
''
''
Masih di hotel tempat resepsi. seluruh anggota keluarga dari Jerman maupun dari pihak Fatima yang hanya beberapa orang saja. sudah menunggu di restoran hotel untuk sarapan pagi. mereka menunggu Leon dan istri nya yang belum juga turun. hazel tampak kesal hampir lima belas menit mereka menunggu namun Leon dan Fatima belum tampak turun. dua puluh menit kemudian. Leon dengan senyum mengembang menghampiri seluruh anggota keluarga
''Selamat pagi semua. maaf kami terlambat.'' Leon menarik salah satu kursi untuk istrinya
''Bukan terlambat lagi kami sudah sangat lapar.'' jawab hazel
''Kenapa bibi tidak sarapan duluan yang lain sudah menghabis kan makanan nya.''
''Karna aku menghargai mu dan juga istri mu.''
jawab hazel
''Terima Kasih sudah menghargai ku dan juga istri ku. aku sangat senang.'' jawab Leon
''Setau bibi kamu bukan orang pemalas dan selalu bangun pagi kenapa sekarang jadi malas begini.''
''Alhamdulilah kami sudah bangun sejak subuh tadi bibi ada kewajiban yang harus kami lakukan.'' jawab Fatimah dengan lembut
''Apa kamu pikir kamu saja yang melakukan kewajiban sebagai seorang istri, tapi harus tau situasi juga banyak keluarga yang masih disini. kami datang dari jauh.'' ucap hazel tidak tau apa yang di maksud Fatima.
''Bukan kewajiban itu yang di maksud menantuku hazel Leon dan istri nya seorang muslim ada waktu tertentu untuk berdoa pada Tuhan nya. termasuk di waktu pagi tepat nya jam empat pagi sampai menjelang matahari terbit bukan begitu Mak Fatima.'' tanya Luna memastikan ucapan nya benar
''Benar mama.'' jawab Fatima seraya tersenyum di balik cadar nya.
''Ribet sekali tuhan mu menyuruh umat nya berdoa di pagi buta.'' ucap hazel
''Tidak ribet bibi bangun di waktu subuh juga sangat baik untuk kesehatan otak dan juga tubuh kita karna kondisi otak dalam keadaan alpha dan theta itu akan menjaga kondisi tubuh dalam keadaan segar sepanjang hari.'' jelas Fatima
''Alah impossible.'' sini hazel Fatima hanya tersenyum di balik cadar nya.
''Sayang kita ambil makanan dulu.'' ucap Leon mengulurkan tangan nya membantu Fatima berdiri.
Leon dan Fatima mengambil beberapa jenis makanan yang sudah di sediakan untuk sarapan namu jika mau pesan yang tidak ada di menu yang sudah di sediakan juga bisa.
''Sudah ini cukup.'' ucap Fatima.
''kamu bawa ke meja dulu aku akan mengambil minuman.'' Leon. berkata lembut Fatima menurut dan kembali ke tempat duduk nya semula. tak berapa lama kemudian Leon datang dengan kopi dan susu di tangan nya.
''Ini susu untuk mu. kopi untuk ku.'' Leon menjatuh kan bobot tubuh nya di kursi.
''Makanan mu mana kak Leon. mau aku ambil kan istrimu mengambil makanan nya sendiri.'' seru Anya
''Tidak tera kasih aku makan di piring yang sama dengan istri ku.'' jawab Leon dengan nada datar nya.
Hazel dan Anya tepat duduk bersebrangan dengan Fatima dan Leon kedua nya memperhatikan Fatima ingin melihat seperti apa wajah istri nya Leon berharap Fatima membuka cadar nya saat makan.
Ternyata tidak Fatima tetap mengenakan cadar nya. meski saat makan.
