Mahila Arindra.

Mahila Arindra.
Bertemu kembali.


__ADS_3

🌿


🌿


Setelah berminggu-minggu menjadi seorang pengangguran, akhirnya Hila bisa bernafas lega ketika surat lamaran nya di terima.


Ya tepat pada satu minggu yang lalu, Mahila Arindra resmi menjadi salah satu pegawai di hotel bintang lima sebagai seorang Penerima tamu/ Resepsionis.


Kini Hila lebih membuka diri, banyak berbaur dengan vanyak orang.Hidup nya semakin terasa tenang, ketia dirinya sudah tidak pernah bertemu dengan Aksa, pria itu menghilang bak di telan bumi setelah pertemuan terakhir nya di cafe beberapa bulan lalu.


Pagi ini Hila sudah selesai dengan mandi dan memakai pakaian kerja nya.Gadis itu duduk di depan cermin sambil mengaplikasi kan makeup tipis di wajah nya, menata rambut nya sedemikian rupa agar terlihat rapih.


"Selesai."Ucap nya.


"Kamu terlihat sangat cantik Mahila!"Hila menunjuk diri nya sendiri dari pantulan cermin dengan bibir yang terus merekah, memperlihat kan senyum manis nya.


Sesegera mungkin Hila memasukan barang yang harus di bawa, ponsel, dompet, dan jangan lupa ID card.


"Hila berangkat ya mams."Ucap nya sambil terus mengikis jarang antara kedua nya.


Arina yang sedang sibuk menata sarapan di atas meja makan menoleh.


"Sarapan dulu?"Tanya Arina.


"Nggak mah, tolong bikini bekel saja."Tukas nya."Bapak kemana, tumben belum standby?"Tanya Hila.


"Bapak juga sudah berangkat, ada apel pagi, jadi sarapan nya di bekel."Jelas Arina.


"Ya sudah Hila juga takut terlambat mah, jadi bekel nggak apa-apa yah!"Hila tersenyum.


"Nanti dingin kalo di simpen sampe siang nak!"Ujar Arina.


"Nggak apa-apa, masakan mamah dingin kuga masih enak."Sahut nya kembali.


Arina tersenyum, kemudia segera menyiapkan bekal untuk putri cantik nya.


^


^


"Selamat datang, selamat siang.Ada yang bisa kami bantu?"Sambut Hila ramah kepada setiap tamu yang datang menghampiri nya.


"Saya mau pesan satu kamar."Ucap seorang pria di dampingi wanita dengan pakaian yang bisa di bilang sangat seksi.


"Untuk berapa malam?"Hila tersenyum.


"Satu malam.Delux room ya! VVIP jangan lupa!"Ucap nya angkuh kemudian di angguki Hila dengan senyum yang terus terukir di bibir nya.


Masih kecil main nya ke hotel! Hila mencibir di dalam hati nya.


^


^


"Irfan!"Aksa berteriak.


Dengan langkah cepat pria yang sedang berada di gudang bersama teman-teman nya berlari ke arah ruangan Hila, tidak, tepat nya ruangan Aksa saat ini, karena pria itu lebih banyak menghabis kan waktu di sana ke banding ruang pribadi nya.

__ADS_1


"Iya pak?"Sahut Irfan yang sudah berdiri tepat di ambang pintu.


"Kirim lima puluh dus kemasan sedang ke alamat ini!"Aksa memberikan satu lembar kertas putih.


"Siap pak, persediaan galon juga sudah menipis.Kalo bapak mau order silahkan."Tukas Irfa.


"Hemph,... baiklah, saya sudah tahu dari kemarin, tapi selalu lupa untuk kembali memesan untuk persediaan di gudang, aku lelah Irfan, banyak sekali pekerjaan yang Hila kerjakan ternyata."Aksa berujar, raut wajah nya terlihat sangat lelah, di tambah lingkatan hitam di bawah mata nya, menjelas kan bahwa pria itu kurang tidur dan sangat kelelahan.


"Kenapa tidak buka lowongan saja pak, untuk ganti bu Hila, toh seperti nya ia tidak akan kembali."Usul Irfan.


Aksa menggeleng kan kepala nya.


"Hila pasti kembali, dia hanya butuh waktu."Ujar Aksa yang masih berharap banyak kepada Hila.


"Tapi bapak banyak mengerjakan pekerjaan, termasuk realisasi, uang, dan masih banyak hal.Sementara kami tidak biaa di andalkan, kita hanya lukusan SD pak, kurang faham kalau soal perkantoran."Jelas Irfan.


"Biarkan saja, saya akan segera menemui Hila.Mungkin saat ini dia sudah merasa lebih tenang."Kata Aksa.


"Kamu boleh pergi, dan segera antar pesanan itu."Titah Aksa kemudian di jawab anggukan oleh Irfan.


Sepergi nya Irfan, Aksa langsung menundukan kepala nya, meremas rambut agar sedikit menghilang kan rasa pusing nya.


"Hila!"Aksa menghela nafas nya pelan.


Seharian penuh Aksa habiskan di tempat usaha nya, kini ia selesai tepat pukul lima sore dan segera beranjak untuk pulang.


Seluruh motor yang tadi nya terparkir di samping mobil milik nya kini sudah tidak ada, mereka pulang terlebih dulu ketika semua pekerjaan sudah selesai.


