
''
''
Sedari tadi Leon duduk tak tenang di atas motor nya. Pikiran nya masih mencerna dengan baik ucapan Fatima dan nasehat Juna. Apa iya malam ini Leon harus melamar Fatima pada Abi nya.
Leon memarkirkan motor matic nya tak jauh dari masjid. Tak sengaja Leon melihat pemuda yang berkenalan dengan dirinya siang tadi di kantor. Leon mengingat dengan baik wajah reyhan..
Untuk apa dia datang kemari apa rehan warga sini itu artinya tinggal di sini, ah kenapa Leon lupa ini masjid siapa pun boleh datang tak terkecuali Reyhan, kemudian Reyhan menaiki mobil nya meninggal kan masjid. Tak berapa lama mang Dodi melantunkan azan isya waktu yang sedari tadi Leon tunggu. Saat ingin meletak kan ponsel nya kedalam jok motor tak sengaja Leon menekan aplikasi wasup melihat Fatima sedang online. Dengan cepat Leon mengirim pesan..
''Aku sekarang berada di depan masjid. Setelah shalat isya aku akan menemui abi mu.''
Tulis Leon dalam pesan Wasup nya.
''Yakin lah doa ku bersama mu.
jawab Fatima.
Leon tersenyum melihat balasan dari fatima. Doa Fatima adalah kekuatan untuk nya bekal menghadap Abi nya Fatima. Kemudian Leon memasuki masjid tak lupa mengambil air wudhu terlebih dulu lalu melaksanakan shalat isya berjamaah. Setelah shalat isya selesai. Satu persatu para jamaah mulai meninggal kan masjid tinggal Leon sendiri dan pak haji yang tak bergeming dari tempat nya. Leon menunggu dengan cemas tak lama kemudian pak haji berbalik badan hendak berdiri dari duduk nya
''Nsk Leon belum pulang.'' tanya pak haji heran melihat Leon masih di masjid. Sedang yang lain sudah pada pulang.
''Belum pak haji ada yang mau Leon bicarakan dengan pak haji.'' pak haji tampak mengerut kan kening nya.
''Mau bicara apa nak Leon.'' tanya pak haji penasaran. Tampak raut gugup di wajah Leon tidak tau harus bicara apa untuk mengawali pembicaraan nya Leon benar benar tidak tau. Berkali kali menghela nafas nya.
__ADS_1
''Nak Leon mau bicara apa.'' tanya pak haji seksi lagi.
''Maaf pak haji kalau Leon lancang dan. niat Leon kemari menemui pak haji Leon ingin melamar Fatima menjadi kan Fatima istri.'' ucap Leon pelan seraya memejamkan kepala nya kemudian menunduk kan kepala.
''Apa kamu sadar dengan ucapan mu itu anak muda .'' ucap pak haji tanpa ekspresi
''Leon sadar dengan apa yang Leon ucap kan pak haji. Maaf jika pak haji kurang berkenan dengan maksud Leon. Sungguh Leon tidak pernah main main dengan ucapan Leon pak haji.'' ucap Leon yakin tanpa rasa takut lagi.
''Apa yang membuat mu ingin menikahi putri ku.'' tanya pak haji penasaran yang sebenar nya tidak tau harus berkata apa lagi pada Leon. Memberi jawaban yang pas untuk nya karna ini sangat tiba tiba di saat Fatima sedang proses ta'aruf dengan seseorang. Pak haji memikir kan mencari kata yang pas untuk Leon.
''putri pak haji wanita yang baik. Wanita Soleha ber akhlak mulia. Pria mana yang tidak ingin memperistri nya termasuk saya. Dan saya juga sadar pak haji saya jauh dari kata layak dan sempurna untuk Fatima. Karna saya yang minim ilmu tentang agama. Tapi sebagai seorang pria saya sangat siap untuk membina rumah tangga pak haji.'' terang leon
''Nak Leon bapak tidak bisa menerima atau menolak niat baik nak Leon. Dan bapak sangat menghargai niat nak Leon. Perlu nak Leon tau dua hari yang lalu ada pemuda datang kemari bersama kedua orang tua nya punya niat yang sama dengan nak Leon mengajak Fatima ber ta'aruf.'' terang pak haji
Mendengar ucapan Abi nya Fatima Leon sedikit terkejut. Sudah ada orang yang mendahului nya.
