
''
''
Sepulang dari desa leon di bantu mama dan istri nya sibuk mempersiap kan segala sesuatu untuk acara resepsinya di kota. tidak Seperti di desa sederhana lebih ke pesta rakyat kali ini Leon mengusung tema internasional karna tamu undangan yang hadir bukan dari golongan biasa mereka rekan bisnis Leon dan papa nya belum lagi saudara keluarga dari mama nya yang ada di Jerman.
Hotel mewah bintang lima menjadi pilihan Leon. bunga bunga segar Leon datang kan dari ladang bunga milik Fatima untuk menghiasi ballroom tempat resepsinya kesan megah dan mewah jelas di rasakan firman sofyan Dodo dan Adin kala mereka mengantar kan bunga di tempat acara.
''Ini mah acara sultan. sekaya apa sih bang Leon ini. aku pikir hanya pemilik pabrik biasa melihat penampilan bang Leon yang sederhana.'' firman terkagum kagum melihat kemewahan tempat acara resepsi Fatima dan Leon.
''Iya benar bang Leon tidak pernah memperlihat kan siapa dirinya yang sebenar nya penampilan nya sangat sederhana untuk ukuran sultan seperti ini.'' sambung Sofyan.''
''itu nama nya definisi orang baik. yang tidak sombong dengan kekayaan nya tetap merakyat dan humble ramah dengan orang seperti kita.'' ucap Dodo menimpali ucapan firman dan Sofyan.
''Kalian sudah pada makan belum.'' tanya Leon menghampiri ke empat pria yang sedang membicarakan nya sambil menurunkan bunga..
''Sudah bang Leon.'' seru Adin menjawab cepat.
''Kami belum bang Leon.'' ucap firman menyenggol lengan Adin dengan lengan nya.
''Jadi yang benar yang mana sudah belum.'' tanya Leon lagi..
''Belum.'' jawab ke empat nya serempak. Leon terkekeh pelan
''Ya sudah makan dulu. setelah ini lanjut kan pekerjaan nya.'' Leon membawa ke empat pria itu ke restoran yang ada di hotel itu juga
''Bang Leon ini mah restoran mewah aku baru pertama kali makan di tempat seperti ini.'' ucap Sofyan dengan lugu nya
''His kamu ini norak.'' seru firman
''Makan lah apa yang mau di makan jangan memikirkan harganya.'' ucap Leon seraya memanggil pelayan.
''Oh iya besok jangan lupa siapa yang mau ikut ke sini, ajak anak istri mang Dodo dan mang Adin juga.'' pesan Leon pada ke empat pria itu
''Bsik bang.'' jawab firman mewakili semua nya
''Tolong layani mereka.'' ucap Leon pada pelayan restoran itu.
''Baik tuan.'' jawab pelayan restoran itu. setelah berkata dengan pelayan Leon meninggal kan firman dan kawan kawan nya Menik mati hidangan mewah yang baru pertama kali mereka rasakan.
''Bagai mana semua persiapan nya.'' tanya Luna saat Leon menghampiri nya.
''Semua sudah sembilan puluh persen mah.'' jawab Leon
__ADS_1
''Bagus lah sebentar lagi kita tinggal fitting baju pengantin nya.'' ucap Luna.
Sedang Fatima hanya menurut saja tanpa protes. semua Leon dan sang mama yang menyelesaikan nya. Laura membantu menyiap kan undangan dan makanan apa saja yang akan di bidang kan nanti. persiapan selama satu Minggu cukup menguras tenaga dan waktu.
setelah fitting baju pengantin Leon membawa Fatima dan mama nya pulang. hati ini cukup melelah kan.
sedang di rumah Fatima tidak kalah heboh Aqila mendata siapa saja yang mau ikut di acara resepsi pernikahan Fatima dan Leon besok
''Dua mobil tiga mobil kalau tidak cukup bisa numpang mbak Rima dan suami nya.'' ucap Aqila mendata siapa saja
''Qila sudah sore sebaik nya kamu pulang dan beristirahat. kamu pasti sangat capek.'' seru pak haji pada Aqila
''Iya Abi sebentar lagi.'' Jawa Aqila
*****
hari semakin sore Fatima baru saja selesai membersikan diri menghampiri sang suami yang tengah duduk di sofa sambil memangku laptop nya..
''Sayang Ara bilang undangan nya sangat banyak.'' tanya fatima
''Hem lebih banyak dari satu desa.'' ucap Leon melirik istrinya
''Jadi berapa desa banyak nya tiga empat.'' tanya Fatima
''Tidak bisa di prediksi sayang kita mengeluarkan tiga ribu undangan yang datang bisa lima ribu orang mereka bisa jadi membawa istri atau suami belum lagi anak anak nya.'' jelas Leon
''kalau begitu nanti tidurlah lebih awal siap kan dirimu untuk besok.'' ucap Leon lagi.
