
''
''
''Excel apa yang kamu lakukan di sini.'' Laura tampak sangat kaget dengan keberadaan excel di acara resepsi kakak nya.
''Aku tamu undangan disini perusahaan mu mengundang ku sebagai rekan bisnis.'' Excel menunjuk kan undangan yang di kirim perusahaan untuk seluruh rekan bisnis
''Ara kakak mu sudah mualaf kenapa kamu tidak mengikuti jejak nya dan menikah dengan ku.''
''Pernikahan bukan hanya tentang agama dan keyakinan. apa lagi pindah agama hanya karna seseorang.''
''Apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi Ara, katakan.''
''Excel dengarkan aku ada sesuatu yang membuat orang tuaku tidak setuju dengan hubungan kita. aku tidak tau apa itu dan bukan karna perbedaan keyakinan kita bukan masalah aku harus mengikuti agama mu. kedua orang tuaku tidak pernah mempermasalah kan hal itu.'' jelas Laura
''Lalu apa...? kita saling mencintai Ara."
''Aku memang mencintai mu Excel, tapi tidak ada cinta yang tulus selain cinta seluruh keluarga ku. dan aku sangat menghormati keputusan mereka.
''Apa jadi kamu mengorbankan cinta kita.''
Excel seakan tidak menerima keputusan Laura. memilih untuk tidak bersamanya jika hanya keterpaksaan belaka. karna keputusan keluarga adalah yang terbaik untuk Laura meski Laura tidak tau apa lasan nya.
''Aku akan tetap menunggu semoga keputusan mu berubah.'' Excel berlalu pergi meninggal kan Laura yang masih tak bergeming dari tempat nya.
''Ya tuhan kenapa jadi seperti ini. sebenar nya apa yang membuat kak Leon dan papa sangat tidak menyetujui hubungan ku dengan Excel. sedang mama juga tidak tau alasan nya.'' batin Laura bertanya tanya.
''Mbak Laura.'' panggil Aqila
''Kenapa sendirian di sini.'' Aqila melihat Laura yang tampak sedang termenung sendiri di luar gedung yang kebetulan di lihat Aqila saat mencari tempat sepi untuk menerima panggilan ummi nya.
''Ah tidak ada aku hanya sedang mencari udara segar.'' ralat Laura
''Masuk yuk. tadi acara potong kue pengantin nya akan segera di mulai.''
Aqila mengajak Laura masuk takut terjadi apa apa pada Laura di tempat sepi seorang diri di tambah gaun panjang Laura dengan belahan dada rendah menonjolkan bentuk dada nya. belahan rok nya juga yang lumayan tinggi mengekspose paha mulus nya kala sedang melangkah kan kaki nya.
''Ara dari mana saja kamu, kakak mu mencari mu.'' Rima menarik tangan Laura membawa nya bergabung dengan keluarga.
jelas terpancar binar kebahagiaan di wajah Leon meski tak sedikit tamu undangan yang membicarakan penampilan Fatima. ada yang mendukung dan bangga ada pula yang mencibir terutama keluarga Luna dari Jerman hazel menatap tak suka pada Fatima kenapa bukan Anya putri nya yang menjadi istri Leon.
__ADS_1
Acara demi acara berjalan dengan lancar. tanpa kendala hari menjelang malam Fatima tampak kelelahan memaksanya turun dari pelaminan
''Mama fatima sudah kelelahan. bisakah mama membawa nya ke kamar.'' pinta Leon pada mama nya.
''Tentu.'' Luna memanggil Laura dan juga Aqila untuk membantu nya. membawa Fatima ke kamar nya.
''Ara kenapa baju mu seperti itu.'' Leon melihat gaun adik nya tak suka
''Ada yang salah dengan gaun adik mu Leon.'' hazel menyela ucapan Laura yang ingin menjawab ucapan Leon.
''Ada aku tidak suka melihat nya memakai baju seperti ini.'' Leon melepas jas nya dan memakai kan pada sang adik untuk menutupi bagian dada nya.
''Kakak pikir kamu sudah faham dan mengerti melihat cara berpakaian kakak ipar mu untuk apa. dan peraturan di kantor di buat juga karna apa. kenapa masih mengenakan pakaian seperti ini.''
''Gaun adik mu aku yang beli aku membawa nya dari Jerman.'' seru hazel menyela ucapan Leon
''Ini Indonesia bibi bukan Jerman. adat dan budaya nya juga sangat berbeda.'' jelas Leon
''Tapi aku melihat nya tidak seperti itu ada banyak tamu undangan mu yang mengenakan pakaian serupa. lalu apa salah nya.'' seru hazel lagi
''Karna mereka bukan keluargaku arang yang harus ku jaga. sekalipun mereka telanjang aku tidak perduli. tapi tidak dengan wanita di keluargaku.'' jelas Leon
''Jelas berbeda itu karna aku belum mengenal apa itu arti menghormati diri sendiri menutup aurat. menjaga setiap lekuk tubuh menutup nya dengan pakaian yang longgar yang terpenting menjaga nya dari terkontaminasi mata pria hidung belang.'' Leon menatap suami bibi nya saat mengatakan pria hidung belang.
''Naik dan ganti pakaian mu Ara. meski kamu bukan wanita muslim hargai dirimu sendiri jangan biarkan mata pria hidung belang menatap mu dengan pandangan lapar.'' Leon menatap tajam Sean keponakan dari suami hazel yang sedari tadi tak berkedip menatap Laura
Anya mengepal kan kedua tangan nya tidak suka dengan semua ucapan Leon. pria yang di cintai nya kini sudah banyak berubah.