''Kenapa kamu tidak melepas penutup wajah mu. bahkan saat kamu makan.'' tanya hazel penasaran
__ADS_1
''Istri ku sudah berkomitmen dengan keputusan nya mengenakan penutup wajah. dan hanya bisa di buka di hadapan ku saja bukan di tempat umum seperti ini.'' jawab Leon
''Alangkah beruntung nya kak Leon memperistri kak Fatima. yang tidak pernah berbagi kecantikan nya dengan pria mana pun.'' jawab Laura menimpali.
Hazel diam tidak bicara lagi bertanya ini dan itu. setelah selesai sarapan pak haji Sobri Abi nya Fatima pamit pulang beserta yang lain nya.
Sedikit banyak pak haji merasa lega keluarga Leon tampak sangat menyayangi putrinya terbukti saat salah satu saudara mereka dari Jerman banyak sekali pertanyaan nya yang ingin menjatuh kan Fatima Leon dan keluarganya sudah siap pasang badan melindungi Fatima.
''Fatima Abi pulang dulu jaga di baik baik.'' pamit pak haji pada putri nya
''Nak Leon Abi nitip Fatima. Abi pulang dulu.''
Leon dan Fatima mencium tangan Abi nya dengan hangat dan takzim
tidak lupa pak haji juga ber pamitan besan nya.
''Fatima kamu pulang dulu.'' Aqila. dan yang lain juga berpamitan pada Fatima. dan juga keluarga Leon yang lain. Leon juga berpamitan pulang
''Ara juga pulang.'' seru Laura.
''Ara kita jadikan kamu mau ngajak bibik jalan jalan'' ucap Hera kakak kandung Luna
''Iya nanti Ara kabari bik. Ara pulang dulu mau istirahat.''
''Oke sayang bibi tunggu ya.'' masih ada beberapa keluarga dari Jerman yang masih tinggal ada juga yang pagi ini mereka langsung terbang ke Bali untuk liburan. maikel dan Luna juga ikut pulang sudah tiga hari mereka tinggal di hotel
''Rasanya sudah lega. kita tunggu menuai hasil nya.'' ucap Luna.
''Hasil cucu.'' Luna terkikik pelan
''Sedikasi nya saja mah jangan menekan Fatima mama ngebet mau punya cucu kalau Tuhan belum ijinkan kita bisa apa'' ucap maikel pada istri nya.
''mama gak nekan Fatima pah. mereka juga baru dua Minggu menikah kita berdoa semoga bulan depan Fatima sudah isi.''
Laura masih di parkiran hotel kaget dengan kehadiran Excel yang tiba tiba.
''Ara.'' Excel mendekap Laura dari belakang
''Excel apa yang kamu lakukan.'' teriak Laura melepaskan diri
''Ara kenapa.'' tanya Excel heran
''Excel kita sudah tidak ada apa apa aku sudah memutus hubungan kita saat di Jerman.''
''Dengan alasan mau tinggal di Indonesia sekarang aku sudah di sini menyusul mu. apa lagi alasan mu. kakak mu juga menikahi wanita muslim kenapa kamu tidak mengikuti jejak kakak mu dan menikah dengan ku menjadi mualaf seperti nya.'' ucap Excel
''Kamu mau tau apa alasan papa dan kakak ku tidak merestui hubungan kita.'' ucap Laura
''Ya memang nya apa.'' tanya Excel penasaran
''Tanya kan saja sama kedua orang tua mu. mereka lebih tau apa alasan nya. seorang muslim Seharus nya tau attitude sebelum menyuruh orang lain mengikuti keyakinan yang di anut nya.'' ucap Laura
''maksud mu apa.'' Excel semakin di buat penasaran
__ADS_1
''Setahun lalu di negara Malaysia kedua orang tuamu telah mempermalukan papa dan kakak ku. hanya nya karna kedapatan makan di tempat non halal sedang produk makanan yang di hasil kan perusahaan papa ku berlogo halal.'' terang laura
''Tidak mungkin orang tuaku melakukan hal itu kamu jangan memfitnah mereka.'' Excel tidak terima dengan ucapan Laura
''Tidak percaya ya sudah tidak mungkin kakak ku bohong pada istri nya. lebih baik kamu tanyakan sendiri kebenaran nya pada kedua orang tuamu.'' Laura menaiki mobil nya tanpa menunggu jawaban Excel
Excel tampak kesal Laura pergi begitu saja ia masih tak bergeming dari tempat nya
''Akan ku buat kamu menyesal jika ucapan mu itu tidak benar Ara. kamu dan keluarga mu sudah memfitnah kedua orang tuaku.'' batin Excel berkata kedua tangan nya tampak terkepal erat menahan amarah yang mulai menguasai nya.
