Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
Tuduhan reyhan


__ADS_3

''


''


Pagi ini Reyhan bergegas menemui Fatima meminta kejelasan apakah Fatimah punya hubungan spesial dengan Leon. Rasanya semenjak malam tadi Reyhan sudah di bakar api cemburu Reyhan bergegas turun dari mobil nya melihat Fatima sedang menyusun Bunga di depan kios nya.


''Asalamualaikum.''


''Walaikumsalam.''


Jawab Fatima tanpa menoleh ke sumber suara.


''Fatima aku mau bicara.'' suara reyhan terdengar tegas


''bicara lah.'' ucap Fatima pelan


''Aku hanya ingin tanya apa kamu benar benar menerima ajakan ta'aruf ku.'' Fatima sedikit kaget kenapa Reyhan tiba tiba menanyakan hal ini


''Kenapa tiba tiba menanyakan hal ini.'' tanya Fatima heran


''Karna aku merasa kamu seperti tidak menerima ta'aruf ini. Kamu tidak pernah bertanya apa pun tentang ku. Bagai mana kita bisa merasa cocok.'' ucap Reyhan


''Karna dari awal sudah ku bilang agar memberi biodata mu. Agar aku tidak perlu repot repot bertanya apapun tentang mu.'' ucap Fatima pelan namun terdengar tegas.


''Aku merasa kamu tidak seperti itu Fatima, seperti ada orang lain yang kamu harap kan selain aku.'' ucap Reyhan gamang


''Masih ada enam belas hari lagi kenapa aku merasa kamu sudah tidak sabar dan seakan memaksakan.'' ucap Fatima lagi.


''Karna aku merasa kamu punya hubungan dengan seseorang.'' sedari tadi rehan sudah menahan nya agar kata kata itu tidak keluar.


''Siapa yang ang kamu maksud.'' tanya Fatima tidak mengerti.


''Leon kamu punya hubungan dengan nya. Karna itu kamu sama sekali tidak menanggapi setiap kali aku datang ke sini menemui mu.'' ucap rehan sedikit emosi.

__ADS_1


''jangan menuduh ku sembarangan Aku tau batasan ku, jika Leon punya niat yang sama dengan mu itu hal yang wajar selagi aku belum memutuskan apa apa. tampak sekali kamu tidak sabar pertama kamu mendatangi Abi ku ke dua kamu menuduh ku punya hubungan dengan orang lain. Jika seperti ini sudah sangat jelas bahwa kita tidak ada kecocokan sama sekali.'' Reyhan kaget mendengar ucapan Fatima.


''Fatima aku hanya tidak ingin kamu permain kan jika memang kamu punya hubungan dengan Leon. Menunggu jawaban mu yang tidak pasti.'' ucap rehan lagi


''Sama hal nya dengan Leon yang menunggu jawaban yang tidak pasti, tapi Leon sangat santai. karna dia percaya dan menerima apa pun ketentuan yang Allah berikan untuk kita bertiga. Aku pikir kamu lebih mengerti dari nya. Dan asal kamu tau Leon baru saja menjadi mualaf. Itu artinya kamu lebih faham dari dia akan hal agama. Tapi seperti nya tidak.'' ucap Fatima pelan. Meski sempat tersulut emosi namun Fatima dapat menguasai dirinya dengan baik.


''jadi aku harus menunggu sampai waktu tiga Minggu itu selesai.'' tanya Reyhan memastikan


''Terserah anda tuan Reyhan.'' jawab Fatima cepat


''Jika menurut kata hati saya rasanya saya tidak ingin melanjutkan ta'aruf ini. melihat anda yang mudah emosi dan tidak sabar apa lagi anda tadi sempat menuduh saya.'' batin Fatima berkata kesal itu yang Fatima rasakan


''Aku masih punya kesempatan kan.'' tanya Reyhan lagi.


''Kontrol emosi anda. Jangan menuduh orang sembarangan Allah menyukai orang yang sabar.'' setelah berkata Fatima memasuki kios nya dengan raut wajah nya yang kesal.


Sedang rehan tampak menyesal kenapa dia datang dengan keadaan seperti ini seandainya dia bisa mengontrol emosi nya mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi membuat Fatima kesal reyhan tau Fatima merasa kesal dan mungkin juga marah meski tidak melihat secara langsung wajah nya


''Maaf.'' lirih Reyhan kemudian memaki mobil nya meninggal kan kios Fatima.