''Hazel sebaik nya jaga sikap mu jangan bikin ulah di acara putra ku. aku membawamu kesini karna kamu sepupu dari istri ku kamu keluarga Luna.'' maikel memberi peringatan pada sepupu istri nya itu.
''Kurang ajar tau seperti ini aku tidak akan sudi datang meski mereka menyediakan semua fasilitas dan keperluan kita selama disini. jangan mentang mentang kata raya seenak nya menginjak injak harga diriku.'' geram hazel tidak terima dengan ucapan Leon dan maikel.
''Tenang saja mom akan aku buat Leonardo Andreas bertekuk lutut di kakiku dan berpisah dengan istri t*r*ris nya itu.'' Anya juga sangat kesal dan marah
''Alex ambil kan aku minum. aku sangat kepanasan teriak hazel pada suami nya.'' namun Alex tidak begitu menanggapi nya Alek memanggil pelayan untuk membawakan istri nya minum. sedang Alex masih menikmati pandangan nya melihat para gadis yang berpakaian sangat menggoda. gadis yang hampir seumuran anya putri nya.
''Kak maaf tadi bibi memaksa ku.'' lirih Laura
''Lain kali jangan pernah mau sekalipun bibi memaksa dan mengancam mu. kamu punya mulut bisa kan bilang sama kakak atau papa.'' Laura mengangguk pelan
''Apa kamu tidak melihat mata Paman dan Sean.'' lanjut Leon
__ADS_1
''Maaf kan mama nak. tadinya papa mu memang melarang bibi hazel datang tapi mama tidak enak sementara keluarga yang lain di undang. keluarga bibi hazel tidak.'' Luna merasa tidak enak dengan putra nya.
''Tidak apa apa mah mereka memang seperti itu, biarkan saja yang terpenting kita semua tau sifat bibi hazel seperti apa.'' Leon tidak ambil pusing dengan kelakuan bibi nya yang terpenting hanya kebahagiaan keluarganya dan juga istri tercinta.
''Ara kamu tetap disini tidak usah turun lagi. aku sama mama akan kembali turun sebentar sayang aku tinggal sebentar tidak apa apa kan.'' pamit Leon pada istri nya
''Tidak apa apa pergilah. ada Ara di sini.'' Leon dan mama nya kembali turun
Sepergi nya mama mertuanya dan sang suami Fatima melihat Ara adik ipar nya itu hanya diam pandangan nya kosong raga dan pikiran nya tidak berada di tempat yang sama.
''Apa yang sedang kamu pikir kan Ara.'' tanya Fatima
''Excel ada di sini kak tadi aku bertemu dengan nya. dia terus mempertanyakan kesediaan ku menikah dengan nya dan mengikuti keyakinan nya.'' terang Laura mengatakan apa yang ada di pikiran nya dan menggangu fokus nya.
''Kenapa kamu mengenakan gaun itu bukan nya tadi gaun mu bukan itu.'' tanya Fatima lagi.
''Hem bibi memaksaku dan entah kenapa aku menurut saja.'' jelas nya
''Itu karna pikiran mu tidak sedang di tempat nya.''
''Maksud kak Fatima.''
''Tidak semua orang yang beragama Islam mempunyai hati yang baik mencerminkan agama yang di anut nya. sebalik nya banyak orang baik yang berasal dari non muslim punya attitude yang baik hati yang tulus.'' jelas Fatima Laura tidak mengerti apa maksud Fatima
''Papa dan kakak mu pernah di permalukan oleh kedua orang tua Excel waktu berada di negara tetangga, seperti yang pernah kamu bilang.'' lanjut fatima
''Maksud kak Fatima apa.'' tanya Laura masih tidak mengerti.
''Kakak mu tidak bercerita detail nya yang jelas hanya karna persaingan bisnis kedua orang tua Excel mempermalukan kakak mu dan papa. perusahaan mengeluarkan produk makanan berlogo halal sedang yang punya kedapatan makan di tempat non halal. sangat kontras pendapat orang mengira perusahaan papa hanya bermodal logo halal saja tapi tidak tau produk nya benar benar halal atau tidak.'' jelas Fatima
''Jadi karna itu kak Leon tidak setuju dengan hubungan ku dan Excel.'' tanya Laura
''Bukan hanya hal itu saja Ara. sebagai umat beragama Seharus nya kedua orang tua Excel mempunyai tata Krama dan attitude, alangkah baik nya bertanya terlebih dulu sebelum mengeluarkan stekmen bukan mengejas orang dengan hanya melihat orang itu non muslim maka produk yang di jual juga tidak halal untuk di konsumsi. karna itu perusahaan mengalami kerugian lumayan besar.'' jelas Fatima lagi.
''Kenapa kak Leon tidak mengatakan hal ini pada ku. papa juga sama jangan pernah bilang karna aku mereka di permalukan kejadian itu terjadi setelah mama nya Excel memintaku mengikuti keyakinan mereka dan menikah dengan excel aku menolak nya jujur aku takut dan masih tidak mengerti.'' jelas laura air mata Laura luruh mendengar apa alasan Leon dan papa nya.
''Orang benar-benar menyayangi mu tidak akan pernah tega membuat perasaan mu hancur.''
Laura diam dengan air mata yang masih setia membasahi pipi nya ia tau akan kasih sayang yang kakak dan kedua orang tua nya berikan
Bersambung
__ADS_1