
''
''
''Leon setelah ini aku akan lanjut pulang sekalian mumpung istriku ada di sini.'' Juna berkata seraya melihat jam di pergelangan tangan nya melihat hari semakin sore
''hem pulang lah. Fatima sama siapa tidak mungkin kan aku mengantar nya pulang.'' Leon mengingat Fatima ada serta bersama Rima dan juga Laura
''Nanti biar Rima tanyakan apa Fatima bawa mobil sendiri apa mau ikut bersama kami.''
''Nanti kalau ada apa apa segera hubungi aku, sekarang aku mau meletak kan ini dulu.'' Leon menunjuk kan tangan nya yang penuh dengan paper bag belanjaan sang adik.
''Pergilah taruh dulu di dalam mobil.'' seru Juna
Leon menuju parkiran mencari di mana sang adik memarkirkan mobil nya.
''Ribet sekali sih di mana coba dia parkiran mobil nya.'' gerutu Leon kesal tiba tiba Leon melihat mobil yang tak asing plat nomor nya
''Hem rupanya bawa mobil ini dia kenapa aku tidak melihat kuncinya ya.'' gumam Leon lagi merutuki diri nya kenapa tidak melihat kunci mobil yang adik nya berikan tadi.
Perlahan Leon memasuk kan satu persatu dan menyusun belanjaan sang adik yang hampir memenuhi ruang bagasi mobil.
''kalap ini anak kalau sudah belanja.'' Leon menggelengkan kepala melihat belanjaan sang adik
Dari kejauhan tampak Reyhan memperhatikan Leon yang sedang menyusun belanjaan nya.
''Iya benar itu Leon. Gumam Reyhan yang sedari Leon membuka bagasi memperhatikan itu Leon apa bukan.
''Sekaya apa dia sampai punya mobil sebagus itu.'' gumam Reyhan melihat dengan takjub sekaligus penasaran
setelah memastikan itu Leon Reyhan mematikan mesin mobil dan berniat turun hanya ingin sekedar menyapa, belum juga sempat turun dari mobil nya, namun Leon keburu menerima panggilan telepon dan perlahan menjauh dari mobil nya, Reyhan kembali menyalakan mesin mobil nya dan pergi
Setelah berpamitan pada Fatima dan Laura, rima segera menghampiri sang suami
''Sayang Fatima pulang sama siapa.'' tanya Juna yang melihat Fatima masih santai tak bergeming dari tempat duduk nya.
''Tadi nya Fatima mau ikut. Tapi Laura melarang nya dan kekeh ingin mengantar Fatima pulang.'' jelas Rima
''Ya sudah kalau begitu kita pulang sekarang.'' Rima mengangguk pelan dan tersenyum
__ADS_1
Sedang Fatima sebenar nya ingin ikut Rima pulang tapi Laura melarang nya dan kekeh ingin dia yang mengantar Fatima pulang. Tak berapa lama Leon datang menyerah kan kembali kunci mobil pada adik nya.
''Kamu tidak pulang dik.'' Leon melirik Fatima yang menunduk
''Sebentar lagi pulang.'' jawab Laura
''hati hati di jalan. Bawa mobil itu lagi kamu.'' ucap Leon lagi
''Sayang di anggurin di garasi sesekali di panasi.'' jawab Laura
''Kakak pergi dulu.'' Leon melenggang pergi tanpa menyapa Fatima
''Kak Fatima kita pulang sekarang.'' Fatima beranjak dari duduk nya berjalan beriringan dengan Laura saat melewati sebuah toko baju yang seperti Fatima kenakan Laura berhenti dan memasuki toko itu.
''Ara kita kemana lagi katanya mau pulang.'' tanya Fatima heran melihat Laura masih memasuki toko pakaian
''Kak Fatima ini baju yang kak Fatima pakai kan.'' Laura melihat dan memilah baju yang tergantung rapi.
''Aku ingin membelinya untuk kak Fatima dan untuk ku juga.'' seru Laura seraya tersenyum.
Fatima mencoba menolak namun Laura kekeh dan tidak ingin Fatima menolak. Laura mengambil beberapa baju dengan warna yang berbeda menyuruh Fatima mencobanya.
''Ini muat untuk kita berdua kak. Tidak apa apa kan kita ganti bersama lagian kita sama sama perempuan. aku juga ingin meminta pendapat kak Fatima tentang baju ini.''