******
keesokan hari nya Fatima sudah di rias MUA di salah satu kamar hotel
''Jangan terlalu tajam merias bagian matanya. natural saja lagian istri ku mengenakan cadar siapa yang akan melihat riasan nya.'' ucap Leon pada MUA.
MUA itu mengangguk patuh melaksanakan permintaan Leon untuk tidak terlalu merias Fatima di bagian mata nya.
''Kenapa anda menyembunyikan kecantikan anda ini nona. anda sangat cantik.'' ucap salah satu MUA
''Karna kecantikan istri ku hanya untuk ku. hanya aku yang bisa melihat nya.'' Leon menjawab pertanyaan MUA itu.
Fatima hanya tersenyum pipinya bersemu merah mendengar ucapan suami nya.
''Kalau begitu anda orang yang sangat beruntung tuan. tidak pernah membagi kecantikan istri anda dengan pria mana pun.''
__ADS_1
''Itu kamu tau kenapa kamu tidak melakukan itu untuk pasangan mu. meski tidak mengenakan cadar paling tidak menutup aurat adalah kewajiban mu pada penciptamu.'' ucap Leon tanpa melihat wanita itu
MUA itu tersenyum dengan ucapan Leon benar ada nya wanita itu tidak mengenakan hijab meski dia seorang muslimah.
Fatima sudah siap mengenakan cadar nya Leon menatap tidak suka bagi nya mata Fatimah masih terlalu indah Leon kembali menyuruh MUA untuk merubah riasan mata istrinya.
''Kak Leon ini tuh sudah sangat natural tau.'' protes Laura melihat riasan kakak ipar nya sudah sangat natural menurut nya
''Kamu tau kakak mu ini jatuh cinta dengan mata ini bahkan mata ini tanpa mengenakan riasan dan melihat wajah nya.'' jelas Leon menatap manik mata Fatima.
''Sudah sudah ini hari bersejarah untuk kak Fatima sekali seumur hidup. kak Leon pasti tau kak Fatima tau batasan nya.'' ucap Laura
''Iya adik mu benar.'' sambung Luna menimpali sedang Rima dan Aqila menghela nafas nya melihat Leon yang begitu posesif dengan Fatima.
''Kita turun sekarang di bawah tamu undangan sudah banyak yang berdatangan aku capek menerima panggilan papa sedari tadi menanyakan kapan pengantin nya akan turun.'' seru Laura protes Leon tidak mereka hiraukan
''Sayang nanti tundukan pandangan mu jika tamu nya pria.'' bisik Leon di telinga Fatima
''Kak Leon.'' Laura menatap tajam kakak nya.
Leon membawa istrinya turun menuju ballroom hotel tempat acara resepsi nya. sangat megah dan mewah.
''Massa Allah ini benar benar pernikahan sultan.'' seru asma
''Iya kamu benar asma.'' Aqila membenar kan ucapan asma
Pak haji juga baru tau hari ini bahwa menantunya bukan berasal dari keluarga biasa sepertinya yang tinggal di desa. setau pak haji Leon hanya karyawan pabrik sampai desas desus Leon pemilik nya pak haji masih melihat Leon yang sederhana.
tak terkecuali Marni dan istri nya Adin yang seakan tidak percaya mereka menghadiri pernikahan sultan mungkin hanya bisa di lihat di tv saja.
''Mbak Marni tidak makan makanan nya enak enak lho.'' ucap Rima yang melihat Marni hanya melihat Fatima dari kejauhan dengan senyum di bibir nya.
''Bersambung
''Sebentar mbak Rima.'' lirih Marni tidak terasa air matanya menetes di kedua belah pipinya
''Kenapa menangis.'' tanya Rima heran dan sedikit kaget.
''Tidak aku hanya terlalu bahagia seperti baru kemarin neng Fatima merengek pada ku meminta ini dan itu sekarang sudah menjadi istri orang suami nya kaya lagi.'' ucap Marni.
''Kita doakan saja semoga Fatima bahagia mendampingi sepupu suami ku. pernikahan nya Jannah ke surga nya.'' ucap Ra menghibur Marni
''Seandainya ummi belum di pergi dan melihat ini semua putri kecil nya sudah menikah.'' lanjut Marni dengan tangis nya.
__ADS_1
''Mbak Marni sudah ini hari bahagia Fatima dan kita semua yang menyayangi nya. tolong jangan menangis.'' Rima mengusap air mata Marni menggunakan tisu. Marni menghentikan tangisan bahagia nya
''Terimakasih mbak Rima ucap Marni. mengambil alih tisu di tangan Rima