''Jadi Ara sudah memutus hubungan nya dengan Excel.'' bibir sane berkedut tatapan nya tajam dan sinis.
''Ara akan menjadi milik ku.'' batin nya lagi.
Sementara Laura melakukan mobil nya pulang ke rumah. entah lah perasaan apa yang sekarang Laura rasakan untuk Excel di satu sisi Laura mencintai Excel di sisi lain teringat ucapan Fatima akan alasan Leon dan papa nya tidak merestui hubungan nya dengan Excel.
''Lebih baik kita tidak bersama Excel. dari pada aku kehilangan kasih sayang keluarga ku. belum tentu juga kamu dan keluarga mu menjadikan ku orang yang lebih baik dengan mengubah keyakinan ku.'' air mata Laura luruh tanpa di minta. hatinya terasa amat sakit mungkin kah ia mencintai orang yang salah.
mobil Laura sudah memasuki halaman mansion nya. buru buru Laura menyeka air matanya dengan langkah gontai Laura memasuki rumah nya tampak sang papa bersantai di temani mama nya.
''Pah.'' Laura berlari memeluk papa nya.
''Ara ada apa.'' Luna bingung dengan kehadiran putri nya yang tiba tiba menangis.
''Mah.'' Laura bergantian memeluk mana nya
''Ada apa coba cerita apa ada yang mengganggu mu atau jahat dengan mu.'' tanya Luna penasaran.
''Maaf Fin Ara. karna Ara papa dan kak Leon di permalukan kedua orang tua Excel di tempat umum di depan kolega papa.'' lirih Laura dalam Isak tangis nya
''Jadi kamu sudah tau.'' tanya Luna
''Ara sudah tau mah pah. maaf kan Ara.'' ucap Laura lagi
''Sudah jangan di bahas, kami tidak memberi tau mu karna tidak ingin kamu bersedih. orang yang baik tidak akan membawa masalah pribadi sampai ke dalam masalah bisnis. dalam dunia bisnis bersaing hal yang wajar asal bersaing dengan cara yang sehat dengan menonjolkan usaha dan kinerja kira bukan saling menjatuh kan. bagai mana bisa papa bisa menitip kan mu di keluarga seperti itu.'' ucap maikel
''Sekarang Ara mengerti pah.'' ucap Laura.
''Kami hanya ingin yang terbaik buat mu. tidak mungkin kami membiarkan mu hidup dengan mereka orang yang tidak bisa menghargai orang lain.'' Leon menarik adik nya kedalam pelukan nya
''Maaf kan Ara kak.'' lirih Laura dalam pelukan kakak nya
''Sudah jangan di bahas lagi.'' Leon mengusap punggung adik nya yang bergetar karna tangis nya.
''Kak Fatima.'' Laura berganti memeluk kakak ipar nya.
''Terima kasih. sudah menguat kan Ara dan membuat Ara mengerti.'' ucap nya
''Ikuti kata hatimu jangan mudah membuat keputusan hanya karna ajakan orang lain.'' ucap Fatima
Leon dan kedua orang tuanya bersyukur adik nya sudah mengerti dan memahami. kasih sayang keluarga lebih penting dari apapun di dunia ini
''Bersambung
__ADS_1