Aksa maraih handle pintu mobil milik nya.


Dreuk..


Vrumm....vrummm...


Perlahan Fortuner hitam itu mundur, bergeser ke tempat yang sedikit luas untuk memarkirkan nya.


"Pak saya pulang."Pamit nya pada penjaga gerbang.


"Siap pak, hati-hati."Ucap nya tersenyum sambil menganggukan kepala.


Aksa langsung memacu laju kendadaan nya, berjalan lebih cepat di bawah langit jingga yang terlihat begitu mempesona.


Pikiran untuk datang ke rumah Hila pun menghampiri, sampai ia memutus kan untuk mengubah tujuan arah jalan menunu rumah Hila.


^


^


"Aksa? kemana saja?"Sabut Arini


"Di kantor banyak kerjaan bu, setelah Hila berhenti, semua nya saya yang handle. Hila nya ada?"Tanya Aksa setelah sampai dan berdiri di hadapan Arina yang baru saja membuka kan pintu untuk nya.


"Hila belum pulang, dia masih kerja.Nanti pulang nya jam delapan malam."Jelas Arina.


"Kerja di mana bu?"Tanya Aksa.


"Di Hotel Green sky."Jawab Arina.

__ADS_1


Aksa terdiam.


"Emm,... kalo gitu Aksa pulang dulu ya bu, nanti Aksa anterin Hila pulang kesini."Ujar nya kemudian di jawab anggukan oleh Arina.


Dengan perasaan gembira Aksa segera menghampiri mobil nya, masuk dan segera melaju untuk pulang dan membersihkan diri, sebelum bertemu Hila nanti malam di tempat kerja baru nya.


Sesampai nya Aksa di kediaman nya, pria itu bergegas untuk segera membersih kan diri.


Dua puluh menik Aksa berada di dalam kamar mandi, akhirnya keluar dengan tubuh yang sudah terlihat sangat segar.Perlahan berjalan ke arah lemari besar berwarna putih, membuka nya kemudian meraih celana jeans dan kemeja polos berwarna hitam untuk ia kenakan hari ini.


"Loh mau kemana lagi?"Nanda bertanya ketika putra nya kembali berjalan dengan tergesa-gesa nya ke arah luar.


"Mau ketemu Hila."Ucap nya penuh semangat.


"Jangan aneh-aneh Aksa, kasian anak orang kamu permainin!"Sergah Nanda yang terlihat sedikit panik.


Aksa menghentikan langkah nya, kemudian menoleh dan tersenyum ke arah ibu nya.


"Aku nggak aneh bu, aku lagi mau ngejar cinta aku.Mau memperbaiki semua nya!"Ucap nya kemudian mencium pipi Nanda dan segera beranjak pergi.


Dengan perasaan hati yang sangat bahagia, hingga terasa meletup-letup Aksa memacu kecepatan mobil nya tinggi, seperti sudah tidak sabar untuk menemui sang pujaan yang sudah lama tidak pernah di temuinya.


Debaran di jantung nya semakin meningkat, desiran di dalam diri nya seolah tidak terkendali, memberikan sebuah efek seperti banyak nya kupu-kupu terbang di dalam perut menuju dada, sampai membuat nafas nya tidak beraturan dan terus terengah-engah.


Satu jam menempuh perjalanan, hampir tiga puluh menit Aksa menunggu, akhir nya terlihat dari jauh wanita dengan rok pendek dan kemeja putih yang di kenakan nya berjalan ke arah halte.


Dengan cepat Aksa mendekat, kemudia turun sebelum Hila memesan taxi.


Hila yang menyadari ada mobil yang menhampiri nya, gadis itu hanya terdiam, menatap siapa yang akan mendatangi nya.


Degg...


Seorang pri tinggi, berkulit putih, tubuh nya sedikit berotot, memakai kemeja lengan panjang yang di gulung nya sampai sikut, membuat Aksa terlihat sangat tampan malam ini.


Hati nya bergemuruh, mata nya membulat ketika mendapati Aksa berjalan ke arah nya.


"Hay?"Ucap nya tersenyum.


"Ha-hay juga."Sahut nya sambil tersenyum gugup.


Tenang kan dirimu Mahila!


"Ayo aku antar pulang, aku sudah janji ke pada ibu mu untuk menjemput diri mu bekerja dan mengantar pulang dengan selamat."Ajak Aksa.


Apa kata nya, mamah menyuruh Aksa menjemput ku dan mengantar ku pulang!


"Hah,... ng-nggka usah,...a-aku biasa nya naik taxi kalo nggak nebeng temen!"Hila menolak.


"Aku antar Hila, nggak usah takut.Ada sesuatu yang mau kita omongin!"Sergah nya kemudian meraih tangan Hila dan berjalan mendekat ke arah mobil.


Dreuk...


"Awas hati-hati!"Ucap nya sambil meletakan telapak tangan nya di atas kepala Hila, hal yang sering di lakukan nya ketika mereka dekat dulu, tentu nya sebelum hal menyakit kan itu terjadi.


—Brugh...


Aksa menutup pintu, kemudian berjalan memutari mobil untuk segera masuk menyusul Hila yang sudah berada duduk di dalam.

__ADS_1


...TBC🌻🌻🌻...


...Jangan lupa! like, vote, dan hadiah nya!....


__ADS_2