
''
"
Reyhan duduk termenung di balkon kamar hotel nya bayangan Fatima turun dari mobil sport mewah Bugatti Veyron masih melekat dengan sempurna di ingatan nya. Reyhan merasa Fatima sudah membohongi diri nya.
''Seharus nya jika sudah ada hubungan dengan pria lain tidak usah meminta waktu tiga minggu. hanya membuat ku berharap saja.'' batin Reyhan berkata. kesal dan marah itu lah yang Reyhan rasakan
Hari semakin sore Sofyan tidak kembali lagi ke kios setelah menghantar pesanan bunga. begitu juga dengan asma dan Aqila mereka masih berada di tempat pelanggan yang meminta merangkai pelaminan untuk acara lamaran dengan bunga bunga segar Fatima sendiri di kios waktu sudah semakin sore Fatima di bantu Abi nya mengemasi bunga dan memasuk kan nya kembali kedalam karena kios akan segera di tutup.
''AsalamualaiKum.''
''Waalaikum salam.''
jawab Fatima dan pak haji bersamaan.
''Sudah mau tutup ya.'' Leon membantu pak haji membawa bunga bunga Fatima masuk kedalam kios nya.
''Sudah sore nak Leon.'' jawab pak haji ramah
Leon melihat kios sepi hanya ada Fatima dan Abi nya.
''Yang lain ke mana pak haji. kok berdua saja.'' tanya Leon
''Sofyan mengantar pesanan. si asma dan Aqila sedang di tempat orang merangkai pelaminan untuk acara lamaran.'' terang pak haji.
''Oh nanti pulang naik apa sepertinya tidak ada kendaraan.'' Leon melihat di depan kios tidak ada satupun motor yang biasa Fatima gunakan.
''Bapak dan Fatima biasa jalan kaki nak leon.'' jawab pak haji lagi.
''Nanti biar Leon anterin pak haji. jalan kaki juga lumayan jauh.'' ucap Leon menawarkan diri
''Apa tidak merepotkan nak Leon jika mengantar kami pulang.'' pak haji Sobri merasa tidak enak hati
''Tidak apa apa pak haji sekalian saya mau ke rumah Juna sekalian jalan.'' jelas Leon lagi
''Ya baik lah bapak ikut nak Leon.'' mendengar ucapan pak haji setuju Leon merasa senang terasa getaran di saku celana Leon ponsel nya bergetar manajer pabrik menelpon.
''Halo ada apa.'' tanya Leon
__ADS_1
''Ini pak Leon apa pak Leon membawa kunci gudang. soal nya kami ingin segera menutup nya tapi kuncinya tidak ada.'' Leon segera melihat saku celana nya benar saja kunci gudang ada pada nya.
''Pak haji sebentar saya tinggal tunggu saja di sini saya tidak lama.'' ucap Leon pada pak haji
''Pergi lah nak Leon kami juga belum selesai. bapak dan Fatima akan menunggu di sini.'' setelah berpamitan dan mengucap salam Leon bergegas meninggal kan kios bunga dan menuju pabrik, pak haji dan Fatima sudah hampir selesai.
''Sudah siap Fatima.'' tanya pak haji.
''Sudah Abi tinggal buang sampah nya.'' Fatima bergegas membuang sampah setelah selesai kemudian mengambil tas nya dan mengunci pintu belakang.
''Sini Abi bantu.'' pak haji mengambil alih kunci dari tangan Fatima melihat Fatima kesusahan mengunci pintu depan
''Kenapa tidak bisa ya.'' gumam pak haji terus mencoba mengunci pintu nya.
''Yang bisa ngunci pintu ini hanya Sofyan Abi. aku Aqila dan juga asma pasti seperti ini kesusahan.'' terang Fatima
''Karena Sofyan sudah tau selanya. kita kunci saja dari dalam dan keluar dari pintu belakang.'' ucap pak haji memberi saran.
Pak haji dan Fatima kembali masuk kedalam kios dan mengunci pintu nya dari dalam lalu keluar dari pintu belakang
Setelah selesai mengantar kunci gudang Leon sudah kembali ke kios Fatima menjemput Fatima dan pak haji. sesampai nya di kios rupanya sudah sepi kios tampak sudah tutup
Tiba tiba ada mobil berhenti tepat di belakang mobil Leon rupanya Reyhan yang datang
''Reyhan Fatima sudah tutup.'' ucap Leon memberi tau.
''Iya seperti nya aku terlambat.'' ucap Reyhan raut wajah nya tampak datar dan dingin
Sedang Fatima dan pak haji sayup sayup mendengar seseorang sedang berbincang di luar kios
''Pak Leon apa anda tau saya mengajak Fatima ber ta'aruf.'' ucap Reyhan tiba tiba. Leon hanya diam tidak menjawab
''Apa Fatima tidak cerita dengan anda.'' ucap Reyhan lagi gaya bicaranya sangat formal.
