
''
''
resepsi pernikahan Leon dan Fatima tampak sederhana namun suasana meriah jelas terasa dengan begitu dengan banyak nya warga yang datang memberi selamat acara demi acara terlaksana dengan lancar. keluarga Leon sangat menikmati acara nya.
''Hai selamat ya semoga langgeng samawa.'' Reyhan datang memberi selamat meski hatinya sedikit kecewa
''Terima kasih sudah datang dan memberi doa mu pada kami.'' ucap Leon menyambut uluran tangan Reyhan sedang Fatima hanya mengatup kan kedua tangan nya.
''Kamu belum berangkat ke Kairo.'' tanya Leon
''Mungkin lusa sengaja aku menunggu kalian menikah dan mengundur jadual keberangkatan ku.'' jawab Reyhan
''Reyhan aku minta maaf atas semua yang terjadi aku mewakili istri ku juga. mari kita tetap saling menjaga silaturahmi dan menjadi sahabat.'' Leon berkata pelan
''Hem jangan kuatir.'' Reyhan mengangguk kan kepalanya
''Pak Leon selamat.'' Haikal turut serta datang
''Haikal terima kasih sudah datang.'' ucap Leon
Semua Menikmati acara nya dengan suka cita saling berbincang dan bercanda.
Tak terasa waktu semakin sore azan Maghrib telah berkumandang Leon sudah berkumpul di masjid dengan yang lain untuk melaksanakan ibadah shalat Maghrib. sedang Fatima sudah selesai membersih kan diri dengan di bantu Aqila melepas gaun dan membersih kan makeup nya.
''Malam ini kamu tidur di mana.'' tanya Aqila
''Aku tidak tau qila terserah mas Leon saja.'' jawab Fatima malu malu menyebut suaminya mas sebelum nya Fatima hanya memanggil nama
''Cie mas leon.'' goda Aqila
''Apaan sih memang nya aku harus manggil dia apa.'' ucap Fatima
''Iya iya yang punya mas aku lupa.''
''Sudah ayok dengar itu sudah Iqamah nanti kita terlambat.''
Aqila dan Fatima bergegas ke masjid untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. di dalam rumah Fatima tinggal kedua orang tua Leon dan sang adik karena mereka non muslim.
__ADS_1
''Pah apa kita Juga harus pindah keyakinan.'' tanya Luna pelan
''Tidak mah jangan pindah keyakinan hanya karena mengikuti seseorang. kita arus punya prinsip dan keputusan kita sendiri jangan mengambil keputusan karna orang lain. suatu saat jika kita di takdirkan berpindah keyakinan seperti Leon ya kita terima.'' tutur maikel
''papa benar mah jika melihat kak Leon dan kak Fatima ingin rasanya mengikuti langkah kak Leon. sebaik nya kita belajar saja dulu memahami mereka siapa tau dapat hidayah.'' lanjut Laura
''Aoa itu hidayah.'' tanya Luna
''Ara juga tidak tau mah. Ara menirukan kata kata kak Leon yang memeluk agama Islam karna yakin dapat hidayah dari Tuhan bukan karna mengikuti kak Fatima mungkin iya awal mula nya karna kak Fatima.'' jawab Laura
Tak berapa lama Fatima datang.
''Mah pah.'' panggil Fatima
''Kamu sudah selesai nak'' tanya Luna
''Sudah mah.''
''Di mana Abi dan suami mu.'' tanya luna
''Abi dan mas Leon masih di masjid.'' jawab Fatima
''Maaf besan sudah menunggu lama.'' ucap pak haji tidak enak hati
''Tidak apa apa pak haji kami mengerti ini sudah kewajiban pak haji.'' Jawab maikel
''Em.. Leon mama sama papa akan kembali sekarang ke kota.'' Luna ingin menanyakan apa putra nya akan ikut atau Tinggal namun ia urung kan.''
''Kenapa tidak menginap saja.'' ucap pak haji menyela
''Begini pak haji maaf bukan nya tidak mau menginap akan tetapi besok di kantor ada banyak pekerjaan.'' terang maikel.
