
''
''
''Melihat Fatima ada di depan pabrik di tempat Leon mengadakan promosi untuk warga sekitar memperkenalkan prodak baru nya, hanya bisa tersenyum dari kejauhan, bahkan Juna yang menyindir nya pun tak ia Endah kan,
''Fatima kamu di sini, panggil Rima senang tak sengaja bertemu Fatima,
''Mbak Rima, Fatima pun sama merasa senang bertemu Rima,
''Mbak Rima di sini juga, tanya Fatima seraya tersenyum di balik cadar nya,
''Iya baru saja nganterin arka sekolah, terus mampir ke sin,,
''Sayang, panggil Juna pada istrinya menghampiri sang istri
''Mas Juna,
''Kamu mau beli, tidak usah beli nanti aku bawakan, bisik Juna pada istrinya,
''Aku hanya lihat lihat, sama penasaran, balas Rima berkata pelan,
''Kamu lihat lah di ujung sana, Rima mengikuti jari telunjuk suami nya, tampak Leon sedang tersenyum senyum sendiri,
''Lama lama gila tu anak, Rima bergidik ngeri, melihat Leon senyum senyum sendiri,
''Iya kamu benar, sedari tadi aku menegur nya tapi Leon sama sekali tak merasa kan teguran ku,
''Ya karna fokus nya sedang terganggu,
Fatima sudah selesai memilih beberapa prodak dan sudah membayar nya, ekor matanya tak sengaja bertemu pandang dengan Leon,
''Ngapain dia disini, apa dia kerja di pabrik ini, batin Fatima berkata, penasaran dengan kehadiran Leon di sana, seperti sedang menjadi pengawas promosi yang sedang di adakan,
''Mbak Rima Fatim duluan ya, pamit Fatima setelah selesai dengan kegiatan nya, ikutan penasaran dengan prodak yang di promo sikan,
''Iya hati hati Fatima, balas Rima,
''Fatima, panggil Leon sadar Fatima akan segera pergi Leon menyapa nya baginya cukup sudah untuk nya beberapa waktu yang lalu berkenalan,
''Kamu sudah mau pergi, tanya Leon yang berada di samping Juna,
''Iya, jawab Fatima singkat,
''Kamu beli apa, seharusnya tadi tidak usah bayar, ambil saja tidak apa apa,, seru Leon
''Tidak apa apa aku beli saja, nanti bos Anda marah, jawab Fatima lagi,
__ADS_1
mendengar ucapan Fatima Juna menahan tawa nya, mengira Leon kariawan di pabrik ini,
''Aku pergi dulu ya mari, assalamualaikum, seru Fatimah
''Walaikum salam jawab Rima dan Juna barengan,
''Telat orang sudah mau pergi baru mau menyapa, seru Juna melihat Leon,,
''Aku tadi hanya,,,!
''Ragu, sela Rima dengan cepat,
''Jantung masih aman kan Cemen sedari tadi hanya senyum senyum dari jauh, lanjut ku Juna sedikit mengejek sepupu nya itu, Leon tidak menanggapi ejekan sepupu nya fokus nya menatap punggung Fatima yang perlahan mulai menghilang
''Itu lah ragu ragu, ada kita juga, kalian tak sendiri, ucap Rima lagi,
''Bukan seperti itu di sini ramai terlalu banyak orang takut nya, orang beranggapan Fatima dari mana mengenal seorang pria, jelas Leon,,
''Lalu yang kalian bertemu di ladang bunga itu, justru di situ tidak ada orang, ucap Juna mengingat kan,
''Kita kan di tempat terbuka, lagian masih ada orang yang lalu lalang berkebun, kawab Leon tidak mau di salah kan,
Sedang Aqila sedari dari penasaran dengan sosok Leon pria yang menyapa Fatima dari mana Fatima kenal dengan pria itu,
''Fatima dari mana kamu kenal pria tadi, kelihatan nya kalian sudah saling kenal, tanya Aqila yang sedari tadi sudah menahan rasa penasaran nya,
''Assalamualaikum, Sofyan dan asma datang bersamaan,
''Walaikum salam jawab Fatima dan aqila bersamaan,