''Apa yang kamu bicarakan Reyhan.'' tanya Leon tidak mengerti kenapa Reyhan tiba tiba bicara begitu.
''Saya sudah tau semua nya pak Leon. bahwa anda punya hubungan dengan Fatima. kenapa anda tidak berterus terang saja. dan tidak membuat saya berharap seperti ini.'' ucap Reyhan lagi
''Apa yang mau di terus terang kan aku dan Fatima tidak ada hubungan apa apa.'' sangkal Leon benar ada nya
__ADS_1
''Jangan bohong. kemarin aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Fatima turun dari mobil anda yang mewah itu. tidak ku sangka Fatima seperti itu pergi berdua dengan anda satu mobil dengan pria yang bukan mahram nya meski anda kekasih nya tetap saja dosa.'' ucap reyhan nada bicara nya naik satu oktaf.
''Ku rasa kamu salah faham Reyhan. Fatima tidak pernah pergi dengan ku apa lagi berdua dalam satu mobil. aku tau batasan ku meski aku baru saja memeluk islam.'' ucap leon tidak terima dengan tuduhan Reyhan.
''Omong kosong.'' Reyhan tidak percaya dengan ucapan Leon karena kemarin dia melihat sendiri Fatima turun dari mobil mewah Leon.
''anda berpura pura miskin menjadi karyawan pabrik nyatanya anda menjerat Fatima dengan kekayaan anda begitu kan.'' Leon masih bersikap tenang dan biasa meski sebenar nya telinga dan hatinya sudah panas terbakar omongan Reyhan yang menurut nya tidak beralasan.
''Tenang kan dirimu Reyhan kita bicara baik baik kamu sudah salah faham dengan ku dan Fatima. kami tidak ada hubungan, apa kamu tidak percaya denganku setidak nya kamu tidak berfikir Fatimah seperti itu.'' ucap Leon lagi.
''Kenapa anda masih menyangkal tidak ada hubungan dengan Fatima. sudah jelas kemarin anda menurunkan Fatima di sini.'' Reyhan menunjuk tanah yang ia pijak dengan jari nya.
''Dengan mobil mewah anda itu.'' lanjut Reyhan
''Kamu sudah salah faham Reyhan kemarin bukan aku.'' ucap Leon mencoba menjelaskan
''Kalau bukan anda siapa bahkan kemarin aku melihat anda memasukan semua belanjaan Fatima kedalam bagasi mobil mewah anda saat di parkiran mall anda masih menyangkal itu bukan anda.'' ucap Reyhan sinis.
''Sungguh anda memanfaat kan kepolosan Fatima dan menjerat nya dengan harta anda.''
''Cukuup..''
Teriak Leon sudah tidak tahan dengan ucapan Reyhan
''Ku pikir kamu orang yang bermartabat tinggi karena tau banyak hal tentang ilmu agama. lulusan terbaik Kairo nyatanya aku salah menilai mu. sangat tidak pantas kamu menilai wanita yang akan menjadi istri mu jika Allah mengijin kan tapi ternyata Alloh tidak mengijin kan. karena ucapan mu sendiri.'' ucapan Leon tidak kalah sinis.
''Fatima bukan wanita seperti itu dia tau batasan nya tau tempat nya di mana. dan aku sama sekali tidak pernah menjerat Fatima dengan harta ku. bahkan Fatima tidak tau tentang itu yang Fatima tau aku hanya karyawan pabrik, bahkan Fatima tidak tau jabatan ku apa.'' Leon sudah tidak bisa mengontrol emosi nya.
'' dengan tega kamu menilai Fatima dengan sangat rendah. memandang seseorang hanya dengan harta yang bahkan tak ku tunjuk kan kamu tau Reyhan aku sangat mencintai Fatima dengan caraku yang sederhana namun luar biasa.''
Reyhan diam mematung mencerna setiap ucapan Leon pria mualaf itu nyata nya lebih dewasa dari nya lebih tau banyak siapa Fatima sedikit banyak Reyhan menyesal dengan ucapan nya.
''Abi.''
''Sudah Allah sudah menjawab doa doa Abi yang terpenting sekarang Allah sudah menunjuk kan siapa yang pantas menjadi mahram mu.
Pak haji Sobri dan Fatima ke luar dari belakang kios nya dan pulang dengan berjalan kaki sedang Reyhan sudah pergi dengan rasa menyesal nya, Leon masih tidak terima dan kesal Reyhan menilai Fatima sangat tidak pantas dan pergi meninggal kan kios Fatima tanpa pak haji Sobri dan Fatima karena mengira mereka sudah pulang
Bersambung
__ADS_1