''Iya Abi sebenar nya Leon juga akan ikut papa pulang malam ini dan Leon bawa juga Fatima seperti yang papa bilang tadi besok pagi Leon ada meeting penting di kantor.'' pak haji tersenyum tipis
''Nak Leon di sini di sana adalah rumah mu. terserah nak Leon mau di mana. dan Fatima sekarang adalah hak mu. Abi hanya minta satu hal jaga dan lindungi Fatima karna sekarang dia bersama mu.'' tutur pak haji Sobri Ke pada memantu nya itu.
''Maaf Abi Leon tidak bisa tinggal di sini sekarang. seperti biasa jika Leon ada waktu senggang Leon akan kesini mungkin tiap akhir pekan Sabtu dan Minggu.'' terang Leon lagi.
''Tidak usah di pikirkan Abi mengerti. jarak dari sini ke kota tidak lah jauh. mungkin ini salah satu doa Abi yang di Kabul kan Allah. Abi meminta untuk tidak terlalu jauh dengan Fatima.'' ucap pak haji Sobri.
__ADS_1
''Abi tidak apa apa kan Fatima tinggal sendiri.'' lirih Fatima
''Abi tidak sendiri ada Adin Dodo dan juga Marni. tenangkan dirimu sekarang tempat mu di samping suami di mana suami mu berada di situ juga tempat mu.'' Fatima mengangguk pelan
''Segera bersiap gih, takut nya ke malaman di jalan.'' Fatima mengangguk lagi kemudian masuk kedalam kamar nya mengambil beberapa baju dan keperluan nya.
''Fatima sudah siap.'' lirih Fatima kembali ke ruang tamu.
Kemudian Leon dan kedua orang tuanya berpamitan untuk kembali ke kota. beserta beberapa pelayan yang ikut di acara pernikahan Leon
''kak Fatima duduk sini sama Ara.'' Laura menarik Fatima duduk di samping nya
''Tidak usah menatap ku seperti itu kak Leon, Ara hanya pinjam kak Fatima sebentar.'' Leon menghela nafas nya pelan.
''Apa Kakak bilang tidak boleh hah. ingat hanya di mobil sampai rumah serahkan kembali sama kakak.'' ucap Leon posesif
''Ih emang nya kakak ipar ku barang apa. pakai di serah kembalikan dasar posesif.''
''Tadi kamu sendiri yang bilang pinjam.''
''Sudah Fatima di sini satu mobil dengan kita tidak kemana mana.'' Luna menengahi perdebatan adik kakak itu.
''Mereka memang seperti itu Fatima. kamu maklumi saja ya.'' Luna tidak enak hati dengan menantu nya.
''Tidak apa apa mah biarkan saja.'' jawab Fatima sebenar nya juga merasa sedikit tenang karna mungkin Fatima masih gugup untuk berhadapan dengan suami nya itu.''
''Nanti kalian mau bulan madu ke mana.'' tanya maikel ingin tau
''Kami masih belum memikirkan nya pah. nanti saja.'' jawab Leon
''Ya sudah nanti kalau kalian sudah memikirkan nya bilang sama papa ya. biar papa yang urus semua anggap saja hadiah pernikahan kalian.'' ucap maikel lagi.
''Soal itu gampang pah. kita harus memikirkan untuk resepsi kedua dulu.'' ucap Leon mengingat kan tidak mungkin mereka tidak membuat pesta kota dan mengundang kolega bisnis mereka.
''Iya kamu benar kenapa papa lupa.''
Fatima hanya diam mendengarkan mertua dan suami nya bicara dengan Luna dan Laura ya g sesekali ikut menimpali keluarga yang hangat saling menyayangi batin Fatima.
Tidak terasa mobil mereka sudah sampai di mansion dari kejauhan tampak pilar pilar berdiri tegak dan kokoh. Fatima terpana dan kaget benarkah ini rumah suami nya karna ini kali pertama fatima datang.
__ADS_1
Bersambung