''Putra dari seorang kiai tersohor dengar tingkat pemahaman agama yang sangat bagus nyatanya masih kalah oleh seseorang yang baru saja mengenal Islam.'' Fatima masih merasa kesal


''Mungkin ini cara Allah menjawab semua doa mu Fatima. dengan kejadian barusan.'' ucap Aqila


''Aku hanya tidak mengerti kenapa orang yang berpendidikan dan lulusan terbaik kairo bisa bisa nya berfikiran seperti itu. Menuduh ku yang bukan bukan


''Apa kamu akan bilang masalah ini ke Abi mu Fatima.'' tanya Aqila ingin tau


''Tidak aku yakin Allah tidak akan tinggal diam dan sangat yakin Allah mempunyai rencana yang indah di balik ini semua.'' ucap Fatima lagi.


Fatima teringat ucapan Leon di ladang bunga tempo hari yang sama sekali tidak menguatir kan keberadaan reyhan Leon terlihat biasa saja karna Leon sangat percaya apapun keputusan dari Allah. Dan menganggap ini ujian kesabaran dan keikhlasan pertama nya setelah menjadi mualaf.


''Mbak Fatima di depan ada kak Leon.'' asma datang memberi tau Fatima menghela nafas nya pelan ada rasa yang tak bisa ia Jabar kan jujur senang dengan kedatangan nya di sisi lain Fatima seperti tidak adil pada Reyhan apa yang di ucap kan Reyhan benar ada nya Fatima seperti enggan menerima ajakan ta'aruf reyhan. Balik lagi hati tidak bisa di bohongi meski sekuat tenaga Fatima berdoa meminta agar tidak terjebak dengan perasaan nya.

__ADS_1


''Asalamualaikum Fatima.'' Leon berkata lembut Suaranya mampu membuat Fatima melupakan kejadian dengan Reyhan tadi.


''walaikumsalam.'' jawab Fatima tak kalah lembut.


''Tadi malam bagai mana rasa martabak nya. Maaf aku tidak tau toko langganan mu yang mana.'' ucap Leon


''Sebelum nya terimakasih sudah repot repot bawakan martabak. Dan martabak nya sangat enak aku suka.'' ucap Fatima pelan


''Sukur lah kalau enak dan kamu menyukai nya.'' Leon tersenyum tipis


''Kamu tau Fatima ibu ku berpesan jangan lupa bunga nya setiap kali aku datang ke pabrik di Ahir pekan.''


''Karna itu sudah menjadi rutinitas mu setiap kali berkunjung ke pabrik. Tidak heran jika ibu mu berpesan jangan lupa membawakan Bunga untuk nya.'' jawab Fatima.


''Sebenar nya bukan hanya bunga yang ibuku pesan. Tapi yang jual bunga juga.'' ucapan Leon mampu membuat Fatima tersihir oleh rasa malu yakin pipinya susah bersemu merah


''Suruh ibu mu berdoa dengan caranya. Agar putra nya dapat membawa pulang yang jual bunga.'' ucap Aqila menyela obrolan Leon dan Fatima.


''Aqila apaan sih. Gak lucu bercanda nya.'' Fatima membulat kan matanya ke arah Aqila.


''Iya neng maaf aku hanya bercanda tidak usah melotot kali jika Allah mengijinkan bagai mana.'' ucap Aqila lagi.


''Qilaaa.'' suara Fatima sudah sedikit menekan


Leon hanya tersenyum kecil melihat Fatima yang sepertinya malu malu.


''Apa kamu mau pesan bunga.'' Fatima mencoba mengalih kan topik pembicaraan.


''Seperti biasa.'' Leon berkata seraya tersenyum


''Segera akan aku siap kan. Fatima bergegas meninggal kan Leon dan Aqila menyiap kan bunga pesanan Leon. Fatima tersenyum Di balik cadar nya.


Jika Allah yang berkehendak Fatima tidak akan menolak untuk di jadikan oleh oleh untuk ibu nya Leon. Sebagai menantu dan muhrim untuk Leon.

__ADS_1


''Bersambung


__ADS_2