''ta'aruf ada proses nya nak Leon, sampai tiga Minggu kedepan tidak boleh lebih dari satu bulan sejak proses ta'aruf di lakukan. Fatima dan pemuda itu masih saling mencari kecocokan satu sama lain. Jika saling cocok bisa ke proses selanjut nya yaitu Khitbah sampai menuju akad.'' terang pak haji.
''Pak haji, pak haji tau sendiri Leon baru saja menjadi mualaf di sini di rumah Allah dan pak haji sendiri yang me syahadat kan saya. Sejak hari itu saya sudah melakukan semua proses nya. menghafal bacaan shalat belajar mengaji dan lain sebagai nya. Alhamdulillah saya sudah bisa jika di bandingkan dengan Fatima saya memang jauh tidak ada apa apa nya pak haji. tapi niat saya tulus dari hati dengan yakin dan kesungguhan saya, yang ingin menjadikan Fatima penyempurna separuh agama saya.'' jelas Leon lagi
''Nak Leon bapak sangat faham dan mengerti seperti yang bapak sampaikan tadi. Bapak tidak bisa memutuskan menerima atau menolak. Karna Fatima sedang dalam proses ta'aruf. Karna itu mari kita sama sama meminta pada Allah untuk memberi keputusan yang terbaik untuk kita semua.'' terang pak haji
Setelah pembicaraan panjang lebar Leon pamit pulang. Pak haji mengangguk seraya menepuk pelan punggung kokoh Leon. sedari tadi sebenar nya Leon dan pak haji menyadari Fatima juga mendengar kan pembicaraan mereka saat Leon hendak keluar dari masjid Leon berhenti sebentar dengan sengaja mendekat ke arah tirai penyekat Leon tau Fatima di balik nya.
''Aku tau apa yang kamu pikir kan. Bantu aku dengan doa mari kita sama sama saling berdoa meminta uang terbaik untuk kita semua.'' ucap Leon pelan
__ADS_1
''Doaku selalu bersamamu di setiap butir tasbih ku di setiap hembusan nafas ku dan di setiap sujud ku.'' jawab Fatima pelan tidak menyadari sang Abi ada di belakang nya.
Setelah mendengar jawaban Fatima Leon segera keluar dari masjid.
''Fatima.'' panggil pak haji.
'' tidak baik mendengar kan pembicaraan orang lain.''
''Tapi Abi.''
''Kamu menyukai pemuda itu.'' tanya pak haji
''Bisakah Abi memberi kesempatan untuk nya, dia juga pantas mendapat kesempatan.'' lirih Fatima pak haji menarik nafas nya pelan ucapan putri nya sudah menjadi jawaban atas pertanyaan nya.
''Jadi untuk ini kamu meminta waktu tiga Minggu.'' tanya pak haji
''Abi Fatima hanya meminta ta'aruf berjalan sebagai mana mestinya.''
''Kamu lebih memilih pemuda mualaf itu.''
''Dia orang yang hati nya lembut. Karna bisa menerima nasehat dan iman nya tidak kosong. karna setiap hari penasaran akan agama kita. Di jaman sekarang sulit menemukan orang seperti itu.''
''Fatima juga kagum akan ke sungguhan nya mendalami agama yang baru di peluk nya, belajar dengan sungguh tekun dan rajin. Bahkan dalam waktu yang singkat dia menjadi muslim yang taat. Dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.''
'' kita lihat saja Fatima biar Allah saja yang menentukan mahram untuk mu.'' setelah berkata demikian pak haji berlalu pergi.
__ADS_1
Sedikit banyak pak haji merasa kecewa dengan putri nya. Yang seakan lebih memihak pemuda mualaf itu. ketimbang proses ta'aruf nya. Apa yang akan di katakan pada kiai Rahman nanti untuk membatal kan ta'aruf itu. Pasrah biar Allah yang mencarikan jalan.
bersambung