Laura membuka satu persatu pakaian nya dan mencoba baju gamis yang di ambil nya.
''Bagai mana kak bagus tidak.'' tanya Laura ingin tau apa pendapat Fatima
''Sangat cantik Ara, coba sekalian dengan kerudung nya. Fatima memakaikan kerudung pada Laura.
''Cantik sekali.'' Fatima memuji kecantikan Laura
''Tapi apa kamu yakin ingin memakai nya.'' Laura tersenyum mendengar pertanyaan Fatima.
''Semoga aku memakai nya di saat hari pernikahan mu dengan kak Leon.'' batin Laura berkata
''Sekarang kak Fatima cepetan di coba.'' Fatima tampak ragu membuka baju nya di hadapan Laura meski Fatima memakai dalaman legging dan kaos tipis
Membelakangi Laura Fatima melepas baju nya tak terkecuali hijab syar'i dan niqab nya. Bergegas mencoba baju yang tadi di pilih Laura,
__ADS_1
''Kak Fatima. Laura tertegun tangan nya terulur melepas ikatan rambut Fatima Surai hitam itu jatuh tergerai begitu saja.
''Kak Fatima ini apa. Selama ini kakak menyembunyikan ini.'' Laura seakan tidak bisa bicara lagi melihat betapa Fatima sangat cantik kecantikan nya tampak alami. Kulit nya yang putih bersih Laura yakin Fatima tidak pernah melakukan perawatan namun begitu kulit nya sangat halus indah terawat
''Laura.'' panggil Fatima membuat Laura tersadar keterpanaan nya.
''Ma maaf.'' Laura terbata berkata maaf mata nya masih fokus menatap wajah cantik di depan nya mundur dua langkah membiar kan fatima melanjut kan aktivitas nya.
''OMG OMG.'' gumam laura menatap Fatima tak percaya
''Luar biasa ciptaan mu ini Tuhan.'' Laura merasa dirinya yang selalu perawatan mahal dan berkelas masih tidak ada apa apa nya dengan Fatima yang Laura yakini tidak pernah perawatan
''Cantik dari lahir.'' gumam Laura lagi
''Sudah bagai mana.'' Fatima sudah selesai mencoba baju yang di pilih kan Laura.
''Kak Fatima tidak usah bertanya. Kakak sudah sangat cantik. Baju itu yang mengikuti kecantikan kak Fatima bukan kakak yang mengikuti baju itu.'' terang Laura
''Tidak usah berlebihan. Kamu juga cantik.'' ucap Fatima melepas baju nya dan kembali memakai baju nya sendiri.
''kita pulang Ara ini sudah sore.'' Fatima melihat jam yang melingkar di tangan nya.
Setelah semua selesai Ara membayar belanjaan nya kemudian bergegas menuju parkiran
''Ini mobil siapa ara.'' tanya fatima heran meski tidak tau apa jenis mobil itu yang fatima tau mobil itu sangat mahal
''Sudah kak fatima naik saja.'' ucap laura tanpa menjawab pertanyaan fatima.
Laura membawa mobil nya dengan kecepatan sedang tanpa Fatima sadari sebenar nya mobil itu melaju kencang. Tidak seperti mobil biasa nya.
''Apa mereka anak orang kaya. Tapi Leon hanyalah karyawan pabrik yang mungkin lebih banyak bekerja di kantor pusat.'' Fatima larut dengan pikiran nya.
Sedang Reyhan juga berada di jalan yang sama dengan Fatima mobil nya melaju dengan kecepatan sedang tiba tiba ada mobil sport menyalip nya dan mobil itu kini tepat di depan nya. Mobil itu seperti tidak asing seperti yang Reyhan lihat di parkiran tadi Bugatti Veyron warna hitam legam melaju melalui jalan yang sama yang Reyhan ambil seperti nya mobil itu juga menuju daerah yang sama dengan reyhan
Dari kejauhan tampak mobil itu berhenti tepat di kios bunga Fatima dan Reyhan melihat dengan jelas Fatima turun dari mobil Bugatti Veyron itu.
Dada Reyhan serasa di tusuk sembilan tajam melihat Fatima turun dari mobil yang Reyhan pikir itu Leon Reyhan mengira Fatima memang benar ada hubungan dengan Leon apa karna Leon lebih kaya entah lah yang jelas hati Reyhan sedang terluka
Bersambung
__ADS_1