''Masuk lah kita juga baru sampai, seru Fatima, seraya tersenyum di balik cadar nya,
''Cepat jelas kan dari mana kamu kenal pria tadi, Aqila masih kekeh ingin penjelasan dari Fatima,
''Nama nya Leon, dia sepupu suami mbak rima, kami beberapa kali bertemu di rumah mbak Rima, jelas Fatima apa ada nya,
''Kamu tidak berbohong kan, Aqila memicingkan sebelah matanya,
''Astaghfirullah Aqila kamu tidak percaya pada ku, seru Fatima,
''Abis nya dia sangat tampan, bak pangeran dari negri dongeng,
''Mana ku tau Aqila aku tidak memperhatikan wajah nya,
Fatima mengiyakan dalam hati kalau Leon sangat tampan, beberapa kali bersitatap meski sekilas,
''Lain kali tatap wajah nya baik baik, biar tau kalau dia itu tampan,
__ADS_1
''Hai Fatima kamu di sini, mendengar ada suara, Aqila dan Fatima menoleh ke sumber suara Fatima melirik sekilas dan mengalih kan pandangan nya
''Qila jaga pandangan mu dia bukan mahram mu, bisik Fatima yang melihat Aqila seakan terpukau, dengan cepat Aqila sadar dan menunduk kan pandangan nya,
''Ada yang bisa saya bantu,, tanya Fatima lembut tanpa menatap Leon pandangan nya terus menunduk memperhatikan bunga bunga,
''Oh iya berikan saya Bunya yang seperti ini, tunjuk leon pada salah satu bunga Daisy hari itu Leon pernah melihat Fatima sedang membawa seikat bunga Daisy seraya memeluk dan menciumi nya Fatima mengikuti arah pandang Leon, bunga apa yang di maksud,
Fatima merapikan bunga itu membalut nya dengan kertas di tambak aksen pita menjadi bunga yang sangat indah,
fatima datang memberikan bunga pesanan Leon yang sudah ia rangkai,
''Bunga nya tuan, Fatima memberikan bunga itu tanpa menatap Leon,
''Bunga nya indah seindah yang merangkai nya, seindah yang merangkai nya, lirih Leon pandangan nya tak lepas dari Fatima,
''Terima kasih, jawab Fatima,
''Aku mau satu lagi bunga seperti ini,
Fatima pun kembali merangkai bunga yang Leon mau, dan menyerah kan nya pada Fatima,
''Leon menyerah kan beberapa lembar uang kertas dan di berikan pada Fatima untuk membayar bunga pesanan nya,
''Terima kasih ini kembali nya, Fatima memberikan uang kembali nya pada Leon namun Leon menolak nya,
''Tidak usah simpan saja kembali nya, dan ini untuk mu, Leon memberikan satu bunganya untuk Fatima,
''Kenapa di berikan pada saya tuan, tanya Fatimah heran dan kaget,
''Tidak apa apa sengaja aku beli untuk mu, aku tau kamu menyukai nya, jelas Leon tanpa menunggu jawaban Fatima Leon berlalu pergi takut Fatima menolak nya,
''Cie cie mbak Fatim dapat bunga romantis sekali sih cowok nya, seru asma tersenyum girang begitu juga dengan Aqila,
''Apa'an sih gak lucu,
''Memang gak lucu tapi romantis, siapa yang gak mau dapat bunga dari pria setampan Leon, seru Aqila menimpali,
''oh namanya Leon, beneran tampan lho mbak, Fatima, kelihatan nya dia menyukai mbak Fatim, lanjut asma,
''Kamu bener asma, lanjut Aqila membenarkan ucapan asma melihat dari sorot mata Leon yang memandang Fatima penuh ke kekaguman,,
''Kalian kenapa sih, kembalilah bekerja hari ada banyak pesanan kak, Fatima mengalih kan pembicaraan yakin wajah nya sudah merona merah jika tak tertutup cadar nya, memandang uang kembalian berjumlah enam puluh ribu, lalu memasuk kan nya ke dalam kotak amal,
''Hai gengss jangan lupa VOTE LIKE KOMEN dan HADIAH NYA, biar author tambah semangat,
__ADS_1
''Bersambung