pak Aksa!"Suara pelan nya memekik ketika Aksa duduk di samping nya.
Aksa hanya terus menatap Hila dalam diam, perlahan tangan nya terulur, meraih pinggang Hila yang terus berusaha menjauh.
"Aku tidak peduli dengan pemikiran mereka terhadap ku Hila."Ucap nya setengah berbisik tepat di hadapan wajah Hila yang sudah memerah.
"Tapi saya tidak mau, mereka menyebutku sebagai perebut kekasih orang.Apalagi semua karyawan masih menyangka kalau bapak dan mbak Yuna masih ada hubungan."Kata Hila.
"Jangan pedulikan apa kata mereka, pikir kan saja jawaban untuku se-segera mungkin."Bisik Aksa kembali.
Hila terdiam, dengan mata kedua nya terus saling memandang.
Jarak kedua nya kini sangat dekat, hingga hempusan nafas dan degup jantung sudah terasa dan sangat jelas terdengar.
—Cup..
__ADS_1
Aksa mencium bibir Hila.
Gadis itu hanya terdiam, dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan.
"Aku cinta kamu Mahila."Suara nya lirih, kemudia dengan cepat Aksa langsung memangut kedua belahan kenyal dengan wangi strawberry mikik Hila.
Lagi-lagi gadis itu terdiam, seolah menerima apa yang sedang Aksa lakukan kepada dirinya.
"Ka Aksa jangan seperti ini."Sekuat tenaga Hila mendorong Aksa hingga sedikit menjauh dari dirinya.
Pria itu menyeringai, lalu kembali mendekat seraya berbisik.
"Adik pintar! kamu tahu sayang? aku tidak suka di panggil bapak,... sekali pun kau adalah bawahan ku."Ucap nya kembali dengan suara pelan.
—Cup..
Aksa mencium bibir Hila kembali, kemudain bangkit dan berjalan ke arah pintu.
"Habis kan makanan mu! aku pergi."Sergah Aksa lalu pergi meninggal kan Hila yang masih mematung.
"E-eheum...eheum.."Hila langsung membenarkan posisi duduk nya, mengusap dada nya pelan mencoba menetralkan pikiran dan jantung nya yang terus berpacu.
Kenapa dia jadi nyosor terus!
💐
💐
"Aksa,... ingat tujuan awal mu apa! jangan terbawa suasana apalagi terjebak dalam permainan mu sendiri."Aksa mengusap wajah nya kasar.
Aksa bangkit, lalu berjalan ke arah meja kerja nya dan segera duduk.
"Ya tuhan! kenapa dia cantik sekali."Aksa meremas rambut nya kuat.
"Ayolah Aksa, ada Yuna yang lebih seksi dan bisa memberi mu segala hal.Ya dia memberi mu segela nya Aksa.Kuat kan tekad mu, sebentar lagi selesai ketika gadis itu jatuh cinta, maka pergilah secara tiba-tiba."Gumam nya kembali.
Aksa menghempas kan punggung nya di sandaran kursi, menatap langit-langit ruangan nya dengan tatapan kosong denga pikiran yang di penuhi bayang-banyak kecantika Hila yang ia lihat secara dekat.
Sedang kalut dengan pikiran nya, tiba-tiba saja dering ponsel milik nya berbunyi.Aksa sedikit mengangkat pinggul nya, lalu merogoh saku celana nya.
Yuna.
—Ya sayang?
[Kamu lagi apa beb? aku kangen, tapi kamu nggak bolehin aku datang ke situ.Apalagi ke rumah mu.]Yuna merengek.
—Sabarlah, nanti malam kita bertemu.
[Ah,.. itu mau mu saja, kau selalu meminta jatah mu hampir setiap malam! bagai mana kalau aku hamil.]
—Nggak mungkin, aku selalu tepat waktu Yuna.
[Alasan saja!]
__ADS_1
—Tunggu aku di apartemen mu, nanti aku kesana.Mau aku bawa kan apa?
[Tidak usah bawa apa-apa, makanan yang kamu belikan masih banyak, bawa alat pengaman saja.]
—Baiklah,.. tunggu aku.
[Itu pasti.]
Sambungan telpon pun terputus, Aksa langsung meletakan ponsel nya kembali di atas meja.
"Hubungan macam apa ini? belum terikat apapun kita sudah melakukan banyak hal."Gumam Aksa pelan.
^
^
TING...TUNG....
Aksa menekan tombol bell apartemen Yuna.Tidak! tepat nya apartemen milik Aksa yang di tempati Yuna.
Entahlah, banyak sekali yang telah Aksa berikan untuk prempuan itu tampa sepengetahuan kedua orang tua nya, Nanda dan Raksa.
Banyak sekali ketakutan dalam diri Aksa, hingga ia mampu memberikan apapun untuk Yuna agar prempuan itu tetap berada di sisinya.Apakah itu cinta? entahlah, hanya Aksa yang tahu tentang perasaan yang sesungguh nya.
—Klek..
Pintu terbuka perlahan, lalu terlihat Yuna yang kini tersenyum ke arah nya dengan pakaian serba minim.
"Sayang!"Yuna menghambur ke pelukan Aksa.
"Hey! ayo masuk, tidak enak kalau ada yang melihat kau berpakaian seperti ini."Aksa mendorong tubuh Yuna pelan, hingga kedua nya masuk kemudian menutup pintu apartemen nya.
Kaki Yuna terus berjinjit, kedua tangan nya sudah merangkul erat bahu kekar Aksa dengan mata yang terus saling memandang.
—Cup...
"Kau sudah mempersiap kan nya?"Aksa berbisik, dengan kedua tangan yang mulai bergerayang nakal di bagian tubuh belakang Yuna.
"He'em,... ini semua untuk mu."Ujar Yuna tak kalah pelan, namun masih bisa di dengar jelas oleh Aksa.
"Dasar nakal!"Aksa menyeringai.
"Dan aku tahu, kamu suka wanita nakal seperti ku."Sergah Yuna, lalu menarik bahu Aksa dan mulai memangut bibir merah alami milik pria yang ada di hadapan nya.
Sesaat bibir kedua nya terlepas, menyatukan kening hingga kedua nya mampu merasakan hempusan nafas satu sama lain.
Mata Aksa terpejam, ketika bayang-bayang Hila terus menghantui nya, bahkan ketika ia bersama Yuna sekali pun.
Aksa! sadarlah, sekarang kau bersama siapa? jangan terus memikir kan kelinci lemah itu.
...TBC🌻🌻🌻...
...Jangan lupa! like, vote, dan komen nya guys.....
__ADS_1