
''
''
seminggu sudah berlalu Leon sudah sehat seperti sedia kala seminggu ini sangat tidak sabar ingin cepat cepat pergi ke pabrik, bukan hanya sekedar urusan pabrik tentunya, ada hal lain yang ingin Leon lakukan
hari Sabtu seperti biasa Leon segera pergi ke pabrik setelah menyelesai kan semua pekerjaan nya di kantor,
''Pah Leon pergi dulu, pamit Leon pada papa nya Leon menghampiri sang papa di ruangan nya,
''Pergilah, jangan kuatir soal kantor papa bisa menghendel nya Tito juga ada, ucap Maikel,
Setelah berpamitan dengan papa nya Leon bergegas keluar kantor, supir sudah menyiap kan mobil nya di lobi kantor,
''Terima kasih pak, ucap Leon seraya menaiki mobil nya,
''Hati hati tuan, pelan pelan bawa mobil nya, ucap supir itu seraya menutup pintu mobil Leon,
''Sebaik nya aku makan siang dulu, aku lapar sekali, ini sudah sangat terlambat, melihat jam di pergelangan tangan nya jam makan siang sudah sangat terlambat, Leon membelok kan mobil nya di sebuah restoran untuk mengisi perut nya yang lapar,
''Auuw teriak seorang wanita yang terjatuh tepat di samping Leon,
Leon hendak menolong nya, sedetik kemudian dia hanya diam berdiri mematung, melihat wanita itu dengan pakaian minim nya rok mini dengan dada menyembul mau keluar, Leon segera mengalih kan pandangan nya, dan berpindah tempat duduk
''Dasar pria tidak berperasaan tidak mau bantuin malah pergi gerutu wanita itu kesal,
Jatuh nya tadi memang di sengaja, siapa yang tidak tertarik sama ketampanan Leon yang nyaris sempurna, wanita itu memandang Leon dengan kesal, sakit karna jatuh sekaligus malu Leon tak menanggapi nya, jika Fatima jangankan bersentuhan dengan lawan jenis nya, memandang pun enggan saat bicara dengan Leon selalu menunduk kan pandangan nya, maka Leon akan melakukan hal yang sama tidak anak bersentuhan dengan wanita apa lagi wanita itu berpakaian minim dan terbuka,
Leon menghabis kan makanan nya dengan cepat setelah selesai bergegas ke luar dari restoran,
''Tunggu, seru wanita itu, menghentikan Leon yang tidak ngin membuka pintu mobil nya,
''Ada apa nona, tanya Leon tanpa melihat nya,
''Sombong sekali anda, tadi saat aku jatuh bukan nya menolong anda malah berpindah tempat, seru wanita itu,
__ADS_1
''Maaf nona jatuh nya anda tak seberapa, dan anda masih bisa bangun dan berdiri sendiri bukan, ucap Leon dingin
''Heh apa kamu tidak melihat aku seorang wanita, yang seharusnya nya di lindungi dan di tolong Saat aku jatuh dan memerlukan pertolongan, wanita itu menatap Leon dengan kesal, kamu dengar tidak lihat lah aku saat aku bicara,
''Dia tidak mau melihat mu karna dia menghormatimu,
Leon menoleh ke sumber suara yang tiba tiba terdengar tidak asing di telinga nya,
''Fatima, lirih Leon matanya berbinar seketika bibir nya melengkung membentuk senyuman,,
''Kamu siapa lagi, ikut campur, teriak wanita itu,
''Dan anda wanita yang seharusnya di jaga dan lindungi tapi anda tidak melindungi dan menjaga diri anda sendiri, lanjut Fatima tidak menghiraukan Leon dan teriakan wanita itu,
''Apa maksud mu dasar wanita aneh, teriak wanita itu,
''Lihat lah dirimu nona, pakaian mu mengundang bahaya, mengundang mata para hidung belang yang suka kepuasan, seperti itukah caramu melindungi diri mu sendiri, wanita itu tertohok dengan ucapan Fatima, benar ada nya ia pernah hampir di leceh kan oleh seorang pria naas nya itu supir taksi yang ia tumpangi,
''Jangan sok tau dan sok suci kamu, pakaian mu ini belum tentu bisa melindungi mu, atau ini hanya kedok saja di siang hari di malam hari kamu akan menjadi wanita berpakaian se*si, membiarkan semua lelaki melihat mu dengan pakaian malam mu, ucap wanita itu sinis,
Leon tertegun mendengar penuturan Fatima, begitu juga wanita itu dia seringkali mendapat pandangan miring dari masyarakat, apa lagi saat dia baru keluar dari tempat kost nya, seakan dia wanita nakal di luaran sana niat hati hanya ingin mengikuti fashion yang ada,
''Apa anda seorang wanita muslim nona, tanya Fatima,
''Tentu saja, jawab cepat wanita itu,
''Pastinya anda sudah tau, pakaian seperti apa yang pantas wanita muslimah kenakan, tidak perlu bertanya lagi bukan hukum dan kewajiban nya seperti apa, tutur Fatima lagi,
''Lindungi diri sendiri sebelum anda meminta orang lain melindungi anda, lanjut Fatima lagi,
''Fatima, panggil Leon yang sedari tadi mendengarkan Fatima bicara, sedang Leon sendiri juga ingin bicara dengan nya,
''Ita aku sudah selesai makan siang ini aku akan lanjut pulang, ucap Fatima seperti biasa menundukkan pandangan nya tanpa melihat ke arah Leon,
''Apa kamu tadi juga makan di sini, tanya Leon ,
__ADS_1
Fatima mengangguk kan kepalanya,
pergilah nona kenapa anda masih berdiri disini, seru Leon kesal melihat wanita itu masih di antara dirinya dan Fatima, wanita itu pergi dengan hati yang kesal karna Leon menyuruh nya pergi,
''Fatima aku ingin bicara boleh, tanya Leon hati hati,
''Mau bicara apa,
''Aku sudah melakukan apa yang Abi mu katakan, sekarang boleh kah kamu mengajariku mengaji seperti kamu mengajari arka, dan yang paling penting lagi mengajari ku menghafal bacaan shalat ucap Leon penuh harap Fatima mau mengajari nya,
Fatima mengeluarkan sebuah buku dari dalam tas nya, dan memberikan nya pada Leon,
''Ini apa Fatima, tanya Leon tidak mengerti
''Ini buku di dalam nya ada tutorial dan bacaan shalat lengkap dan doa doa, baca dan pelajarilah, soal mengaji aku tidak bisa mengajari mu seperti aku mengajari arka, Fatima mengeluarkan pensil nya, ini no wasup ku, aku bisa mengajarimu melalui daring, Fatima menulis no wasup nya di buku yang di berikan pada Leon tadi,
mata Leon tampak membulat sempurna mulut nya ternganga, tangan nya Meraba dadanya perlahan, detak jantung nya berpacu lebih cepat, Sesenang ini mendapat no wasup Fatima ini beneran atau hanya mimpi pasal nya Rima pernah meminta no wasup nya tapi Fatima tidak mengijinkan nya, tapi kali ini Fatima sendiri yang memberinya tanpa di minta,
''I.. ini beneran Fatima, tanya Leon terbata,
''Iya, jawab Fatima singkat,
''Terimakasih,
''Sama sama, aku pergi dulu Aqila pasti sudah menungguku,
''iya silahkan
''Assalamualaikum
''Walaikum salam jawab Leon,
''Mendengar salam nya di jawab dengan baik oleh Leon, fatima merasa senang, bibir nya melengkung membentuk senyuman di Balik cadar,
cinta memang sesederhana itu,
__ADS_1
''Bersambung